Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
Arsitek dengan Visi Unik –
Darren Soh, Duta Sony Alpha

Di tengah cahaya lampu kota yang benderang, seorang jawara Alpha sedang berkarya. Sebagai seorang fotografer yang telah memenangi beragam penghargaan, Darren Soh memotret jiwa kota dengan foto-foto arsitekturnya yang luar biasa presisi. Etos kerjanya sejalan dengan prinsip Sony Alpha - mencari keunggulan, mengejar kualitas gambar terbaik, dan bergerak dengan gesit. Baca untuk mengetahui selengkapnya.

Apa makna fotografi arsitektur bagi Anda?

Sudah 13 tahun terakhir ini saya bekerja sebagai fotografer arsitektur. Di negara kecil seperti Singapura ini, yang terus-menerus melakukan pembangunan ulang, bangunan muncul dan hilang begitu cepatnya. Untuk mendokumentasikan bangunan-bangunan itu demi keperluan kerja saya, saya mengandalkan perlengkapan yang berpikiran maju dan selalu berkembang. Dalam genre fotografi yang sangat mengutamakan presisi dan kualitas gambar, nilai-nilai mendasar Sony Alpha selaras dengan nilai-nilai yang saya pegang. Bahkan, bisa dibilang DNA kami punya susunan yang sama.

Arsitektur People’s Park di Singapura

Alpha 7R IV | FE 100-400 mm F4.5-5.6 GM OSS | 198 mm | 6 detik | F8 | ISO 100

Lokasi pembangunan di Singapura

Alpha 7R IV | FE 70-200 mm F4 G OSS | 79 mm | 1/250 detik | F8 | ISO 100

Raffles Landing di Singapura

Alpha 7R IV | FE 100-400 mm F4.5-5.6 GM OSS | 400 mm | 1/250 detik | F11 | ISO 100

Apa isi tas kamera Anda? 

Saya memakai Sony Alpha 7R IV dengan beberapa lensa Sony G Master dan Sony G. Sebagian besar karya saya diambil menggunakan FE 12-24mm F4 G dan lensa FE 100-400mm F4.5-5.6 GM OSS. Kualitas gambar dan inovasi terbaik yang dihadirkan sistem kamera mirrorless Sony Alpha membuat saya takjub. 

Apa yang Anda cari saat berburu objek foto?

Ada dua elemen yang saya cari - cahaya dan kisah. Kualitas dan arah cahaya natural adalah kunci untuk ekspresi dan warna. Contohnya, cahaya matahari pagi memberikan peluang bagus untuk menciptakan pengaturan komposisi foto yang menarik dengan permainan antara bayangan dan cahaya. 

Punggol Waterway di Singapura

Alpha 7R IV | FE 12-24 mm F4 G | 14 mm | 1/500 detik | F8 | ISO 100

Raffles Landing di Singapura

Alpha 7R IV | FE 100-400 mm F4.5-5.6 GM OSS | 400 mm | 1/400 detik | F8 | ISO 100

Sebagai seorang pencerita kisah visual, saya selalu mencari objek foto yang menyimpan kisah tersendiri. Ada banyak kisah yang dapat dipetik dari fasad blok perumahan umum biasa. Saya juga selalu mencari kontras antara hal-hal lawas dan hal-hal baru dengan menyandingkan arsitektur kuno dan kontemporer. Tema yang unik adalah bahan baku penting untuk menciptakan foto yang memukau.

Bagaimana ukuran ringkas dan desain ergonomis Sony Alpha membantu dalam pekerjaan Anda?  

Saya suka desain ergonomis Alpha 7R IV yang baru. Bagian genggamannya terasa nyaman di tangan, dan desainnya pun tetap ringkas. Artinya, saya akan tetap merasa nyaman meski pada sesi-sesi pemotretan yang berlangsung lama sekalipun. Kombinasi Sony Alpha 7R IV dan lensa FE 12-24 mm G jauh lebih ringan daripada DSLR yang umumnya besar dan berat. Alhasil, bahu saya tak akan tersiksa karena beratnya perangkat yang dibawa. Saya dapat dengan mudah membawa tiga bodi Alpha 7R IV dengan beberapa lensa tanpa harus pegal karena membawa semua itu. Dengan bodi seringkas itu pun, Alpha 7R IV punya slot kartu ganda dan masa pakai baterai yang tahan hingga 650 jepretan sehingga saya tak akan kehabisan ruang memori atau daya baterai. Tak ada kamera full-frame 35 mm lain yang mampu menawarkan kombinasi antara portabilitas dan kualitas gambar seperti yang satu ini.

Sebagai fotografer arsitektur, bagaimana kualitas gambar yang tinggi menguntungkan bagi Anda?

Bagi fotografi arsitektur, resolusi kamera adalah faktor penting. Resolusi 61 megapiksel SonyAlpha 7R IV membantu saya mengabadikan sekeping sejarah Singapura dalam resolusi tertinggi yang bisa dihasilkan. Didorong oleh pesatnya laju urbanisasi, banyak aspek arsitektur Singapura mungkin saja sirna dalam semalam. Oleh kareanya, saya harus menghasilkan foto dengan kualitas tertinggi demi membantu generasi mendatang untuk benar-benar menarik manfaat dari hasil foto tangkapan saya. Untung saja, dengan resolusi 61 megapiksel, setiap detail dan tekstur dapat ditangkap dengan sempurna. 

Saya sudah sering diminta untuk membuat gambar seukuran baliho, kadang dengan tinggi 6 m dan lebar 9 m. Inilah momen yang pas untuk unjuk kemampuan Pixel-Shift 240 MP Alpha 7R IV. Kemampuan ini menghasilkan gambar raksasa nan mulus dari hasil penyatuan 16 gambar terpisah untuk menghasilkan foto cetak akhir yang tetap tampak mendetail dari jarak dekat sekalipun. Pixel-Shift memberikan hasil yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan fotografer profesional.

Inovasi kamera mirrorless Alpha yang unik, misalnya sensor resolusi tinggi 61 megapiksel dan teknologi Pixel-Shift, memungkinkan saya untuk menjamin pekerjaan saya dengan kualitas setinggi mungkin, dengan menampilkan detail yang kadang terlewat oleh mata telanjang. Saya mampu mewujudkan visi saya untuk menghasilkan kualitas dan potensi kreatif terbaik. Itulah yang membuat Alpha menonjol. 

  

Blok perumahan Commonwealth di Singapura

Alpha 7R IV | FE 24 mm F1.4 GM | 24 mm | 1/200 detik | F11 | ISO 100

Sebagai fotografer arsitektur, lensa pasangan Sony E mana yang Anda rekomendasikan?

Sebagian besar karya saya adalah hasil potret lensa FE 12-24 mm F4 G dan lensa zoom FE 100-400 mm G Master. Kualitas dan keserbagunaan adalah alasan saya lebih kerap menggunakan keduanya. Lensa FE 12-24mm G lens khususnya sangat berguna di Singapura karena jarak antara gedung-gedung di sini sangat rapat. Jarak fokus yang lebar pada lensa ini sanggup menangkap bangunan secara utuh kendati spot pengambilan gambarnya tidak luas. Ditunjang oleh perspektifnya yang bebas distorsi, kemampuannya untuk memastikan ketajaman gambar pada seluruh frame, dan bobotnya yang ringan, saya makin dimudahkan untuk mengabadikan bentang kota yang dinamis.

People’s Park di Singapura

Alpha 7R III | FE 12-24 mm F4 G | 12 mm | 10 detik | F8 | ISO 200

Raffles Landing di Singapura

Alpha 7R IV | FE 100-400 mm F4.5-5.6 GM OSS | 100 mm | 1/320 detik | F8 | ISO 200

Lensa lain yang menjadi kesukaan saya untuk foto arsitektur adalah FE 100-400mm G Master. Lensa tele super ini membantu saya menyelaraskan gedung-gedung pencakar langit ke dalam satu frame berisi deretan baja dan kaca. Setiap sudut di dalam gambar tampak begitu tajam ketika digunakan pada F8 hingga F11 sehingga memudahkan saya untuk menyampaikan kisah dengan detail tingkat tinggi. Itulah aspek yang saya suka. Di samping itu, sejauh pengalaman saya menggunakan lensa tele Super, FE 100-400 mm G Master memiliki autofokus tercepat dan terakurat.  Ketika diduetkan dengan kemampuan autofokus Alpha 7R IV, lensa ini dijamin sanggup menangkap fokus secara akurat dalam kondisi minim cahaya sekalipun. 

Secara singkat, seperti apakah pengalaman Anda dengan Sony? 

Dalam segala hal, 5 Hal Mendasar dari sistem mirrorless Sony Alpha menawarkan kombinasi tak tertandingi antara kualitas gambar, kecepatan, jajaran lensa, masa pakai baterai yang tahan lama, dan kenyamanan. Dengan teknologi tingkat lanjut dari sistem Alpha, foto yang saya buat dari bangunan ini akan tetap bertahan lama dan mampu mengabadikan kisah dan memori saya bagi generasi mendatang.