Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
Menjadikan Fotografi Lanskap Lebih Mudah

oleh Andrew Clarke

Semua pernah mendengar pepatah lama, “Jangan dipersulit". Berkenaan dengan fotografi, pepatah tersebut adalah sebuah tantangan. Di banyak lokasi (terutama lokasi wisata), sangatlah sulit untuk mengambil gambar yang bersih dan sederhana. Artikel ini menjelaskan proses perencanaan pembuatan fotografi lanskap yang menawan, beserta tip praktis dan pascaproduksi.

Oke, bersiaplah, inilah gambar mentahnya:

Alpha 7R II | FE 24-70 mm F2,8 GM | 35 mm | 1/66 dtk | f/14 | ISO 100

Alpha 7R II | FE 24-70mm F2.8 GM | 35mm | 1/66sec | f/14 | ISO 100
Sangat datar dan biru.

1 - Identifikasi subjek

Sebenarnya sederhana sekali. Sebuah biara.

Memang, tetapi ada hal lain. Siapa pun bisa mengambil gambar Vlacherna Monastery di Corfu dan sedikit mengulas sejarah, serta keunggulan dan keunikan geografisnya. Tetapi jika senjata Anda hanyalah gambar dua dimensi, maka pesan yang ingin Anda sampaikan ke pemirsa harus jelas, agar Anda juga bisa membuat keputusan tentang cara pengambilan gambar.

Subjek gambar seringkali sangat personal. Pendapat Anda tentang sebuah gambar bisa jadi sangat berbeda dengan orang lain, bahkan dari pemikiran fotografernya. Subjek foto bisa apa saja. Anda mungkin ingin menonjolkan objek atau bangunan, orang atau binatang, warna, teknik komposisi, narasi visual, atau bahkan suasana hati atau ruang (sekadar contoh).

Bagi saya, gambar di atas juga memuat:

1. Lokasi yang luar biasa;
2. sensasi isolasi dan kontemplasi; dan
3. kedamaian dalam pemandangan.

Mungkin hal ini terkesan mengada-ada (mungkin memang iya), tetapi sebagaimana saya sampaikan sebelumnya, mengetahui dengan pasti tujuan pengambilan gambar akan memudahkan penyampaian pesan yang diinginkan.

2 - Tonjolkan subjek Anda

Di sinilah semua menjadi sedikit lebih rumit. Sebagian gambar memerlukan banyak usaha, baik dari sisi kamera atau pascapemrosesan agar maksud Anda tersampaikan. Sebagian gambar yang lain sudah siap begitu Anda melepaskan rana. Menyeimbangkan realitas pemandangan dan visi artistik Anda seringkali menjadi sesuatu yang sulit, dan ini adalah keputusan yang hanya bisa diambil oleh Anda seorang. Tidak ada pendekatan paten agar semua subjek Anda tampak menonjol, sehingga saya rekomendasikan untuk mencoba berbagai teknik/strategi sampai Anda menemukan yang paling sesuai.

Berikut adalah gambar yang sama, hasil dari pemotongan dan koreksi.

Untuk mencapainya.

Untuk mencapainya.

Berikut adalah sejumlah teknik yang saya gunakan pada kamera untuk memudahkan kisah visual gambar ini.

Komposisi - pembingkaian dan jarak fokus

Tidak ada yang lebih damai daripada permukaan air yang tenang. Hal ini memang terdengar klise. Untuk gambar ini, saya menempatkan kamera sedemikian rupa demi memaksimalkan air di latar depan dan melakukan sedikit pembesaran hingga 35 mm untuk menghilangkan gangguan di tepian pemandangan (lihat tautan di bawah untuk informasi tentang peralatan Sony yang saya gunakan).

Komposisi - simetri
 
Saat ini, permukaan air yang tenang memantulkan citra langit yang sebagian besar tak berawan dan menjadikan gambar begitu seimbang. Karenanya, saya menempatkan horizon di titik tengah gambar. Seandainya langit gelap, penuh dengan awan mendung, komposisi mungkin akan lebih menonjolkan langit. Terdapat juga simetri horizontal antara dua pulau di pemandangan, yang keduanya berada di garis horizontal ketiga - hal ini juga membuat gambar semakin seimbang.

Paparan lama

Sejak awal saya tidak ingin ada terlalu banyak orang di gambar, bangunan yang dikerumuni turis tidak akan sesuai dengan narasi kedamaian yang ingin saya ungkapkan. Untuk mendapatkannya, saya mengkombinasikan beberapa paparan lama sekitar 60 detik. Dengan waktu paparan cukup lama, objek bergerak (termasuk orang) cenderung menjadi semi transparan atau bahkan hilang sama sekali. Hanya benda tidak bergerak yang sepenuhnya ditampilkan.

Catatan: untuk mendapatkan efek ini di tengah hari, Anda membutuhkan filter densitas netral yang kuat (dalam hal ini 10 stop) dikombinasikan dengan penutupan lubang lensa (dalam hal ini f/14).

3 - Sederhanakan gambar dan hapus gangguan

Oke, kini subjek sudah menonjol, mari kita hapus atau minimalkan semua hal dalam bingkai yang tidak selaras dengan tujuan gambar atau mengalihkan fokus pemirsa.

Hal ini dapat dengan mudah dilakukan dengan cara secara fisik mengubah pemandangan dan/atau mengubah komposisi, meskipun hal ini tidak selalu mungkin dilakukan. Dari sisi kemampuan perangkat lunak untuk pengeditan pascapemrosesan, Anda tentu saja bisa melakukan hal ekstrem dan mengubah gambar secara total. Hal ini bisa jadi baik sekaligus buruk. Saat mulai mengambil gambar, saya membuat kesalahan meskipun telah berhati-hati dan membiarkannya apa adanya.

Pada gambar ini, bahkan dengan teknik penumpukan paparan lama seperti yang sudah disebutkan di atas, masih saja ada jejak orang yang bergerak di pulau tersebut, yang sangat ingin saya minimalkan. Saya gunakan kombinasi spot removal, content aware fill, dan peralatan stamp and patch untuk gambar ini.

Sebelum:

Sebelum

 

Setelah:

Setelah

 

Gambar terakhir:

Jangan gunakan Photoshop.

Jangan gunakan Photoshop.

Saran terakhir 

Pemikiran untuk menggunakan peralatan pengeditan tidak bisa dihindari. Meskipun demikian, sangatlah penting untuk memutuskan kapan untuk tidak menggunakan Photoshop dan langsung ekspor saja. Dalam hal ini, saya tidak menghapus:

1. Pelampung merah di latar depan - Saya rasa itu malah menambah keseimbangan komposisi dan memberikan kedalaman dalam pemandangan (meskipun hampir saja saya potong!).
2. Pria yang duduk di bangku di dekat biara, pemikiran tentang seseorang yang merenung sendirian sangat cocok dengan tema isolasi dan ketenangan. Pria tersebut juga tidak beranjak sekitar 30 menit, jadi memang pantas ada di gambar.
3. Jalan setapak yang menghubungkan biara ke daratan memang dapat memperkuat sifat abstrak pemandangan dan sensasi isolasi, tetapi menurut saya malah akan terlalu mengubah integritas gambar.

Ingatlah bahwa untuk setiap "aturan" pasti ada pengecualian. Gambar yang sibuk yang kaya dengan detail, tekstur dan kompleksitas juga tentu akan memesona, selalu coba berbagai kemungkinan!

Hubungi saya di InstagramFacebook atau di situs web saya dan berikan pendapat Anda!

Tentang Sang Fotografer – Andrew Clarke

Andrew J Clarke adalah fotografer komersial dan lanskap pemenang penghargaan dengan minat mendalam untuk memotret lanskap Australia yang memukau. Saat tidak pergi memotret, Andrew melakukan tur foto di Perth CBD, workshop di barat daya Australia Barat dan menjadi tutor privat fotografi lanskap dan pascaproduksi. Andrew adalah mitra fotografi dari Western Australian Youth Orchestra, seorang Advokat Sony Digital Imaging dan menjadi finalis di ajang Penghargaan Photographer of the Year AIPP WA tahun 2018 untuk kategori Emerging Photographer.

Perlengkapan Andrew
ILCE-7RM2
Alpha 7R II

ILCE-7RM2

SEL2470GM
FE 24-70mm F2.8 GM

SEL2470GM

Artikel ini diterbitkan pertama kali di https://scene.sonyanz.com/