Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe

Tahun Baru Imlek merupakan salah satu hari libur budaya terbesar yang dirayakan di seluruh dunia. Hari libur ini menandai dimulainya Tahun Baru menurut Kalender Bulan Tionghoa. Di Taiwan sendiri, perayaan biasanya berlangsung sekitar 15 hari untuk menandai awal bulan purnama berikutnya. Banyak orang di seluruh dunia menandai hari libur ini sebagai kesempatan untuk bertemu dengan anggota keluarga dan teman keluarga tercinta dengan cara mengadakan makan malam reuni dan kumpul keluarga. 

Pelajari Tradisi:
Tahun Baru Imlek

Membuat foto acara besar semacam ini bisa saja membuat frustasi. Tantangan yang muncul mulai dari menjelajahi pasar yang penuh sesak hingga mencari tahu tempat terjadinya acara budaya berikutnya di jalanan bisa membuat Tahun Baru Imlek di Taiwan menjadi pengalaman memusingkan bagi mereka yang baru pertama kali ikut merayakannya. Sebagai seorang fotografer, menangkap semangat dan suasana festival adalah hal penting, dan karenanya saya memilih kamera Sony Alpha. Keunggulan sistem Alpha buatan Sony, seperti bobot ringan dan kemampuan menangkap gerakan cepat pada kondisi low-light, mendukung kreativitas dan keluwesan saya sebagai seorang fotografer.

Berikut adalah tip cara saya memaksimalkan kemampuan kamera Sony Alpha dan lensa G Master selama peristiwa maha besar ini..

  

Barongsai Tahun Baru Imlek

Alpha 7R IV | FE 16-35 mm F2.8 GM | 1/400 dtk | F4.5 | ISO 1600

Gemerincing simbal dan hentakan drum ritmis mengantar kedatangan Barongsai, yang merupakan salah satu tarian tradisional Tahun Baru Imlek paling ikonis. Tarian yang diperagakan oleh beberapa penari, dengan dua di antaranya ada di balik kostum singa, ini dimaksudkan untuk mendatangkan keberuntungan dan kesejahteraan di tempat tersebut dan orang-orang yang merayakan tahun baru Tarian ini begitu hidup dan penuh energi karena para penonton juga diminta untuk berinteraksi dengan penari dan menyentuh kepala singa untuk mendapatkan keberuntungan. 

Dalam foto ini, saya menggunakan panjang fokus sudut lebar 24 mm untuk menangkap keceriaan momen yang terjadi di hadapan saya. Saya ingin mereka yang melihat foto seolah berada berpartisipasi di dalamnya Oleh karena itu, saya fokus pada kepala Singa dan memastikan tangan-tangan mereka yang berupaya memegangnya ikut terjepret.

  

Kembang api hias

Alpha 7R IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 70 mm | 1/250 dtk | F2.8 | ISO 800

Di Taipei, hiasan kembang api berwarna merah dan emas yang memperindah bagian depan toko, jendela, atau pintu masuk rumah ini merupakan pemandangan umum selama periode Tahun Baru Imlek. Di dalam budaya Tiongkok, warna merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kesuksesan, sedangkan warna emas melambangkan kekayaan. Selama Tahun Baru Imlek, dekorasi festival ini membanjiri jalanan. Yang menarik, meskipun warna merah yang terpampang sudah sangat mengesankan, detail unik di setiap dekorasi hiasan tersebut juga mengungkapkan kisah visual yang memesona. 

Saya menggunakan Sony Alpha 7R IV dengan lensa G Master FE 24-70 mm F2.8 yang disetel 70 mm pada apertur paling lebar F2.8 untuk mendapatkan gambar ini. Pengaturan ini memungkinkan saya mendapatkan kedalaman bidang yang sempit agar mata tertuju pada detail dekorasi, dan mengubah latar belakang lampion terang menjadi bokeh berisi cahaya orb yang berkilauan.

 

Pasar Tahun Baru Jalan Dihua di Taipei

Alpha 7R IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 70 mm | 1/200 dtk | F3.5 | ISO 400

Kesibukan pasar malam Taiwan adalah pemandangan pantas ditunggu-tunggu, terutama selama beberapa hari menjelang Tahun Baru Imlek. Makanan merupakan keharusan untuk menyambut tamu dan mengadakan makan malam reuni sehingga Pasar Malam sering kali dijejali pelanggan yang mencari makanan enak dengan harga paling pas.

Untuk menangkap momen orang yang terus berdatangan, saya duduk di atas balkon dan mengarahkan Sony Alpha 7R IV ke bawah guna menangkap kemeriahan yang ada dari sudut pandang mata burung. Saya memilih kamera ini karena memiliki sensitivitas cahaya rendah dan rentang dinamis yang luar biasa, serta menggunakan lensa G Master FE 24-70 mm F2.8 pada panjang fokus maksimal 70 mm untuk melakukan zoom ke arah para pembeli yang menawar barang.

Pasar Tahun Baru Jalan Dihua di Taipei

Alpha 9 II | FE 24-70mm F2.8 GM | 24 mm | 1/200 dtk | F2.8 | ISO 400

Salah satu pasar malam terbesar di Taipei ada di jalan Dihua dan memanjang hingga beberapa blok. Pasar malam Taipei telah menjadi bagian integral dan ikonis dari festival Tahun Baru Imlek, mulai dari memenuhi kebutuhan persiapan tahun baru hingga menikmati malam dan mencoba-coba barang festival dengan orang terkasih. Semua orang membanjiri setidaknya salah satu pasar besar ini untuk melihat-lihat barang-barang yang sedang diskon. 

Untuk bisa memotret besarnya ukuran pasar jalan Dihua, saya mendapati titik pengamatan dari atas di ujung jalan dan menggunakan perspektif agar mata penonton secara alami fokus pada barisan lampu yang dominan. Gedung-gedung gelap di sekitar pasar juga memandu mata ke arah deretan lampu dan menyoroti atraksi pasar malam. Saya memilih Sony Alpha 7R IV untuk suasana lebih gelap ini karena sensitivitas cahaya rendah dan nada warna dinamisnya yang luar biasa. Hal ini memungkinkan saya menangkap dan menampilkan kontras pasar di bawah yang kaya warna dengan gedung-gedung gelap di tepi jalan. Untuk gambar ini, saya menggunakan lensa G Master FE 24-70mm F2.8 pada panjang fokus terlebar (24 mm) agar bisa mencakup jalan dan langit di atasnya.

Membakar kemenyan di kuil

Alpha 7R IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 35 mm | 1/200 dtk | F5 | ISO 800

Sebelum perayaan Tahun Baru dimulai, banyak masyarakat Tionghoa yang taat membakar stik kemenyan (stik dupa) untuk memohon berkat dan keberuntungan di tahun mendatang. Bahkan katanya orang pertama yang membakar stik dupa akan menjadi yang paling beruntung tahun depan. Oleh karena itu, banyak orang mulai membakar stik dupa mulai pukul 00.00 pada hari pertama Tahun Baru Imlek agar bisa menjadi yang pertama melakukannya. Selama periode ini, udara dipenuhi dengan aroma dan asap dari stik dupa. 

Untuk menangkap atmosfer pemandangan ini, saya menggunakan Sony Alpha 7R IV karena keunggulannya dalam sensitivitas low-light dan saturasi warna. Hal ini memungkinkan saya mempertahankan detail kepulan asap di latar depan dan para pembeli yang masih berjejalan di pasar malam sebagai latar belakangnya. Untuk menangkap aksi dari pemandangan tersebut, saya menunggu tangan para pendoa memasuki bingkai, dan membuat kontras antara kemeriahan religi dan perdagangan yang terjadi dalam satu pemandangan yang sama.

  

Kuil Longshan Mengjia di Taiwan

Alpha 9 II | FE 16-35 mm F2.8 GM | 18 mm | 1/200 dtk | F7.1 | ISO 1600

Sebelum dimulainya festival Tahun Baru Imlek, banyak umat di Tiongkok mengunjungi kuil di malam atau pada hari bertama Tahun Baru Imlek sebagai ungkapan rasa syukur atas tahun sebelumnya dan untuk berdoa demi keberuntungan tahun depan. Salah satu kuil paling sibuk adalah Kuil Lungshan, yang juga dikenal sebagai kuil Mengjia. Dibangun tahun 1738 selama Dinasti Qing, kuil ini adalah salah satu yang tepat berada di tengah kota Taipei. 

Saya menggunakan Sony Alpha 9 II untuk mengambil gambar ini karena tidak terlihat mencolok dan bodinya ringan. Di situs religius seperti ini, fotografer harus memerhatikan keadaan sekitar dan menghormati lokasi yang dikunjungi. Oleh karena itu, saya memilih kamera lebih kecil agar tidak begitu mengganggu. Saya juga menggunakan lensa G Master FE 16-35 mm F2.8 dan panjang terlebarnya (16 mm) untuk mengakomodasi makin banyaknya persembahan yang ada di meja di latar depan, seraya tetap dapat menangkap aristektur kuil yang mengesankan, serta kerumunan pengunjung di latar belakang.

  

Makan malam reuni keluarga saat Tahun Baru Imlek

Alpha 9 II | FE 16-35 mm F2.8 GM | 26 mm | 1/200 dtk | F4 | ISO 1600

Keluarga menjadi inti dari perayaan Tahun Baru Imlek di Taiwan dan di seluruh dunia. Hari libur ini menjadi pemicu migrasi manusia tahunan besar-besaran untuk pulang ke rumah dan ikut serta dalam makan malam reuni keluarga tahunan atau mengunjungi sanak saudara. 

Dalam gambar ini, seorang gadis kecil memegang angpau merah dengan di gendong oleh kakeknya sebelum makan malam reuni.

Anak-anak kecil, remaja, dan orang dewasa yang belum menikah sering kali menerima amplop merah cerah berisi uang tunai ini dari saudara yang lebih tua sebagai token keberuntungan dan berkah, selain sebagai pengingat nilai-nilai kekeluargaan seperti kedermawanan. Anggota keluarga yang lebih muda harus mendoakan anggota keluarga yang lebih tua agar selalu beruntung dan sehat sebelum diberi amplop tersebut. Untuk mengambil gambar tradisi ini, saya menggunakan Sony Alpha 9 II dengan lensa G Master FE 16-35 mm F2.8 pada sudut lebar 26 mm, agar dapat lebih dekat dan terkesan akrab dengan subjek utama gambar, dengan tetap memasukkan anak-anak lain di latar belakang momen tersebut. Untuk potret ini, saya menggunakan apertur lebar untuk mengurangi kedalaman bidang (F4) agar dapat memisahkan kejelasan wajah sang kakek dan cucunya dari orang lain di ruangan tersebut. 

Pelajari Tradisi:
Tahun Baru Imlek

Peralatan David untuk
Tahun Baru Imlek

ILCE-9M2
Alpha 9 II

ILCE-9M2

ILCE-7RM4
Alpha 7R IV

ILCE-7RM4

SEL2470GM
FE 24-70mm F2.8 GM

SEL2470GM

SEL1635GM

FE 16-35 mm F2.8 GM

SEL1635GM