Tips untuk Fotografi Makro

Apa hal pertama yang Anda pikirkan tentang makro? Bagi sebagian besar fotografer, makro biasanya terkait dengan lensa, tetapi sebelum dia memikirkan cara membingkai foto makro, Seniman Sony dan fotografer makro, Caroline Jensen, menyiapkan kamera Sony a7R III untuk pekerjaan ini. Fotografi makro membutuhkan keakuratan dan dengan menggunakan fitur yang jarang digunakan, Jensen mendapatkan gambar yang lebih tajam, terekspos dengan memadai, dan siap dibagikan atau dicetak.

Pola Zebra untuk Mengatur Sorotan

Pertama-tama, Jensen mengatur pola zebra untuk mengendalikan sorotan pada bingkai. “Jika memiliki sorotan cermin dalam foto makro, sorotan ini dapat merusaknya,” ucapnya. Dengan mengatur Pola Zebra ke 100+ di menu, Jensen mengatur sudut pengambilan gambar, lalu menyesuaikan pencahayaan untuk melihat pola zebra di jendela bidik. “Saya mengeksposnya sehingga pola zebra terlihat di subjek” jelasnya. “Lalu, saya mengurangi pencahayaan sampai pola zebra hilang. Hal ini memastikan bahwa saya punya gambar yang bagus, dan semua hal penting terekspos dengan baik.”

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Pola Zebra

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Zebra 100

Peaking Fokus dan Fokus Manual

Yang lebih penting lagi, ketajaman tertinggi sangat berpengaruh dalam foto makro. Dan foto makro terbaik biasanya menerapkan fokus selektif dalam bingkai sehingga sebagian area subjek terlihat lembut dan menambahkan aksen tajam di bagian lainnya. Jensen menyiapkan Peaking Fokus untuk mendapatkan kontrol penuh atas zona fokus pada foto makronya. “Ini merupakan hal yang sangat penting. Fotografi makro sering menggunakan fokus manual. Fokus manual mungkin saja sangat sulit dilakukan jika Anda melihat melalui jendela bidik atau layar LCD. Oleh karena itu, fokus peaking akan memberi tahu Anda, area mana yang masuk dalam fokus. Saya suka mengaturnya ke posisi rendah karena akan lebih akurat.”

 

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Peaking Fokus

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Peaking Rendah

Setiap orang punya preferensi masing-masing untuk warna peaking dan Jensen menyarankan untuk mengubahnya berdasarkan subjeknya. “Saya lebih suka warna kuning,” kata Jensen. “Jika Anda memotret subyek berwarna merah, pilih kuning. Jika subjeknya kuning, pilih merah. Usahakan tingkat kontrasnya setinggi mungkin sehingga Anda dapat melihat peaking fokus menyebar di seluruh bingkai."

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Kuning Peaking

Raih Fokus Penting

Karena ketajaman tertinggi sangat penting dalam makro, Jensen memetakan Pembesaran Fokus agar menjadi tombol kustom untuk akses cepat. “Fitur pembesaran fokus sudah ada di kamera, tetapi saya ingin mengaksesnya dengan tombol C1,” jelasnya. Tombol Kustom 1, secara default, diatur untuk White Balance. Saya mengubahnya menjadi tombol Pembesar Fokus. Pengaturan ini sangat efektif untuk meraih peaking fokus dengan sangat akurat di area saat saya mulai memutar ring fokus.”

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Pembesar Fokus

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Pemetaan Pembesar Fokus 2

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Pemetaan Pembesar Fokus 3

Gaya Dedaunan Musim Gugur Tidak Hanya untuk Memotret Dedaunan Musim Gugur

Kamera tanpa cermin milik Sony memiliki beberapa preset bawaan yang utamanya digunakan untuk kontrol warna. Untuk pemotretan makro, terlepas dari musim, Jensen menggunakan Gaya Kreatif Daun-Daun Musim Gugur. “Pertama-tama, saya mengatur warna menjadi Adobe RGB, lalu memilih Daun-Daun Musim Gugur di Gaya Kreatif. Ini merupakan langkah pertama yang baik untuk gambar makro. ” Lanjutnya, “Kemudian saya mengatur Kontras, Saturasi, dan Ketajaman dalam Gaya Kreatif Daun-Daun Musim Gugur berdasarkan subjek. Terkadang ada subjek yang sangat tersaturasi sehingga saya harus mengurangi tingkat saturasinya. Dalam kesempatan yang berbeda, saya mungkin menghilangkan latar dan meningkatkan saturasinya. Saya paling sering mengutak-atik saturasi, sedangkan saya jarang mengubah ketajaman.”

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Daun-Daun Musim Gugur

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Pilih Daun-Daun Musim Gugur

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro Menyesuaikan Daun Musim Gugur

Pemanasan dengan White Balance

Poin terakhir dari lima pengaturan makro teratas yang disampaikan Jensen adalah White Balance. “Mungkin, hal terpenting yang saya lakukan adalah mengatur White Balance,” ucapnya. “Dalam imajinasi saya, saya sangat menyukai Cloudy White Balance. Saya menyukai gambar yang memiliki aura hangat, ketimbang yang dingin. Cloudy White Balance ternyata sangat cocok dengan gambar yang menampilkan suasana siang hari, gambar interior, dan ternyata sangat cocok dengan strobe dan pencahayaan berkelanjutan. Pengaturan ini memberi kehangatan yang ideal sehingga gambar tidak terlihat dingin dan steril, tetapi juga tidak terlalu hangat. Menurut saya, pengaturan Bayangan dalam filter ini menjadi hal yang paling penting. Selama bertahun-tahun, saya selalu mengutak-atik white balance, tetapi saat ini saya sangat menyukai Cloudy. Saya merekomendasikannya kepada orang-orang dan mereka juga menyukainya.”

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro White Balance

Alpha Universe Caroline Jensen Penyiapan Kamera Makro White Balance Cloudy

Artikel ini awalnya diterbitkan di alphauniverse.com