Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
5 Tip memotret dalam cahaya rendah

oleh Craig Turnbull

Jika Anda mengalami kesulitan memotret dalam cahaya rendah, artikel ini bisa menjadi kunci untuk memahami caranya dan menjadikan gambar cahaya rendah Anda lebih hebat.

Pertama harus saya katakan bahwa tip dan teknik yang dijelaskan di dalam artikel ini berhasil saya lakukan dengan peralatan kamera yang saya gunakan dan untuk gaya gambar yang saya inginkan.

1. TIP NOMOR SATU, JANGAN RAGU MENGGUNAKAN ISO TINGGI.

Akankah ada noise atau bintik hitam? Ya, tentu saja, tetapi sebagian besar media yang digunakan saat ini dilihat melalui perangkat seluler dan tablet di mana noise hampir tidak terlihat. Noise atau bintik hitam juga bisa menjadi hal positif, membuat gambar seolah berupa foto atau film klasik.

JANGAN RAGU MENGGUNAKAN ISO TINGGI

Alpha 7R III | FE 24mm F1.4 GM | 24mm | 1/160 sec | f/1.4 | ISO 16,000

2. PEMILIHAN LENSA DAN PENGATURAN KAMERA.

Kamera seperti Sony Alpha 7 III mempunyai performa menangkap cahaya menakjubkan, dan jika dipasangkan dengan lensa kaca cepat (f/2,8, f/1,8, f/1,4, f/1,2) dapat menghasilkan gambar luar biasa dalam cahaya sangat rendah. Jika Anda hanya mempunyai lensa dengan bukaan maksimum di atas f/2,8, Anda harus menemukan kecepatan maksimal rana tangan yang ada.

Semakin rendah kecepatan rana, semakin rendah pula ISO yang diperlukan untuk mendapatkan paparan yang tepat. Biasanya saya bisa memotret dengan kecepatan rana tangan 1/60 detik, tetapi mungkin tangan Anda lebih stabil sehingga Anda bisa menggunakan kecepatan rana lebih rendah, yang berarti ISO lebih rendah juga.

Setelan fotografi cahaya rendah saya adalah antara 1/60 dtk hingga 1/160 dtk, f/1,4 atau f/2,8 dan kisaran ISO antara 3000 hingga 12800. Hal ini tentu saja bervariasi sesuai dengan cahaya yang ada di lokasi.

Karena biasanya saya mengambil gambar luas terbuka (f/angka terendah), saya lebih suka memotret sepenuhnya manual dan menyesuaikan ISO seperlunya. Kadang-kadang saya juga menggunakan ISO otomatis, saat cahaya ruangan selalu berubah, misalnya di klub malam dan bar dengan lampu panggung.

Jarak fokus adalah sepenuhnya selera Anda, tetapi sekali lagi akan tergantung pada cahaya yang tersedia dan ukuran ruangan atau area. Dalam situasi cahaya rendah, saya lebih suka menggunakan lensa GM 24 mm f/1,4, atau GM 24-70 mm f/2,8.

3. FOTOGRAFI FLASH DAN PENGATURAN.

FOTOGRAFI FLASH DAN PENGATURAN

Alpha 7 III | FE 24mm F1.4 GM | 24mm | 1/30 sec | f/4.0 | ISO 400

Saya lebih suka meminimalkan penggunaan flash dan hanya menggunakannya saat memotret sekelompok orang atau saat tidak ada cukup cahaya untuk memberikan penerangan memadai.

Penggunaan flash di sebagian besar pemandangan malam cenderung menghilangkan cahaya dan warna ruang. Oleh karena itu, saya lebih suka untuk menyetel kamera pada kecepatan rana rendah 1/30 detik, dengan bukaan antara f/4,0-f/5,6 dan ISO 400-800. Saya setel mode flash ke TTL dengan 1 atau 2 kompensasi flash dan sinkronisasi belakang/tirai kedua.

Kecepatan rana rendah memungkinkan cahaya ruang tetap masuk, sedangkan flash menerangi dan menjadikan subjek diam. Jika subjek bergerak cepat maka akan terlihat sejumlah gerakan yang dengan bantuan cahaya berwarna cerah akan menghasilkan efek artistik.

Anda bisa menyetel kecepatan rana lebih rendah lagi dan menggerakkan kamera secara melingkar atau dari berayun dari satu sisi ke sisi lain untuk menghasilkan gambar menarik seperti di bawah ini. Hal ini dikenal sebagai penarikan rana.

Jangan takut untuk mencoba hal baru dan terus berimprovisasi.

FOKUS PADA CAHAYA RENDAH

Alpha 7 III | FE 24mm F1.4 GM | 24mm | 1/4 sec | f/5.6 | ISO 1600

4. FOKUS PADA CAHAYA RENDAH.

Hal paling sulit pada pemotretan dalam cahaya rendah mungkin adalah fokus, tetapi bukan berarti tidak mungkin.

Untuk memotret orang dengan flash, saya lebih suka menyetel fokus ke luas dan mode tunggal. Dalam cahaya rendah, hal ini memberikan kesempatan bagi kamera saya untuk mengunci fokus pada objek di depan saya. Karena saya biasanya menggunakan ƒ/4,0-ƒ/5,6, tidaklah penting apakah fokus yang ditangkap adalah orang yang di depan atau yang di belakang, tetapi tidak akan terjadi keadaan di mana kamera tidak menemukan fokus sama sekali. Saya juga mengaktifkan penyorot AF di dalam kamera serta di flash.

Fokus saat memotret tanpa flash sedikit berbeda dan tergantung pada cahaya yang tersedia. Saya akan menggunakan fungsi Sony Eye-AF, dengan AF kontinu dan area fokus luas atau zona, atau spot fleksibel menengah atau luas.

5. MEMANFAATKAN FUNGSI MEMORI KAMERA ANDA.

Jika memang ada di kamera, saya sangat menyarankan penggunaan fungsi memori, yang biasanya diakses pada tombol mode dan pengaturan menu kamera Anda.

Untuk setiap kamera, saya setel “Mode 1” untuk cahaya rendah, pengaturan ISO tinggi dan “Mode 2” untuk pengaturan flash saya. Ini memudahkan pergantian cepat mode flash dan tanpa flash, tanpa harus menurunkan kamera dan membuang waktu mengubah pengaturan.

Sebagaimana telah saya sebutkan di awal artikel, pengaturan dan tip di atas bukan satu-satunya cara untuk memotret gambar dalam cahaya rendah, tetapi merupakan langkah awal yang baik untuk mengembangkan gaya dan metode Anda sendiri. Anda akan mendapati setiap lokasi sedikit berbeda dan dengan bertambahnya pengalaman, Anda akan mampu beradaptasi dan menemukan pengaturan serta teknik yang sesuai. Jadi, cobalah sekarang dan mulailah berlatih.

Tentang Sang Fotografer – Craig Turnbull

Craig adalah fotografer dan pengajar lepas di Brisbane. Kegemaraannya adalah memotret pemandangan kota dan mengajar seni fotografi serta membantu orang-orang menyetel dan memahami kamera baru mereka.

Perlengkapan Craig
ILCE-7RM3
Alpha 7R III

ILCE-7RM3

SEL24F14GM
FE 24mm F1.4 GM

SEL24F14GM

Artikel ini diterbitkan pertama kali di https://scene.sonyanz.com/