Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
Pelajari caranya: Aisha Nazar berbagi rahasia untuk menguasai Fotografi Malam Hari

oleh Aisha Nazar

Tidak banyak yang tahu bahwa Aisha Nazar tidak pernah menyangka dirinya akan berhasil sebagai fotografer profesional.

“Saya melihat kamera mirrorless dan langsung membelinya tanpa pikir panjang,” tuturnya.
“ Saya langsung menyesali keputusan saya dan setelah beberapa kali gagal menjual kamera tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan kamera itu dan meningkatkan kemampuan fotografi saya.”

Potret malam hari yang dramatis dengan detail tajam sempurna, diambil dengan Alpha 7 III Sony.

Alpha 7 III | FE 55mm F1.8 ZA | 82mm*| 1/250 sec | f/1.8 | ISO 1600

Usaha yang tidak sia-sia. Tahun lalu, perempuan asal Kuala Lumpur berhasil mengalahkan ratusan peserta lain pada kompetisi ThroughTheLens yang digelar Sony. Berkat kemenangannya tersebut, ia mendapatkan akses ke lab teknologi Sony serta kesempatan magang satu tahun di perusahaan raksasa teknologi tersebut.

Lewat Matanya

Dengan pengalaman ini, Aisha mengaku bahwa dia dapat mewujudkan mimpinya menjadi fotografer perjalanan dan dokumenter, profesi yang jauh berbeda dari pekerjaannya sebelumnya sebagai karyawan perusahaan.

Gaya fotografinya? Gambar yang mampu menceritakan kisah. Dia sangat menyarankan penekanan kedalaman makna dari momen-momen yang terekam, alih-alih sekadar mendapatkan foto bagus apa adanya.

“Memahami objek yang Anda foto, meski hanya sedikit, akan mengubah sudut pandang Anda,” katanya dengan jujur. “Cara ini dapat membantu Anda berpikir dan menemukan ide untuk ditulis.”

Sensor ukuran penuh kamera Full Frame Sony membantu lebih banyak cahaya masuk sehingga menghasilkan foto malam hari yang jelas.

Alpha 7 III | FE 55mm F1.8 ZA | 82mm*| 1/125 sec | f/1.8 | ISO 1600

Setelah mantap menonjolkan unsur cerita dalam fotografi, Aisha kemudian mempelajari teknis dan proses kreatif dalam fotografi malam hari dengan kamera Full Frame Sony.

Ada satu aspek unik yang ia tekankan, yakni manipulasi cahaya saat memotret di malam hari. Beragam gambar, mulai dari jejak cahaya yang tajam hingga potret jalanan yang sangat indah, dapat diperoleh dengan sumber cahaya yang tepat dan pengaturan kamera.

“Dalam fotografi malam hari, tidak ada teknik yang benar atau salah,” dia menyimpulkan.

Baca untuk mengetahui tips menguasai fotografi malam hari dari Aisha.

Peralatan fotografi praktis andalan Aisha

Mengapa harus menggunakan kamera Full Frame Sony untuk mengambil foto malam hari?

Kamera Full Frame Sony sangat tepat untuk fotografi malam hari karena memiliki sensor ukuran penuh sehingga lebih banyak cahaya masuk dibandingkan sensor terpotong. Kamera ini juga dibekali ISO tinggi sehingga dapat menghasilkan gambar dengan detail yang kaya dan mengurangi noise.

Sony α7 III dapat menghasilkan foto resolusi tinggi dan bebas noise dalam kondisi cahaya temaram dengan baik.

 Alpha 7 III | FE 55mm F1.8 ZA | 55mm | 1/200 sec | f/1.8 | ISO 160

Bagaimana pengaturan fotografi malam hari yang biasa Anda gunakan?

Untuk fotografi malam hari, terutama saat memotret jalanan, saya biasanya menggunakan pengaturan kamera berikut:

Mode manual
F-stop: Ambil foto lebar dengan nilai apertur f2.8 atau lebih rendah, jika memungkinkan
ISO: Ambil foto antara ISO 800 – 1600, tergantung situasi pencahayaan dan foto akhir yang ingin saya dapatkan. Dengan Alpha 7 III Sony, saya tidak khawatir foto yang saya ambil memiliki banyak noise. Kamera ini mampu menghasilkan gambar bagus dalam kondisi cahaya temaram.
Kecepatan Shutter: 1/80 – 1/160 dtk
Ambil foto RAW untuk memaksimalkan detail pascaproduksi.

Tips fotografi jalanan

Bagaimana pengalaman Anda mengatur fokus saat memotret di malam hari? Untuk fotografi jalanan, seberapa penting autofokus untuk mengabadikan momen dengan sempurna?

Real-time Eye AF langsung melacak dan mengunci subjek foto, bahkan dalam kondisi cahaya temaram. AF yang cepat sangat penting untuk fotografi jalanan karena momen yang sudah terlewat tidak mungkin terulang lagi. Anda membutuhkan lensa cepat untuk keperluan ini agar mendapatkan dan mengunci fokus pada subjek dengan cepat. Kamera dengan sensor bagus, seperti Sony Full Frame, sangat tepat untuk fotografi ini karena memiliki performa yang unggul saat memotret dalam kondisi pencahayaan rendah sehingga dapat melacak subjek foto dengan lebih baik.

Abadikan setiap momen dengan Real-time Eye AF cepat dari Sony A7M3 yang mampu melacak dan mengunci subjek secara langsung.

 Alpha 7 III | FE 55 mm F1.8 ZA | 55 mm | 1/125 dtk | f/1.8 | ISO 1250

Bagikan tips fotografi jalanan di malam hari Anda.

Jangan menarik perhatian! Cara ampuh agar tidak memancing perhatian adalah tidak mengenakan pakaian yang mencolok saat mengambil foto. Kenakan pakaian seperti yang umumnya dipakai orang-orang. Gunakan lensa yang ringkas, seperti kamera F1.8 35 mm atau 55 mm Sony. Berkat autofokus yang supercepat, Anda dapat memotret pemandangan jalanan yang dinamis dengan resolusi antar sudut yang tinggi menggunakan apertur lebar, serta bokeh mulus.

Saya juga sangat menyarankan untuk memotret dengan mode senyap agar tidak menarik perhatian saat shutter tertutup dan Anda dapat menangkap emosi yang natural. Hanya gunakan Electronic Viewfinder (EVF) kamera Sony sesekali dan ambil foto setinggi pinggang atau dada agar orang-orang tidak sadar bahwa mereka sedang difoto.

Saat memotret jalanan yang gelap, manfaatkanlah cahaya di sekitar Anda, misalnya lampu depan mobil yang lewat sebagai cahaya belakang subjek Anda. Ini akan menciptakan efek iluminasi yang mempertegas gambar, Anda juga bahkan bisa menggunakan panel cahaya pada eksterior sebagian besar toko atau restoran sebagai sumber cahaya untuk subjek foto Anda.

Abadikan potret jalanan yang dinamis dengan resolusi tinggi dan bokeh mulus menggunakan apertur lebar dari lensa tambahan di Alpha 7 III Sony.

Alpha 7 III | FE 55 mm F1.8 ZA | 55 mm | 1/125 dtk | f/1.8 | ISO 500

Bagaimana cara mengambil gambar tanpa noise saat memotret di malam hari?

Menguji kemampuan kamera menggunakan ISO tinggi sangat penting agar Anda tahu kemampuan kamera serta ISO terbaik untuk menghasilkan gambar akhir yang lebih bersih dan lebih tajam. Anda juga dapat menggunakan tripod untuk mendapatkan gambar yang bagus, jadi Anda bisa menggunakan ISO dan kecepatan shutter yang lebih rendah.

Anda juga bisa menggunakan lensa apertur lebar untuk mendapatkan jumlah cahaya maksimal. Lensa G Master Sony adalah solusi paling tepat untuk kebutuhan ini karena foto yang dihasilkannya tetap jelas, bahkan dengan aperture paling lebar sekalipun. Selain itu, lensa ini mempunyai lapisan khusus yang mengurangi semburan cahaya yang biasa terjadi pada malam hari.

Cara menggunakan flash yang benar

Bagaimana cara memaksimalkan flash saat mengambil potret malam hari di luar ruangan?

Flash, seperti HVL-F60RM Sony dapat digunakan sebagai sumber cahaya untuk menerangi subjek saat Anda memotret di malam hari. Flash pada kamera, menurut saya, sedikit terlalu datar dan terang. Oleh karena itu, Anda dapat memakai reflektor untuk memantulkan cahaya dari samping ke subjek untuk mendapatkan efek lebih dramatis dengan memanfaatkan kekontrasan antara objek yang paling banyak dan paling sedikit mendapatkan cahaya.

Mengabadikan jejak cahaya

Bagaimana cara mendapatkan foto jejak cahaya yang sempurna?

Foto jejak cahaya yang sempurna mampu mengabadikan jejak cahaya dengan tajam dan mulus, menghasilkan gambar yang sangat bagus. Menurut saya, transisi halus jejak cahaya pada foto dengan latar belakang gelap terlihat hebat dan menarik.

Abadikan foto jejak cahaya dengan cantik menggunakan Sony α7 III.

Alpha 7 III | FE 16-35 mm F4 ZA OSS | 35 mm | 5 dtk | f/13 | ISO 50

Apa saran terbaik dari Anda untuk mendapatkan komposisi cantik dalam foto jejak cahaya?

Pertama, bayangkan gambar akhir yang Anda inginkan, lalu atur komposisi dan framing, dan temukan spot ideal dengan tripod. Setel kamera ke mode manual menggunakan pengaturan berikut sebagai pedoman umum: ISO paling rendah, aperture f11 - f18, kecepatan shutter 10-30 detik. Anda dapat menyesuaikan pengaturan ini sampai menemukan kombinasi yang pas.

Kesalahan apa yang sering dilakukan fotografer saat mengambil potret jejak cahaya di malam hari?

Melewatkan saat yang tepat. Untuk mendapatkan potret jejak cahaya, kecepatan shutter yang tepat adalah kunci untuk menangkap subjek bergerak yang memancarkan cahaya. Anda juga harus banyak berlatih agar bisa mendapatkan gambar yang bagus.

Menyempurnakan pemandangan kota

Apa trik Anda untuk mendapatkan foto pemandangan kota malam hari yang sempurna?

Orang-orang biasanya mencari spot yang tinggi dan bagus agar dapat mengambil potret yang diinginkan tanpa gangguan. Namun, untuk mendapatkan foto yang sempurna, Anda harus terus mencari dan meminta saran dari fotografer lain.

Sony A7M3 menghasilkan potret pemandangan kota dengan resolusi tinggi, detail yang tajam, dan tanpa noise.

Alpha 7 III | FE 55 mm F1.8 ZA | 55 mm | 25 dtk | f/18 | ISO 100

Meningkatkan kreativitas Anda

Berikan saran untuk meningkatkan kreativitas saat mengambil potret di malam hari.

Salah satu hal menarik dari mengambil foto di malam hari adalah Anda bisa berkreasi dengan cahaya, menampilkan realitas yang jauh berbeda dengan ketika dilihat dengan mata telanjang. Agar makin menarik, kurangi kecepatan shutter dan lihat perbedaan hasilnya. Dengan teknik ini, Anda dapat menciptakan jejak cahaya dari objek bergerak dengan memanfaatkan gerakan lambat untuk menggambarkan kecepatan objek bergerak terhadap latar yang cerah.

Abadikan berbagai foto kreatif dengan Alpha 7 III Sony.

Alpha 7 III | FE 55 mm F1.8 ZA | 55 mm | 1/10 dtk | f/4 | ISO 125

Penafian: 
Opini yang dinyatakan dalam publikasi ini adalah opini penulis. Opini tersebut tidak mencerminkan opini atau pandangan Sony.

* Setara dengan 82 mm dalam mode APS-C

ILCE-7M3
Alpha 7 III

ILCE-7M3

SEL55F18Z
Sonnar T* FE 55mm F1.8 ZA

SEL55F18Z

SEL1635Z
Vario-Tessar T* FE 16-35mm F4 ZA OSS

SEL1635Z