Ulasan SEL1635GM 

Darren Soh

Pada Februari 2016, Sony mengumumkan peluncuran jajaran lensa FE baru, yaitu G Master. Dirancang dengan hampir tanpa masalah, lensa G Master dirancang untuk menjadi lensa berkinerja terbaik untuk kamera full frame Sony FE.

Tiga lensa pertama dalam jajaran G Master adalah SEL2470GM, SEL70200GM, dan SEL85F14GM. Para profesional sering berbicara tentang jajaran lensa zoom “tiga lensa utama” yang harus ditawarkan oleh semua merek kamera profesional, zoom cepat 16-35, 24-70, dan 70-200 2.8. Dengan pengumuman SEL2470GM dan SEL70200GM, kami tahu hanya masalah waktu sebelum Sony akan mengumumkan SEL1635GM juga.

DS20631 f28

ILCE-7RM2 | FE 16-35mm F2.8 GM | 2,5 sec | f/2,8 | ISO 100

DS20632 f8

ILCE-7RM2 | FE 16-35mm F2.8 GM | 20,0 sec | f/8 | ISO 100

Pada Mei 2017, Sony mengumumkan merilis lensa SEL1635GM dan sejak saat itu, jajaran “tiga lensa utama” Sony telah lengkap.

DS22368

ILCE-7RM3 | FE 16-35mm F2.8 GM | 5,0 sec f/8 | ISO 200

SEL1635GM merupakan lensa 16-35 mm f2.8 yang paling ringan di kelasnya. Benar saja, beratnya sama dengan lensa 16-35 mm F4 milik pesaing, tetapi satu full stop lebih terang. Coba bandingkan berat bodi kamera yang sebanding dan akan terlihat perbedaannya mulai dari yang hanya sedikit sampai yang sangat terlihat.

DSC0515 SEL1635 2048

ILCE-7RM3 | FE 16-35mm f2.8 GM | 30,0 sec | f/8 | ISO 200

Sony α7R III 657 g
Sony SEL1635GM 680 g
(1337 g)

Canon 5DSR 845 g
Canon 16-35 2.8 III 790 g
(1635 g)

Nikon D850 915 g
Nikon 1635 f4 680 g
(1595 g)

Sebagai seseorang yang biasa memotret berbagai pemandangan dengan banyak detail dari satu sudut frame ke sudut lainnya, saya menikmati ketajaman dan daya pisah dari SEL1635GM di atas, melebihi lensa-lensa zoom non-GM.

DSC5012 SEL1635 2048

ILCE-7RM3 | FE 16-35mm f2.8 GM | 1/800 sec | f/8 | ISO 200

Detail mikro halus pada bangunan yang membentuk pemandangan kota semuanya dihasilkan dengan menakjubkan oleh lensa ini.

Efek semburat cahaya matahari di f11 juga tajam dan kontras dengan 22 titik bintang dari apertur bulat 11 bilah pada lensa.

Vignetting minimal bahkan terbuka lebar pada f2.8, hampir tidak ada pada f11.

Untuk subjek yang bidangnya jauh, pemotretan dengan f2.8 (apertur paling besar) akan menghasilkan gambar yang tajam bahkan di sudut-sudutnya. Jika mau membandingkan, SEL1635Z tidak setajam itu di bagian sudut-sudutnya pada apertur f4 (apertur paling besar untuk ZA). Saya punya SEL1635Z dan meskipun terbilang keren di kelas lensa dengan kisaran harganya, tetapi lensa ini tidak pernah secanggih dan sebagus lensa SEL1635GM terutama untuk bagian sudut-sudutnya, bahkan pada F11. Namun karena SEL1635GM adalah lensa GM, jadi harganya hampir dua kali lipat harga SEL1635Z (SGD 3399 vs SGD 1799)

DSC0437 SEL1635

ILCE-7RM3 | FE 16-35mm f2.8 GM | 3,2 sec | f/8 | ISO 200

Slide 1DSC0017 SEL1635

ILCE-7RM3 | FE 16-35mm f2.8 GM | 1/60 sec | f/5,6 | ISO 3200

Secara pribadi, karena jenis pekerjaan yang saya lakukan, saya sangat jarang memiliki kebutuhan untuk menggunakan SEL1635GM di f2.8, biasanya memotret pada apertur f8 atau f11 yang paling optimal. Namun, kadang-kadang muncul kesempatan ketika saya perlu melakukan beberapa fotografi jalanan, atau candid, dan apertur besar memang berguna, terutama di ujung 35 mm.

Jika Anda seorang profesional yang bekerja dengan membutuhkan lensa ultra wide angle zoom dengan hampir tanpa masalah, dan lensa bisa digunakan ke f2.8, maka tidak ada kandidat yang lebih baik dari lensa ini.

Sesungguhnya, saya bahkan akan mengatakan bahwa 1635GM menyaingi beberapa lensa wide angle utama dalam hal ketajaman, dan resolusi pada panjang fokus, serta apertur yang sama. Sungguh menakjubkan.

DS30014

ILCE-7RM2 | FE 16-35mm F2.8 GM | 2,5 sec | f/2,8 | ISO 100

DSC0267 SEL1224 2048

ILCE-7RM2 | FE 16-35mm F2.8 GM | 20,0 sec | f/11 | ISO 200

DS39420

ILCE-7RM2 | FE 16-35mm F2.8 GM | 1/640 sec | f/11 | ISO 200

DSC5574 SEL1635

ILCE-7RM3 | FE 16-35mm f2.8 GM | 30,0 sec | f/8 | ISO 100

SEL1635GM

FE 16-35mm F2.8 GM

SEL1635GM