Awa Odori merupakan salah satu festival tari terbesar di Jepang. Arak-arakan ini diadakan setiap tahun pada bulan Agustus dan selalu berhasil menarik lebih dari sejuta penonton. Awa dulunya adalah nama Perfektur Tokushima – lokasi asal mula diadakannya festival ini - sedangkan odori artinya menari.

Festival ini sudah ada sejak 400 tahun lalu. Banyak teori yang melatarbelakangi diadakannya festival ini. Tetapi, semua teori tersebut menyebutkan adanya prosesi besar pesta dan menari di jalanan. Meski kemungkinan festival ini punya makna tertentu bagi para penonton lokal di desa, sekarang festival ini telah berubah menjadi ajang yang dinanti-nanti oleh banyak tim penari (disebut ren) yang berlatih keras untuk penampilan mereka di festival ini.

Acara tiga hari ini layaknya parade beragam kostum, musik, tari, serta tradisi. Selama menetap di Jepang sejak 10 tahun yang lalu, festival jalanan super megah ini merupakan salah satu festival favorit saya untuk diabadikan.

Eksplorasi Tradisi:
Festival Awa Odori

Mendokumentasikan festival tarian bukanlah perkara mudah. Di jalanan yang penuh dengan penonton serta deretan penari yang terus bergerak; memotret momen terbaik dalam festival tersebut menjadi tantangan tersendiri. Sebagai seorang fotografer, mobilitas saya harus cepat agar dapat menangkap tiap momen. Karena itulah, kamera Alpha dari Sony menjadi pilihan saya saat dalam acara berskala besar seperti ini. Untuk mengambil gambar dalam situasi minim cahaya hingga fitur fokus lacak cepatnya yang responsif, sistem dalam Alpha Sony berhasil membantu saya mewujudkan gambar sesuai keinginan.

Berikut panduan dari saya tentang cara mengambil foto-foto ini menggunakan kamera Alpha Sony dan lensa G Master. 

RAMAIKAN PERAYAANNYA

Alpha 9 | Vario-Tessar T* FE 24-70mm F4 ZA OSS | 50mm | 1/640 sec | f/4.5 | ISO 800

Foto ini mengabadikan penampilan pembuka pada malam pertama Awa Odori. Untuk memamerkan betapa megahnya pergelaran ini, saya memanjat ke atas gerai agar mendapatkan sudut pandang yang luas. Dari situ, saya bisa melihat ekspresi pemirsa yang takjub hingga kekompakan gerakan semua penampil. Saya menggunakan kecepatan shutter yang tinggi demi mengabadikan momen-momen saat itu dan jarak fokus 50 mm untuk menangkap semua objek. Jarak fokus sangat cocok digunakan untuk mengabadikan betapa megah dan meriahnya perayaan malam itu karena mampu menangkap keindahan warna langit senja, cahaya lampion bertebaran, bahkan ekspresi para penampil.

SAKSIKAN SENI MENGHENTAKKAN KAKI

Alpha 9 | FE 70-200 mm F4 G OSS | 1/125 sec | f/5.6 | ISO 2000

Foto ini menampilkan geta (alas kaki tradisional yang terbuat dari kayu) yang dikenakan para penari wanita dalam Awa Odori. Saya ingin menampilkan pancaran energi para penari ketika mengenakan kostum budaya yang unik ini. Untuk menghasilkan foto ini, saya berbaring di jalan dan menjadikan telapak kaki mereka sebagai fokus latar depan. Namun, agar objek di latar belakang juga terabadikan, saya sengaja memperlebar bidikan untuk menangkap semua rombongan yang lewat di latar belakang.

Karena gerakan objeknya agak cepat, saya menggunakan AF-C (Auto Fokus) dan Flexible Spot: M tracking focus untuk mengunci fokus pada telapak kaki penari, lalu memilih kecepatan shutter yang tinggi untuk menangkap gambar telapak kaki kirinya dengan jelas sekaligus sedikit mengaburkan gambar kaki kanannya demi menghadirkan kesan gerakan yang cepat. Dengan area fokus Flexible Spot: M tracking focus, saya bisa mengunci fokus objek gambar (telapak kaki penari). Saya mengambil potret beruntun dengan fps tinggi agar bebas memilih momen terbaik.

Untuk menangkap detail pemandangan ini, saya menggunakan ISO tinggi dalam pencahayaan yang temaram, juga F stop yang cukup lebar demi membatasi kedalaman ruang sehingga fokusnya hanya telapak kaki penari di latar depan.

KAGUMI TOPI-TOPI YANG CANTIK

Alpha 7R IV | FE 24mm F1.4 GM | 1/1250 sec | f/1.6 | ISO 500

Foto ini menampilkan para penari wanita memakai topi tradisional yang disebut Amigasa. Mereka sedang berjalan menuju tempat pementasan tepat saat matahari terbenam. Untuk menonjolkan keunikan budaya dalam festival ini, saya menggunakan topi itu sebagai fokus utama foto dan frame-nya adalah pemandangan di sekitarnya. Dengan memperhatikan kipas yang dipegang para penari lain hingga sudut pandang ke arah bangunan, saya mengimajinasikan topi itu layaknya "puncak gunung" yang menjadi magnet semua pengunjung.

Untuk membuat penikmat foto serasa melihat langsung dan dikelilingi para penari ini, saya menggunakan lensa sudut lebar G Master 24 mm dengan setting apertur yang lebih besar.

Tingginya resolusi Alpha 7R IV Sony juga menyulap foto ini jadi tampak lebih nyata. Walaupun pemotretan dilakukan sesaat setelah matahari terbenam, saya mujur karena masih bisa memanfaatkan cahaya alami berkat sensor gambar CMOS Exmor R beresolusi 61.0 megapiksel. Kamera ini juga dilengkapi dengan 15 stop rentang dinamis dan rentang ISO yang lebar. Fitur ini berfungsi untuk menciptakan gambar yang sangat halus, menangkap kedalaman bayangan dan highlight, dan meminimalkan noise. Bagi para fotografer jalanan dan festival, fitur untuk menggunakan cahaya alami tanpa lampu kilat itu sangat esensial. Alasannya? Karena Anda dapat menjepret subjek foto dari dekat tanpa kilatan lampu yang besar yang membuat mereka merasa terganggu atau takut.

NIKMATI KESERUANNYA

Alpha 9 | FE 70-200mm F2.8 GM OSS | 1/200 sec | f/4 | ISO 800

Awa Odori merupakan pergelaran yang mengusung seni tari tradisional Jepang. Untuk menonjolkan betapa kompaknya gerakan para penari, saya menggunakan lensa G Master 70-200 mm F2.8 agar objeknya tampak lebih dekat dan memamerkan betapa eloknya gerakan dan rekahan senyum di wajah para penari ini saat mereka melewati kerumunan.

Saya menggunakan Real-Time Eye AF untuk mengikuti mata penari utama dan mengambil foto beruntun dengan dia sebagai fokus utamanya. Berkat Eye AF, saya jadi tenang karena kameranya mengunci fokus ke sang penari itu dan tinggal menyempurnakan komposisi gambar.

MENIKMATI HAL-HAL SEDERHANA

Alpha 9 | FE 135mm F1.8 GM | 1/320 sec | f/1.8 | ISO 2590

Di festival budaya akbar, seperti Awa Odori, detail-detail besar maupun kecil menjadi elemen yang menggambarkan keindahan dan pesona perayaan itu. Dalam foto ini, saya ingin menampilkan detail kecil yang mungkin luput dari perhatian kita. Misalnya, salah satu penari ternyata menyelipkan bintang laut di bawah topi Amigasa yang mereka kenakan dan saya baru menyadarinya setelah dia lewat.

Gambar ini diabadikan dengan lensa G Master 135 mm F.18 yang resolusinya luar biasa tajam dan saya berhasil menangkap seluruh detail kecil pada bintang laut tersebut. Di tambah lagi, apertur 1.8 yang lebar menciptakan kedalaman ruang yang dangkal dan efek bokeh. Selain itu, cahaya lampu jalan yang berada di belakang si penari tampak seakan-akan menyelimutinya.

KAGUMI BUSANA ANGGUNNYA

Alpha 9 | FE 135mm F1.8 GM | 1/640 sec | f/1.8 | ISO 500

Gambar ini menampilkan penari wanita memakai topi tradisional yang disebut Amigasa. Mereka sedang berjalan melewati jalan gelap yang diterangi cahaya lentera. Atmosfernya sangat pas tetapi menantang untuk diabadikan karena cahayanya yang temaram. Jadi, saya menggunakan lensa G Master 135 mm F1.8 dengan apertur lebar F1.8 untuk membingkai adegan ini dengan efek bokeh merah dan kuning dari cahaya lentera yang digantung di sepanjang jalan sebagai latar belakangnya.

MENARI MENGIKUTI IRINGAN IRAMA

Alpha 9 | FE 70-200 mm F2.8 GM OSS | 1/250 sec | f/2.8 | ISO 500

Foto ini menampilkan pemain alat musik yang disebut narimono, salah satu alat musik petik tradisional Jepang. Untuk menonjolkan pesona elegan alat musik ini, saya menggunakan lensa GM 70-200 mm F2.8 dengan jarak fokus terpanjang yang saya miliki (200 mm) dan apertur terlebar (F2.8) untuk mengambil gambar leher narimono dan tangan si pemain.

Hasilnya, tidak ada kedalaman ruang, bentuk dan warna latar belakang menjadi blur serta menciptakan efek warna dan bokeh pada lampu lentera sehingga fokusnya adalah alat musik tersebut.

Eksplorasi Tradisi:
Festival Awa Odori

Peralatan yang Dipakai David untuk Awa Odori

ILCE-7RM4

Alpha 7R IV

ILCE-7RM4

ILCE-9

Alpha 9 

ILCE-9

SEL70200GM

FE 70-200mm F2.8 GM OSS

SEL70200GM

SEL24F14GM

FE 24mm F1.4 GM

SEL24F14GM

SEL135F18GM

FE 135mm F1.8 GM

SEL135F18GM

SEL70200G

FE 70-200mm F4 G OSS

SEL70200G

 

SEL2470Z

VARIO-TESSAR T* FE 24-70mm F4 ZA OSS

SEL2470Z