Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe

Jurnalis foto Sandy Wijaya menyajikan kisah Para Pemburu Elang Mongolia dengan SEL70200GM

Cuaca dingin di pegunungan Mongolia tidak pernah jadi halangan yang berarti.

Sandy Wijaya mempunyai satu tujuan yang membawanya hingga ke ujung dunia ini: Mendokumentasikan tradisi berburu elang (disebut juga berkutchi) masyarakat Kazakhstan Mongolia yang hampir punah. 

Praktik yang sudah ada sejak 4.000 tahun lalu ini dilakukan oleh para pemburu elang, burkitshi, yang memelihara elang untuk berburu. Binatang bersayap ini mereka sayangi layaknya anak sendiri dan tinggal bersama mereka. Setelah sekitar sepuluh tahun, elang-elang ini dilepaskan agar bisa menghabiskan sisa hidup mereka di alam liar. 

Selama ekspedisi fotografi musim dinginnya, Sandy dengan sangat lincah menangkap ikatan erat antara pemburu dan elang dalam potret yang menyentuh jiwa menggunakan lensa FE 70-200 mm F2.8 GM OSS (SEL70200GM). Dia juga mengambil foto lanskap menawan yang mengabadikan aksi keduanya, dengan latar belakang puncak-puncak gunung dan luasnya padang rumput negara itu. 

Kisah sang jurnalis foto

Sandy bisa dianggap sebagai seorang autodidak. Lagi pula, karya-karyanya adalah buah pembelajaran pribadi dan sepenuhnya tercipta dari komitmen dan fokus.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa kecintaannya pada seni visual tumbuh dari pengalaman liburan masa kecil di tanah kelahirannya di Indonesia. Semua pengalaman tersebut membuatnya menyadari kekayaan alam negaranya–kemegahan yang hanya bisa ia nikmati kembali jika diabadikan dengan kamera. 

Mulai menekuni fotografi sejak tahun 2001 juga merupakan keputusan hidup yang berpengaruh bagi sosok kreatif ini. Kala itu dia harus berhenti menempuh studi hukumnya. 

Keputusan beraninya tidak sia-sia.

Saat ini Sandy memegang peran penting di beberapa organisasi dan meraih berbagai penghargaan prestisius, serta dianggap sebagai figur teladan di ranah fotografi.

 

Alpha 7R IV | FE 70-200 F2.8 GM OSS | 152 mm | 1/400 dtk | f/5 | ISO 50

Alpha 7R IV | FE 70-200 F2.8 GM OSS | 152mm | 1/400 sec | f/5 | ISO 50

Bepergian membawa SEL70200GM

Pria kreatif yang dikenal sebagai jurnalis foto perjalanan ini terus berusaha mengabadikan pesona alam. Pencariannya ini membawanya ke wilayah-wilayah yang jarang dikunjungi orang, seperti Himalaya, atau tempat-tempat yang luput dari perhatian banyak orang di berbagai benua, seperti Eropa. Perjalanannya mengelilingi dunia ini membuatnya mendambakan teman seperjalanan yang andal.

 “SEL70200GM Sony adalah teman seperjalanan saya,” ungkapnya. “Kamera ini adalah salah satu yang terbaik dari Sony. Ia mampu menghasilkan kualitas gambar terbaik dan mempunyai desain yang cantik. Ini adalah lensa wajib bagi mereka yang menggunakan produk Sony.

Tanpa harus diminta, fotografer berpengalaman ini menceritakan sistem fokus otomatis spektakuler lensa ini: sangat cepat, senyap, dan akurat. Dia berani menjamin bahwa kombinasi Sony Alpha 7R IV dengan Real-time Eye Autofocus miliknya dengan lensa ini bisa menghilangkan masalah fokus yang meleset. Hanya dengan menekan tombol rana, subjek akan langsung masuk ke dalam fokus dan dia bisa lebih berkonsentrasi pada lingkungan sekitar.

Alpha 7R IV | FE 70-200 mm F2.8 GM OSS | 152 mm | 1/400 dtk | f/5 | ISO 50

Alpha 7R IV | FE 70-200mm F2.8 GM OSS | 152mm | 1/400 sec | f/5 | ISO 50

Membuat potret yang indah

Fleksibilitas panjang fokus SEL70200GM bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan. Sandy bahkan bersikeras bahwa rentang 70-200 mm adalah salah satu rentang terbaik yang tersedia untuk foto potret dan lanskap.

Pada ujung lebar rentang lensa, potret kepala-hingga-bahu bisa diabadikan dengan sangat baik sebagaimana layaknya potret yang diambil dari jauh. Selain itu, Anda bisa mendapatkan foto kepala dengan sudut sempit pada 200 mm, yang akan memberikan perspektif alternatif dengan hasil yang sama memukaunya.

Alpha 7R IV | FE 70-200 F2.8 GM OSS | 96 mm | 1/4000 dtk | f/2.8 | ISO 100

Alpha 7R IV | FE 70-200 F2.8 GM OSS | 96mm | 1/4000 sec | f/2.8 | ISO 100

Mengabadikan pemandangan yang memukau

Bukti lain dari fleksibilitas lensa telefoto terlihat dalam fotografi lanskap. Dalam upayanya mengambil foto close-up, Sandy bisa lebih mengontrol komposisi untuk mengisolasi detail di dalam latar dengan tetap mempertahankan jumlah kompresi yang ideal.

Meskipun demikian, harus diingat bahwa penggunaan jarak fokus lebih panjang mengurangi kontrol terhadap latar belakang, seperti foto festival dan performa dari jarak jauh.

“Fokus yang panjang dan apertur F2.8 yang lebar membuat latar belakang gambar 70-200 mm menjadi sangat blur,” jelas Sandy. 

Untung saja, hal ini tidak masalah bagi SEL70200GM. Sandy mengatakan bahwa Elemen XA Asferis Ekstrem memberikan kombinasi ketajaman tanpa tanding, kualitas resolusi tinggi, dan bokeh yang unik.

Alpha 7R IV | FE 70-200 F2.8 GM OSS | 114 mm | 1/8000 dtk | f/2.8 | ISO 200

Alpha 7R IV | FE 70-200 F2.8 GM OSS | 114mm | 1/8000 sec | f/2.8 | ISO 200

Tangguh untuk segala petualangan

SEL70200GM Sony lebih dari sekadar lensa yang mutakhir dan serbabisa. Lensa ini terbukti sangat tangguh selama petualangan epik Sandy, dari gugusan es di Arktika Siberia hingga bukit pasir di Gurun Sahara. Desain dan bentuk lensa yang tahan cuaca membuatnya dianugerahi lencana G Master. Pendek kata, Sandy menyatakan bahwa lensa premium ini dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar fotografer profesional.

Tonton video di bawah untuk menyaksikan pengalaman Sandy di Mongolia bersama SEL70200GM.

Penafian: Pendapat yang disampaikan dalam tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis. Pendapat tersebut tidak mencerminkan pendapat atau pandangan Sony Singapore.

Produk Yang Ditampilkan

ILCE-7RM4

Alpha 7R IV

ILCE-7RM4

SEL70200GM

FE 70-200mm F2.8 GM OSS

SEL70200GM