Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe

Fotografer Alpha Perempuan yang Menginspirasi

Lien Mei-en – Fotografi Rasa
Lien Mei-en
Alpha Universe

Lien Mei-en

Kariernya sebagai fotografer komersial yang berbasis di Taiwan dengan spesialisasi fesyen dan seni potret membuat Mei-en mempunyai banyak klien, seperti desainer fesyen, seniman, dan aktor. Banyak dari karyanya telah diterbitkan di majalah internasional. Dia juga ikut serta dalam banyak festival seni di Taiwan.

Lihat Profil

1. Tolong gambarkan gaya fotografi Anda, dan alasan Anda memilihnya sebagai ciri-khas. 

Orang-orang menggambarkan gaya saya sebagai gaya yang sangat sinematik serta penuh dengan emosi yang kuat. Saya berusaha untuk menampilkan kisah-kisah berlapis dalam sebuah gambar diam. Karena saya berkuliah di jurusan penulisan naskah, foto-foto karya saya selalu memuat sebuah cerita atau pesan terselubung.  

Queen's Day-2

Alpha 7R III | FE 85mm 1.8 | 85 mm | 1/125 sec | F3.2 | ISO 100

2. Ceritakan lebih banyak tentang perjalanan fotografi Anda. Kapan Anda memulainya? 

Saat itu saya baru 22 tahun. Kakak saya, Shawn, adalah seorang fotografer antusias, dan saya membantunya menangani make up, rambut, dan penataan gaya. Selama salah satu sesi fotografi, saya menyadari dan memperhatikan bahwa arahan seni model perempuan Shawn adalah untuk menarik pemirsa laki-laki. Hal ini bertentangan dengan visi saya yang lebih cenderung ke kisah modelnya. Fokus saya adalah di rahasia tak terungkapkan sang model, atau bagaimana budaya dan nilai-nilai masyarakat membentuk kepribadiannya. Sejak saat itu, saya menyadari saya punya kisah tersendiri yang ingin saya sampaikan dan akhirnya memulai perjalanan fotografi ini.

Ketertarikan saya pada naratif manusia dimulai dari sastra Inggris. Saya suka Shakespeare, terutama peran tragis Ophelia dalam Hamlet. Saya juga suka sekali dengan cerita pendek The Yellow Wallpaper karangan Charlotte Perkins Gilman. Karya-karya ikonis ini menggambarkan emosi, dilema, dan perjuangan perempuan. Semua karya hebat itu menginspirasi saya untuk mengungkapkan pendapat lewat fotografi. 

Surealisme-2

Alpha 7R III | Planar T* FE 50 mm F1.4 ZA | 50 mm | 1/125 dtk | F5.6 | ISO 100

3. Dunia menjadi makin kaya dengan hadirnya berbagai spesialisasi fotografer. Apa tantangan utama dari pekerjaan Anda dan bagaimana Anda mengatasinya?  

Selalu memperbaiki diri adalah motivasi utama saya. Saya memaksa diri untuk bekerja lebih giat dengan melihat jumlah dan kualitas karya yang dihasilkan para fotografer lain. Saat merasa stres, saya mengatasinya dengan olahraga lari. Saya merasa berlari sangat menenangkan karena mengurangi kecemasan dan meningkatkan kreativitas.

4. Ceritakan foto atau seri foto favorit dan proses kreatif Anda! 

Saya sangat senang tiap kali memotret nenek saya dan menceritakan kisah hidupnya yang unik melalui foto. Nenek saya adalah wanita yang kuat, cerdas, dan modis. Beliau mengelola usahanya sendiri dan termasuk sosok yang dihormati oleh masyarakat. Semua berubah ketika beliau didiagnosis menderita penyakit Alzheimer. Penyakit tersebut menumpulkan kemampuan mental, rasa percaya diri, dan martabatnya. Beliau juga mengalami depresi dan perlahan-lahan kehilangan semangat hidup. Untuk membantu memulihkan rasa percaya dirinya, saya memutuskan untuk menjadikan beliau model dalam pemotretan fashion. Hasil akhir pemotretan tersebut mendapat sambutan yang sangat baik karena foto-foto itu menunjukkan kekuatan serta kecantikan dalam diri beliau. Tidak lama kemudian, nenek menjadi model lansia paling terkenal fi Taiwan dan foto-fotonya terbit dalam berbagai majalah fashion. Hebatnya, nenek mulai pulih dari depresinya, dan kurva degradasi mental akibat Alzheimer yang beliau derita melandai. 

Surealisme-1

Alpha 7R III | Planar T* FE 50 mm F1.4 ZA | 50 mm | 1/125 dtk | F5.6 | ISO 100

5. Apa saran Anda bagi mereka yang tertarik dengan fotografi? 

Fotografer pemula harus membangun kreativitas, kemampuan teknis, dan gaya pribadi masing-masing. Sesuatu yang juga penting adalah mendalami ketertarikan lain di luar bidang fotografi. Saya pribadi memilih membaca buku tentang psikologi dan sastra, menghadiri berbagai lokakarya, mempelajari kontrak bisnis dan keuangan, dsb. Yang terpenting, cobalah untuk olahraga fisik secara teratur karena kehidupan seorang fotografer sangat kacau dan memerlukan jiwa dan raga yang kuat. 

layaknya pakis, layaknya kehidupan-2

Alpha 7R III | Planar T* FE 50mm F1.4 ZA | 50 mm | 1/125 dtk | F2.8 | ISO 800

6. Apa isi tas kamera Anda?  

Saya selalu membawa Alpha 7R III dan FE 24-70mm 2.8 GM, FE 35mm F1.8, Planar T* FE 50mm F1.4 ZA and FE 85mm F1.4 GM.

Saya sering kali mengambil gambar di luar di lingkungan low-light atau pencahayaan kontras tinggi. Saya mengandalkan sensor gambar Alpha 7R III dengan rentang dinamis, resolusi, dan sensitivitas ISO tinggi yang saya butuhkan. File berisi detail lengkap dan bebas noise sehingga cocok untuk iklan dan pameran format besar.

Saya juga membawa sistem flash nirkabel, gel warna, softbox, dan tripod untuk menciptakan efek ambiens saat mengambil gambar.

7.  Bagaimana cara kamera dan lensa kamera Alpha Sony membantu Anda mewujudkan visi? 

Saya suka sistem Alpha Sony karena sangat ringan dan nyaman. Kamera ini menjadi mitra terbaik untuk sesi pengambilan gambar panjang di studio dan di luar ruang. Saya selalu yakin dengan kualitas gambar karena apa yang terlihat di jendela bidik pasti bagus untuk dicetak. File gambar begitu mudah diolah sehingga saya bisa mengubah kualitas serta nada paling lembut sekaligus yang tidak terbayangkan sebelumnya. 

Baca Selengkapnya