Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
Lensa G Master Terbaru: 12-24mm F2.8 GM

Albert Dros & Michael Schaake 

Melanjutkan ekspansi ragam lensa G Master, Sony memperkenalkan FE 12-24mm F2.8 G Master, lensa zoom dengan sudut terluas di dunia dan apertur F2.8*.

 

sony fe 12-24mm F28 G Master Zoom

Desain baru ini menggunakan tiga elemen XA (Extreme Aspherical) untuk menghasilkan resolusi yang menakjubkan, beserta dua elemen kaca ED super dan tiga elemen kaca ED untuk memberikan resolusi tinggi dari sudut ke sudut serta bokeh yang cantik. Empat motor XD Linear (Extreme Dynamic) memungkinkan fokus yang lebih cepat dan akurat daripada lensa konvensional untuk fotografi dan videografi.

Fotografer lanskap ternama serta Duta Besar Sony Imaging, Michael Schaake dan Albert Dros, berbaik hati mencoba lensa ini sebelum dirilis dan membagikan pendapat mereka kepada kami.

Albert Dros

Kondisi di Belanda sangat ideal bagi saya untuk mencoba lensa dalam banyak kondisi dan skenario. Saya mengambil Alpha 7R IV saya dan mulai menjelajah.

Saya memulai perjalanan di distrik Amsterdam yang indah, yang kosong melompong dan terisolasi akibat COVID-19, dan ini adalah contoh bagus untuk menunjukkan kualitas lensa 12 mm. Ketajaman lensa ini, terutama di bagian tepi, sangat dahsyat.

sony fe 12-24mm F28 G Master Zoom

© Albert Dros | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 4 sec | F8 | ISO 200

Saya berkesempatan mengunjungi balai kota Nieuwegein yang indah. Bangunannya sangat modern, baik di dalam maupun luar, dan menurut saya, sempurna sebagai model foto sudut lebar. Satu fitur yang menurut saya sangat cocok untuk situasi ini adalah layar lipat pada kamera Alpha 7R IV saya. Terkadang, saya berjalan berkeliling sambil melihat layar, membidik dan memutar kamera sampai menemukan komposisi yang saya sukai.

albert dros sony alpha 7RM4 bagian luar balai kota di nieuwegein

© Albert Dros | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 1/320 sec | F10 | ISO 100

albert dros sony alpha 7RM4 di dalam balai kota di nieuwegein

© Albert Dros | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 1/30 sec | F11 | ISO 100

Menurut prakiraan cuaca, hari itu akan badai, saya pergi menuju ke pedesaan sambil berharap dapat memotret pemandangan langit yang indah. Untuk pemotretan kincir angin ini, saya mengambil foto panorama genggaman cepat. Awan badai yang datang seakan menirukan bentuk sungai kecil di depan. Yang saya sukai dari foto ini adalah bagaimana hasilnya tampak seperti perspektif fish eye karena panoramanya.

albert dros sony alpha 7RM4 panorama kincir angin berlatar langit gelap yang menawan di Belanda

© Albert Dros | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 1/50 sec | F5.6 | ISO 320

Setelah badai berlalu, saya dapat mengambil gambar padang bunga poppy ini tepat saat matahari terbenam.

albert dros sony alpha 7RM4 padang bunga poppy setelah hujan badai di Belanda

© Albert Dros | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 1/13 sec | F11 | ISO 200

Kami juga menikmati pagi-pagi yang indah dan saya berhasil bangun pada pukul 03.00 untuk pergi ke hutan, salah satu lokasi pemotretan favorit saya. Biasanya, saya menggunakan lensa yang lebih panjang untuk situasi semacam ini, tetapi saya ingin sekali mencoba lensa 12-24 mm ini, dan saya memaksa diri saya sendiri untuk menggunakannya. Yang jelas, hasilnya menarik.

albert dros sony alpha 7RM4 cahaya matahari menembus pepohonan di hutan di Belanda

© Albert Dros | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 0.6 sec | F11 | ISO 100

Saya sesekali menggunakan teknik bernama ‘penumpukan fokus’ yang membawa saya sangat dekat dengan suatu subjek dan menggunakan beberapa gambar dengan beragam titik fokus untuk memasukkan keseluruhan gambar ke dalam bidang fokus. Foto ini lahir dari kombinasi tiga gambar yang diambil pada F22 dan saya dapat mencapai ketajaman yang akurat di setiap jengkal frame.

albert dros sony alpha 7RM4 pohon tumbang berlapis lumut di suatu hutan di belanda

© Albert Dros | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 2.5 sec | F22 | ISO 100

Terakhir tetapi tidak kalah pentingnya, saya mendapatkan beberapa foto pemandangan langit berbintang. Memotret Bima Sakti di Belanda pada umumnya hampir tidak mungkin karena polusi cahaya ada di mana-mana, tetapi ada beberapa lokasi yang polusi cahayanya relatif lebih rendah dibandingkan lokasi lain di negara itu.

Tantangan terbesar saya adalah memotret pada hari terpanjang dalam setahun. Sepanjang hari itu, cahaya tidak pernah benar-benar hilang!

albert dros sony alpha 7RM4 bima sakti tampak di langit di atas amsterdam dengan pohon mati di latar depan

© Albert Dros | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 20 sec | F2.8 | ISO 3200

Gambar ini diambil dengan lensa terbuka lebar pada F2.8 dan saya sangat terkesan dengan ketajaman taburan bintang. Satu hal yang penting untuk diketahui adalah cahaya merah-oranye di cakrawala ini bukan berasal dari matahari, melainkan polusi cahaya perkotaan.

Ringkasnya, begini pendapat awal saya:

•  saya penggemar berat 12-24mm F4 G, tetapi pemberhentian ekstra membuat perbedaan besar, khususnya untuk pemandangan bintang.
•  Distorsi rendah, bahkan pada 12 mm. Saya belum menggunakan profil koreksi apa pun pada gambar karena memang belum ada!
•  Ringan dan ringkas, terlepas dari panjang fokus dan aperturnya.
•  Efek sunstar-nya keren.

 

albert dros sony alpha 7RM3 sony FE1224GM di samping sony FE 1224G sebagai perbandingan

Seperti yang terlihat dalam gambar, versi F2.8 tidak jauh lebih besar daripada versi F4

Michael Schaake

Saya berkesempatan mencoba lensa 12-24mm F2.8 G Master selama beberapa hari dan langsung terkesima dengan konstruksinya yang menakjubkan. Lensa ini jelas tidak ringan karena beratnya 847 gram, tetapi terasa seimbang di tangan saat digunakan dengan Alpha 7R IV, apalagi dengan elemen lensa depan yang cembung dan besar. Sungguh di luar dugaan!

Elemen depan yang besar membuat saya kesulitan memakai filter (meski bisa juga menggunakan filter belakang tipe gelatin). Akan tetapi, walau tanpa filter, saya tidak melihat adanya tanda-tanda silau atau bayangan, yang menunjukkan kualitas lapisan baru yang dirancang khusus oleh Sony untuk lensa ini.

  

Gambar ini menunjukkan adegan yang sangat kontras, dibidik langsung ke arah matahari. Efek sunstar kecil dapat terlihat di air dan tidak ada silau pada gambar.

michael schaake sony alpha 7RM4 pemandangan sudut lebar di danau dengan matahari yang terlihat dari balik awan badai yang menawan

© Michael Schaake | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 1/1250 sec | F8 | ISO 100

Saya memotret dengan berbagai apertur, dari F2.8 sampai F22, dan saya melihat ketajaman hanya berkurang sedikit setelah melewati F18, seperti yang seharusnya. Hasilnya yang sangat tajam saat lensa terbuka lebar pada F2.8 membuat saya tak pernah ragu menggunakannya pada pencahayaan minim.

michael schaake sony alpha 7RM4 gambar hitam putih satu pohon berlatarkan langit cerah berawan

© Michael Schaake | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 1/1250 sec | F2.8 | ISO 100

Di pemotretan ini, saya ingin menggunakan pencahayaan lama untuk menghaluskan air, dan karena saya tidak bisa memakai filter ND, saya harus menggunakan apertur F22 (yang biasanya saya hindari). Namun, ketajamannya masih bagus.

michael schaake sony alpha 7RM4 sungai mengalir deras menghantam bebatuan diabadikan dalam gerakan lambat

© Michael Schaake | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 1 sec | F22 | ISO 50

Lensa utama saya untuk fotografi lanskap adalah FE 16-35mm F4 ZA OSS, dan saya sangat menyukainya. Namun demikian, keberadaan lensa dengan panjang fokus sudut lebar yang diperluas memberi saya perspektif baru dan suatu kegembiraan tersendiri.

 

michael schaake sony alpha 7RM4 memandang langit biru berawan dari kerumunan jelai

© Michael Schaake | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 1 sec | F22 | ISO 50

michael schaake sony alpha 7RM4 jalan kayu membelah padang dan langit memesona yang menaunginya

© Michael Schaake | Alpha 7R IV | FE 12-24mm F2.8 GM | 1/1250 sec | F2.8 | ISO 100

Secara keseluruhan, saya sangat terkesan dengan lensa ini dan rentang panjang fokusnya yang memberi banyak ruang bagi kreativitas dalam setiap adegan yang saya abadikan.

*Dibandingkan dengan lensa zoom F2.8 bukaan konstan yang dapat dipakai berpakaian untuk kamera digital full-frame. Berlaku mulai Juli 2020.

Artikel asli diterbitkan di https://www.sony.co.uk/alphauniverse

Produk Pilihan
ILCE-7RM4
Alpha 7R IV

ILCE-7RM4

SEL1224GM
FE 12-24 mm F2.8 GM

SEL1224GM