Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe

Tahun Baru Imlek

Saksikan parade dan kemegahan
festival Tionghoa terbesar di Asia bersama
fotografer National Geographic,
David Guttenfelder.

Di Balik Layar:
Tahun Baru Imlek

Mendatangkan Kesejahteraan

Perayaan hari libur Tahun Baru Imlek dimulai di malam tahun baru lunar. Tanggal tepatnya ditentukan dari kalender suryacandra Tionghoa yang didasarkan pada siklus bulan dan matahari. Tradisi festival seperti Barongsai yang penuh warna fokus pada mendatangkan kesejahteraan dan mengusir kejahatan di tahun depan. Singa, sebagai simbol kekuatan, kebijaksanaan, dan keberuntungan, mengusir roh jahat dan membawa kebahagiaan, panjang umur, dan keberuntungan. ‘Memberi makan’ singa dengan angpau berisi uang dianggap dapat membawa keberuntungan.

Pasar Tahun Baru Jalan Dihua di Taipei

Alpha 7R IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 70 mm | 1/250 dtk | F2.8 | ISO 800

Bergegas untuk Bersiap

Suasana perayaan dirasakan setiap keluarga beberapa hari sebelum Tahun Baru Imlek. Untuk menyiapkan perayaan tersebut, para pembeli memadati Pasar Tahun Baru di Jalan Dihua untuk membeli kue keranjang keberuntungan, atau ‘barang Tahun Baru.’ Jalan Dihua yang terletak di jantung distrik perdagangan historis Taipei telah menjadi jalur komersial sejak tahun 1850-an. Sebelum Malam Tahun Baru, jalan ini dibanjiri ratusan ribu para pembeli yang ingin mendapatkan barang Tahun Baru seperti permen dengan bungkus warna-warni, bahan makanan kering, dan bakpao kukus. Teknik fotografi low-light sangat ideal untuk menangkap suasana meriah yang diciptakan oleh kilauan lentera yang menerangi banyak orang di bawahnya.

Pasar Tahun Baru Jalan Dihua di Taipei

Alpha 9 II | FE 24-70mm F2.8 GM | 24 mm | 1/200 dtk | F2.8 | ISO 400

Pengalaman Masa Lampau dan Sekarang

Selain menjadi lokasi Pasar Tahun Baru ikonis kota ini, Jalan Dihua adalah tempat indah untuk dikunjungi karena menjadi perpaduan antara budaya Taiwan kuno dan modern. Kafe dan butik trendi berjajar bersama toko-toko yang menjual barang-barang tradisional Tionghoa seperti jamu, kain, dan teh. Untuk Pasar Tahun Baru, didirikanlah toko sementara di depan toko historis dengan spanduk perayaan terbentang di atasnya. Setelah malam turun, toko-toko dengan cahaya terang dan lampion yang bergantungan menjadikan suasana festival begitu hidup dan meriah.

Pasar Tahun Baru Jalan Dihua di Taipei

Alpha 7R IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 70 mm | 1/200 dtk | F3.5 | ISO 400

Mencoba Cita Rasa

Jalan Dihua juga merupakan tempat orang membeli banyak bahan makanan kering, seperti jamur shitake, kerang, dan udang, untuk membuat masakan Taiwan seperti ‘Bakcang.’ Para penjaja sering kali berupaya menarik pelanggan untuk membeli dengan menawarkan sampel gratis pistachio, biji bunga matahari, dan kudapan lain yang biasanya disajikan kepada tamu selama hari libur ini. Pasar Jalan Dihua memanjang hingga beberapa blok sehingga banyak sekali variasi makanan Tahun Baru yang tersedia. Salah satu kudapan yang wajib dicoba oleh semua anggota keluarga adalah kue Tahun Baru, kue keranjang (“tahun setelahnya”). Dari namanya, kue manis dari beras ketan ini menjadi simbol keberuntungan dan kesejahteraan untuk tahun depan.

Kembang api hias

Alpha 7R IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 70 mm | 1/250 dtk | F2.8 | ISO 800

Mendatangkan Keberuntungan

Untuk mendatangkan keberuntungan di tahun baru, orang membeli dekorasi kertas merah dan emas, seperti lentera dan kembang api hiasan. Warna merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kesuksesan; warna emas melambangkan kekayaan; dan menurut legenda kuno Tiongkok, kembang api mengusir monster mistis, Nian, di Malam Tahun Baru. Dekorasi yang paling mencolok adalah gulungan kertas berwarna merah yang dikenal sebagai Tempelan Festival Imlek. Para pemilik rumah dan toko menempelkan gulungan vertikal (masing-masing berisi sebaris puisi) di kedua sisi pintu depan dan gulungan horizontal (berisi tema puisi, seperti 'keberuntungan akan datang') di atas bingkai pintu.

Bertukar angpau selama Tahun Baru Imlek

Alpha 9 II | FE 16-35 mm F2.8 GM | 26 mm | 1/200 dtk | F4 | ISO 1600

Menghormati Hubungan Darah

Pada intinya, Tahun Baru Imlek adalah tentang keluarga. Tidak mengherankan jika hari libur ini menjadi pemicu migrasi manusia tahunan terbesar di dunia. Anggota keluarga kembali ke rumah untuk Makan Malam Reuni Keluarga dan mempertahankan tradisi turun temurun ini. Salah satu tradisi yang ada adalah para orang tua memberikan angpau berisi uang ‘keberuntungan’ kepada anak-anak dan remaja. Menurut legenda, praktik ini pada awalnya dimaksudkan untuk melindungi anak-anak yang sedang tidur dari monster mirip iblis. Menurut tradisi, saat anggota keluarga lebih muda menikah atau mulai dapat menghasilkan uang, mereka juga mulai memberikan angpau kepada orang tua dan kakek-nenek sebagai tanda terima kasih dan rasa hormat.

Kuil Longshan Mengjia di Taiwan

Alpha 9 II | FE 16-35 mm F2.8 GM | 18 mm | 1/200 dtk | F7.1 | ISO 1600

Meminta Berkah

Orang Taiwan memulai hari pertama Tahun Baru Imlek dengan pergi ke kuil untuk berdoa guna mendapatkan keberuntungan. Taipei merupakan kota dengan banyak warisan kuil Buddha dan Tao, yang semuanya merupakan karya arsitektur maha agung. Salah satu kuil paling sibuk di hari semacam ini adalah juga dikenal sebagai Kuil Longshan Mengjia dan dibangun tahun 1738. Tumpukan karangan bunga makin bertambah banyak seiring bergesernya hari menuju siang. Bunga menjadi persembahan yang dipercayai membawa berkah dan keberuntungan, karena dianggap mewakili pertumbuhan dan dimulainya musim semi. Lensa zoom sudut lebar diperlukan agar dapat menangkap besar dan cerahnya warna-warni gunungan bunga di depan kuil yang megah.

Persembahan di kuil

Alpha 9 II | FE 16-35 mm F2.8 GM | 16 mm | 1/4 dtk | F22 | ISO 50

Menghormati Para Dewa

Selain berdoa memohon keberuntungan di masa depan, mengunjungi kuil adalah kesempatan untuk mengucapkan syukur atas berkah di masa tahun sebelumnya. Untuk menghormati para dewa, umat datang membawa persembahan seperti jeruk, bunga lotus, dan kotak berisi makanan. Persembahan ini dipajang di atas meja panjang yang disediakan di halaman kuil. Teknik kecepatan rana lambat adalah pilihan terbaik untuk mengambil foto kuil dan meja berisi persembahan yang tegak berdiri di tengah kerumunan umat yang terus mengalir.

Membakar kemenyan di kuil

Alpha 7R IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 35 mm | 1/200 dtk | F5 | ISO 800

Menciptakan Suasana Keberkahan

Membakar kemenyan adalah bagian dari tradisi mengunjungi kuil. Sebelum berdoa meminta berkat atau keberuntungan, stik kemenyan, atau stik dupa dibakar untuk menciptakan suasana penuh berkat dengan cara membuat udara beraroma segar. Konon, jika Anda menjadi yang pertama menaruh stik dupa ke dalam wadah kemenyan di kuil (belanga logam atau tembikar), kemungkinan doa Anda terkabul dan harapan Anda terwujud akan lebih besar. Karena Tahun Baru Imlek dimulai tengah malam, banyak umat yang berkumpul di luar kuil pada Malam Tahun Baru dengan membawa stik dupa untuk berpartisipasi dalam ritual ini. 

Tari Barongsai

Alpha 9 II | FE 24-70mm F2.8 GM | 57 mm | 1/250 dtk | F2.8 | ISO 800

Tari Naga yang Memukau

Tari Naga yang berwarna-warni adalah manifestasi keutuhan karya seni dalam gerakan penuh tenaga yang sinkron. Sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek, banyak hotel besar di Taipei mengadakan pertunjukan Tari Naga untuk menjamu para tamu dan pengunjung. Panjang kain naga yang penuh ornamen, biasanya 80 hingga 100 kaki, melambangkan jumlah kekayaan dan keberuntungan yang akan diterima mereka yang menyaksikan pertunjukan ini. Gerakan ular naga diperagakan oleh 15 penari akrobat, dengan tongkat panjang di atas kepala. Penjepretan serangkaian gambar secara beruntun dapat mengabadikan gerakan cepat dan mengalir ini, seraya tetap menangkap ekspresi wajah para penari.

Di Balik Layar:
Tahun Baru Imlek
Peralatan David untuk
Tahun Baru Imlek
ILCE-9M2
Alpha 9 II

ILCE-9M2

ILCE-7RM4
Alpha 7R IV

ILCE-7RM4

SEL2470GM
FE 24-70mm F2.8 GM

SEL2470GM

SEL1635GM

FE 16-35 mm F2.8 GM

SEL1635GM