Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe

Fotografer Alpha Perempuan yang Menginspirasi

Veron Ang – Memvisualisasikan Baja dan Cahaya
Veron Ang
Alpha Universe

Veron Ang

Veron adalah fotografer lepas asal Singapura. Dia memulai karier profesional tahun 2017 dengan mengambil gambar seni potret dan arsitektur di wilayah ini. Sejak saat itu, kliennya meluas hingga bandara, pengembang properti, hotel, dan resor.

Lihat Profil

1. Tolong gambarkan gaya fotografi Anda, dan alasan Anda memilihnya sebagai ciri-khas.  

Saya mungkin dikenali dari hasil karya fotografi arsitektur saya. Saya sangat menyukai arsitektur modern dalam segala bentuknya dan Asia adalah lokasi yang sempurna untuk memotret objek seperti itu. Lonjakan besar aktivitas ekonomi yang terjadi memunculkan banyak sekali karya besar arsitektur untuk diabadikan. Cahaya natural yang menerangi bangunan-bangunan menakjubkan ini menjadi inspirasi saya dan saya terdorong untuk mengabadikannya sesuai pandangan saya. 

veronang sony5

Alpha 7 III | FE 12-24mm F2.8 GM | 24 mm | 1/200 dtk | F5 | ISO 100

veronang sony11

Alpha 7 III | FE 12-24mm F2.8 GM | 12 mm | 1/200 dtk | F4.5 | ISO 100

2. Ceritakan perjalanan fotografi Anda yang lebih mendalam. Apa yang mendorong Anda untuk memulainya?  

Saya memulai dari mengambil foto bangunan-bangunan yang menurut saya menarik kemudian saya publikasikan di Instagram. Publikasi saya ternyata didengungkan oleh banyak orang di seluruh dunia, bahkan banyak yang mengira saya adalah seorang arsitek. Sejak saat itu, saya tidak pernah berhenti menjepret. 

Saya sangat bereksperimen dengan perpaduan antara struktur baja dan cahaya. Melalui lensa kamera, saya mendapatkan perspektif unik. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Sony yang telah banyak membantu dalam perjalanan fotografi saya. 

veronang sony6

Alpha 7 III | FE 12-24mm F2.8 GM | 12 mm | 1/10 dtk | F22 | ISO 100

3. Dunia menjadi makin kaya dengan hadirnya berbagai spesialisasi fotografer. Apa tantangan utama dari pekerjaan Anda dan bagaimana Anda mengatasinya?  

Tantangan terbesar adalah memastikan gambar tercakup dalam kamera dan tidak tergantung pada pengeditan akhir berlebihan. Pengeditan yang dilakukan hanyalah seputar masalah kejenuhan, kecerahan, sorotan, dan konten bayangan. Pendekatan ‘tetap apa adanya’ ini membuat gambar saya autentik dan dekat. Saya lebih suka menghabiskan banyak waktu dengan kamera Alpha 7 III daripada di belakang komputer. Ini sangat mungkin dilakukan karena kemudahan penggunaan dan kualitas gambar yang dihasilkan kamera ini. Lensa G Master sudut lebar sangat sempurna untuk fotografi arsitektur karena mempunyai kontrol perspektif sangat baik dan resolusi hebat di semua bingkai. Alhasil, pengeditan akhir hanya berupa sedikit koreksi saja. 

4. Apa saja foto atau serial foto favorit Anda? Mengapa Anda menyukainya? Kami juga ingin tahu proses kreatif di baliknya. 

Mengambil foto Flower Dome di Gardens By The Bay sangat menyenangkan. Bagi seorang fotografer arsitektural seperti saya, perpaduan kubah kaca berangka besi, flora dan fauna yang luar biasa, serta aliran pengunjung adalah sesuatu yang indah. Tengah hari adalah waktu terbaik untuk mengambil foto di sini karena matahari menghasilkan bayang-bayang yang menjadi pelengkap bagi kubah baja yang kokoh. Sering kali saya menyertakan elemen manusia dalam foto-foto arsitektural saya. Menurut saya, seorang tokoh bertopeng yang berjalan di dalam kubah menambahkan kesan misterius yang meningkatkan kualitas foto.

veronang sony1

Alpha 7 III | FE 12-24mm F2.8 GM | 12 mm | 1/2500 dtk | F2.8 | ISO 100

veronang sony2

Alpha 7 III | FE 12-24mm F2.8 GM | 12 mm | 1/800 dtk | F3.2 | ISO 100

5. Apa saran Anda bagi mereka yang tertarik dengan fotografi?  

Percaya diri sangat penting. Fotografi terutama berlandaskan cita rasa gaya dan estetika unik Anda. Hal ini sepertinya lebih sulit dikuasai daripada keahlian teknik. Tentu saja, sebagai fotografer, kita selalu berupaya meningkatkan kemampuan teknis dan tetap kreatif serta mempertahankan gaya.  

veronang sony3

Alpha 7 III | FE 12-24mm F2.8 GM | 24 mm | 1/320 dtk | F4.5 | ISO 100

6. Ceritakan apa saja isi tas kamera Anda dan alasan Anda membawa barang-barang tersebut? 

Alpha 7 III, FE 12-24mm F2.8 GM dan FE 85mm F1.4 GM selalu dalam tas kamera saya.  

Alpha 7 III adalah kamera luar biasa dengan sensor gambar yang andal dan desain yang ergonomis. Saya menyukai fitur desainnya karena saya dapat terus memegang kamera tanpa kelelahan. Untuk fotografi arsitektur, lensa pilihan saya adalah FE 12-24mm F2.8 GM. Lensa ini saya pilih karena serbaguna dan kontrol distorsinya membantu memangkas waktu pengeditan setelah foto diambil. Penangkapan warnanya juga sangat alami dan akurat. Dipadukan dengan Alpha 7 III, saya memiliki peralatan hebat untuk mengambil gambar arsitektur. 

Saya juga suka cara Real-time Eye AF dari Alpha 7 III membuat fokus sempurna di mata dengan akurat dan cepat. Saya memakainya untuk fotografi jalanan bersama lensa FE 85mm F1.4 GM. 

veronang sony8

Alpha 7 III | FE 12-24mm F2.8 GM | 24 mm | 1/160 dtk | F4 | ISO 100

7.  Bagaimana cara sistem Sony Alpha membantu mewujudkan misi Anda?  

Sistem Alpha Sony tentu saja membantu saja mendapatkan jepretan arsitektur memesona dengan mudah, terutama dalam situasi pencahayaan kontras tinggi. 

Sensor Alpha 7 III mempunyai rentang dinamis luas sehingga area sorotan dan bayangan jepretan saya mempertahankan detail sangat jelas. Bahkan setelah cropping, gambar tetap punya resolusi memadai untuk digunakan. 

Yang lebih penting lagi, sistem Sony Alpha membuat saya tidak perlu khawatir dengan permasalahan teknis sehingga bisa fokus pada kreativitas. 

Baca Selengkapnya