Sony 400mm f/2.8 G Master Uji Lapangan: Beruang Kutub Churchill

Sejak lensa ini diumumkan, saya sudah berniat untuk menggunakan Sony 400mm f/2.8 G Master. Lensa ini membuat riuh dunia fotografi, dan menurut saya lensa ini menciptakan standar baru super-tele prime yang bagus. Berat yang lebih ringan daripada pesaingnya, distribusi beban yang lebih baik, tiga mode stabilisasi gambar, sistem fokus paling cepat yang pernah ada – dan masih banyak lagi. Saya tahu bahwa lensa ini akan mengubah segalanya, dan saya tidak sabar menunggu untuk mencobanya secara langsung di lapangan.

”Bagi saya, satu-satunya cara untuk mendapat kesan dari suatu perlengkapan baru adalah dengan mencobanya di alam liar: cuaca yang tidak bersahabat, subjek yang bergerak cepat, dan beban pikiran bahwa ini adalah pengambilan gambar sekali seumur hidup.” -Nate Luebbe (@nateinthewild)

Tentu saja, memang lebih mudah untuk pergi ke jalanan kota dan mengambil gambar kawanan burung camar dan puas dengan hasilnya. Namun bagi saya, satu-satunya cara untuk satu-satunya cara untuk mendapat kesan dari suatu perlengkapan baru adalah dengan mencobanya di alam liar: cuaca yang tidak bersahabat, subjek yang bergerak cepat, dan beban pikiran bahwa ini adalah pengambilan gambar sekali seumur hidup. Saya tidak bisa menilai perlengkapan baru tanpa menggunakannya di berbagai macam lingkungan saat mengambil gambar dan harus beradaptasi dengan cepat. Hal tersebut yang membuat saya pergi ke Churcill, Manitoba selama seminggu untuk fotografi alam liar di lingkungan yang ekstrim di dekat Lingkar Arktika. Tidak ada yang lebih memacu adrenalin selain berada di area yang sama dengan karnivora terestrial terbesar di bumi, beruang kutub, sekaligus dihantui tenggat waktu sebagai jurnalis. Kesimpulannya - saya bekerja optimal saat di bawah tekanan.

Alpha Universe Nate Luebbe Sony 400mm Churchill DSC0861

Sony α7R III. Sony 400mm f/2.8 G Master lens. | 1/1600-sec., f/2.8, ISO 400

Alpha Universe Nate Luebbe Sony 400mm Churchill DSC0443

Sony α7R III. Lensa Sony 400 mm f/2.8 G Master dengan telekonverter 2X. 1/3200 dtk., f/5.6, ISO 640

Mulai Mengatur

400mm f/2.8 G Master memiliki segudang opsi penyesuaian yang semuanya telah dijelaskan dalam ribuan blog fotografi di internet, sehingga saya tidak perlu menguraikannya satu per satu di sini. Sebagai gantinya, saya akan fokus pada poin-poin yang paling bermanfaat:

Jarak Fokus

Kontrol jarak fokus menyediakan tiga pengaturan:

7m - ∞
7m - 2.7m
Penuh (2,7m -∞)

Hal ini sangat membantu karena lensa yang susah fokus dari jarak 2,7 m hingga tak terbatas sangatlah tidak efisien dan bisa membuat bidikan kamera tidak tepat. Dengan menentukan perkiraan rentang subjek, saya mempercepat pencarian fokus dan mengunci subjek jauh lebih cepat sehingga gambar lebih stabil dan menghasilkan banyak sesi foto yang bagus. Karena perjalanan ini berfokus pada memotret mesin pembunuh berjari pisau seberat 1.500 pon, saya mengatur lensa menjadi 7m-∞ karena jika kurang dari 7 meter, saya akan lebih memprioritaskan hidup saya daripada mengunci fokus.

Alpha Universe Nate Luebbe Sony 400mm Churchill DSC9080

Sony α7R III. Sony 400mm f/2.8 G Master lens. | 1/2500 sec., f/4.5, ISO 800

Full-Time DMF

Salah satu fitur paling keren dari lensa ini adalah kemampuannya untuk mengoptimalkan titik fokus dengan ring fokus tanpa mematikan AF secara manual (baik pada lensa maupun kamera). Fitur ini memungkinkan autofokus kamera mengidentifikasi sebuah subjek (seringnya adalah hidung hitam beruang karena sangat menonjol di area berwarna putih), lalu memutar ring untuk fokus secara maksimal ke mata. Pada hari pertama di Churcill, saya mengaktifkan fitur ini dan tidak pernah mematikannya selama perjalanan. Autofokus terus berfungsi sampai Anda memutar ring fokus, selanjutnya kendali kamera dan lensa ada di tangan Anda.

Alpha Universe Nate Luebbe Sony 400mm Churchill DSC0834

Sony α7R III. Sony 400mm f/2.8 G Master lens. | 1/1600-sec., f/2.8, ISO 400

Stabilisasi Gambar

Karena sebagian besar momen terbaik di alam liar terjadi tanpa direncanakan, saya memutuskan untuk tidak membawa tripod dalam beberapa hari terakhir perjalanan ini, lalu memilih mengambil gambar dengan tangan untuk menghemat waktu persiapan. Memegang lensa 400 mm bukanlah hal mudah. Saya bisa melakukannya karena bobotnya lebih ringan, seperti diketahui bahwa lensa ini didesain untuk kamera mirrorless Sony, titik keseimbangan lensa 400 mm lebih dekat ke bodi dibandingkan dengan lensa 400 mm DSLR, serta karena sistem stabilisasi gambar yang mumpuni. Secara khusus, stabilisasi gambar luar biasa efektif dan serba guna. Foto yang hasilnya blur pada katalog saya adalah karena pergerakan subjek, bukan masalah stabilisasi.

Mode Stabilisasi Gambar

- Stabilisasi penuh

- Stabilisasi ditargetkan ke penggeseran tangkapan dan pergerakan subjek secara menyamping pada frame

- Algoritma canggih yang menyajikan stabilisasi optimal untuk subjek yang dinamis dan tidak dapat diprediksi serta bergerak cepat

Tiga mode tersebut mempunyai manfaat masing-masing, jadi saya tidak dapat mengatakan mode mana yang paling baik, namun perlu diketahui bahwa mode ketiga lebih efektif saat mengambil gambar dengan tangan untuk subjek yang tidak dapat diprediksi. Saya beruntung mendapatkan momen saat kelinci hutan Arktika berlari melewati saya, dan dengan Optical Steady Shot diatur ke mode dua (untuk bidikan panning), kamera dan lensa tidak hanya mengunci fokus dengan sempurna pada kelinci, namun mekanika stabilisasi lensa membuat setiap frame tetap tajam.

Alpha Universe Nate Luebbe Sony 400mm Churchil lukisan kelinci artik

Sony α7R III. Sony 400mm f/2.8 G Master lens. | 1/2500-sec., f/2.8, ISO 320

Sepertinya tidak menarik untuk membicarakan tentang melacak kelinci melompat di salju, namun saya memotret hanya dengan tangan, dengan bukaan f/2.8, subjek berwarna putih di latar belakang berwarna putih, dan kelinci hutan Arktika berukuran lebih kecil daripada bola sepak dan berlari dengan kecepatan 40 m/jam. Aktuator fokus linear revolusioner membuat elemen fokus pada lensa G Master ini hampir lima kali lebih cepat dibandingkan dengan sistem fokus rotasi tradisional yang ada di hampir semua lensa DSLR. Untuk hewan liar dengan pergerakan cepat, mekanisasi fokus secepat kilat sangat diperlukan.

Jangkauan Luas

Tadi Saya sampaikan bahwa saya memotret hanya dengan satu lensa tetap, namun saya pasang telekonverter Sony 1.4X dan 2.0X. Memotret dengan lensa tetap telefoto terasa sedikit tidak leluasa, namun dalam sekejap saya dapat mengubah 400mm f/2.8 ke 560mm f/4.0 atau 800mm f/5.6, tanpa kehilangan ketajaman, kontras atau hasil pemrosesan warna. Menurut saya ini sangat berguna untuk mengambil gambar subjek yang bergerak mendekat ke arah saya (dengan perlahan), sehingga saya dapat dengan mudah melakukan transisi dari pengambilan lebih lebar yang menampilkan konteks pada lanskap ke potret cantik wajah dan tubuh hewan. Telekonverter tentu saja memotong apertur maksimum, yang biasanya menjadi kekurangan yang cukup signifikan, namun karena lensa ini f/2.8, meskipun jumlah cahaya berkurang karena penggunaan telekonverter, tapi lebih dari cukup untuk skenario pengambilan gambar apa saja.

Berhubung saya menjalani hari-hari di Churcill Wild untuk menjelajahi tundra beku dengan jalan kaki, berat Sony 400mm f/2.8 G Master + α7R III yang ringan (hampir 2 kg lebih ringan daripada DSLR pada umumnya) membuat saya tidak kewalahan. Dengan membawa telekonverter untuk memperjauh jangkauan, daripada membawa lensa kedua, dapat mengurangi beban barang bawaan dan menjangkau lebih banyak area tiap harinya - keuntungan besar lainnya adalah saat memotret alam liar di belantara yang luas.

Alpha Universe Nate Luebbe Sony 400mm Churchill DSC9617 Edit

Sony α7R III. Sony 400mm f/2.8 G Master lens with 2.0X teleconverter. 1/1600-sec., f/5.6, ISO 1000

Intinya, ensa ini merupakan lensa premium untuk proyek premium dengan harga yang sesuai. Anda mendapatkan lensa 400mm f/2.8 paling ringan yang pernah diproduksi, dengan elemen internal yang mumpuni, mekanisasi fokus canggih dan elemen kaca yang dirancang untuk meneruskan gambar yang paling tajam dan jernih. Memotret dengan α7R III, lensa ini tidak bermasalah saat menghasilkan gambar dengan sensor 42,4 MP, dan jelas bahwa Sony membuat 400mm G Master sebagai investasi jangka panjang. Berhubung Sony adalah pembuat sensor terkemuka di dunia, Sony mampu mendesain lensa untuk pengembangan sensor masa kini dan masa depan. Saya yakin bahwa sebanyak apa pun angka piksel atau kecepatan burst di masa depan, lensa ini akan selalu dapat diandalkan.

Alpha Universe Nate Luebbe Sony 400mm Churchill DSC4893

Lihat lainnya dari Nate Luebbe di 

Artikel ini awalnya diterbitkan di alphauniverse.com