Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
 Pilihan Sutradara

 Eric Wong x G Master 

Sebagai sutradara, saya harus mengawasi seluruh proses pengembangan, produksi, dan pasca-produksi dari setiap cerita yang kami buat. Setiap langkah memerlukan perencanaan dan eksekusi mendetail, mulai dari pengembangan cerita sampai pemilihan lensa yang tepat. 

Setiap lensa memiliki ciri khas sendiri. Ketika memilih lensa untuk adegan tertentu, saya ingin lensa tersebut menciptakan suasana yang tepat. Jika ingin membuat adegan yang tampak seperti mimpi, saya akan menggunakan lensa yang dapat menciptakan efek bokeh menarik atau lensa yang memberikan pinggiran gambar lebih halus.

Contohnya, ketika ingin membuat adegan dari sudut pandang mata manusia, saya biasanya menggunakan lensa G Master 35 mm F1.4. Jika saya mengambil gambar sudut lebar, saya lebih suka menggunakan lensa G Master 24 mm F.14. Jika saya ingin mengambil gambar sambil bergerak, lensa 16-35 mm, 24-70 mm, dan 70-200 mm menjadi pilihan saya. Begitu banyaknya pilihan membantu saya menemukan panjang fokus yang tepat dan melakukan penyesuaian saat mengambil gambar.

Saat mengambil gambar, salah satu kombinasi kamera dan lensa favorit saya adalah sistem Alpha dan lensa G Master. Kamera Alpha memiliki kecepatan autofokus terbaik, dan ketika dipasangkan dengan lensa G Master, kombinasi keduanya menghasilkan kemampuan pelacakan dan autofokus tak tertandingi.  

Di dunia perfilman, kebanyakan Pengarah Fotografi masih memilih sistem fokus manual untuk mendapatkan kontrol lebih, tetapi menggunakan autofokus yang cepat dan andal juga sangat membantu, terutama jika kamera harus terpasang pada gimbal. Ketika subjek dan kamera sama-sama bergerak, kita tentu saja ingin agar semua peralatan tetap ringan dan mudah dibawa. Ketika autofokus hibrida sistem Alpha dipadukan dengan lensa G Master, saya tahu bahwa subjek akan lebih mudah dilacak secara konsisten, dan proses perekaman film pun menjadi jauh lebih mudah.

Keunggulan lain dari sistem Alpha dan lensa G Master adalah dalam kondisi low-light. Biasanya kami menghabiskan banyak waktu untuk mengatur pencahayaan dan latar agar sesuai, dan untuk fotografi komersial di mana waktu memengaruhi biaya, menggunakan sistem Alpha dalam alur kerja kami sangatlah membantu. Dengan kontrol noise menakjubkan dan rentang dinamis yang luas, Anda dapat mengambil gambar dengan cepat dan berpindah. Lensa ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur pencahayaan demi mendapatkan tekstur lebih atau sudut yang kreatif.

Menggunakan G Master 35 mm F1.4, saya dapat mengambil rekaman film yang tajam dengan kedalaman bidang sangat dangkal dalam kondisi low-light. Seluruh bingkai terlihat sangat tajam dan tidak ada detail yang terlewatkan. Hal ini sangat penting karena terkadang hal-hal kecil yang justru membuat suatu adegan lebih hidup. 

Sebagian orang berpendapat bahwa saat memilih peralatan, memilih kamera yang tepat lebih penting dibandingkan memilih lensa yang tepat. Namun, sebenarnya keduanya sama-sama penting. Kamera ibarat otak dan lensa ibarat mata. Jika hanya salah satu yang bagus, Anda tidak bisa mendapatkan rekaman film yang bagus. Karena itu, keduanya sama-sama penting serta harus saling melengkapi dan memiliki kualitas setara. 

Bagi saya, lensa G Master membuka seluruh potensi Sistem Alpha dengan autofokus yang cepat, bokeh tanpa tanding, dan kinerja optik yang menakjubkan.

Sebagai pembuat film, ini artinya saya dapat mengambil gambar dalam resolusi 4K atau lebih tinggi. Selain itu, karena rekaman film yang dihasilkan tajam dan jelas, saya dapat lebih leluasa berkreasi di tahap pengeditan. Saya dapat melakukan reframe dan crop tanpa khawatir akan fringing atau rekaman film tidak fokus.

Dengan dua alat canggih ini, pekerjaan saya menjadi lebih mudah. Keduanya sangat menunjang alur kerja saya, dan membantu saya mengambil gambar tanpa khawatir karena saya tahu saya dapat mengandalkan keduanya untuk membuat cerita saya hidup. 

Peralatan Eric
ILCE-7SM3
Alpha 7S III 

ILCE-7SM3

SEL35F14GM
FE 35 mm F1.4 GM

SEL35F14GM