Cerita Lengkap Pengalaman Menggunakan Alpha Universe
Solusi Video dari Sony
Alpha 7S III: Pengalaman video full-frame yang menakjubkan 

Baik mengambil gambar sendiri maupun bersama tim produksi, temukan alasan mengapa Alpha 7S III adalah pilihan yang tepat untuk semua kebutuhan pembuatan video Anda. 

Fitur video kelas profesional

Dalam rekaman film memukau yang diambil oleh Den Lennie ini, Alpha 7S III menunjukkan keunggulannya dalam mengabadikan semangat dan dedikasi seorang peselancar di Sunshine Coast, Australia. Alpha 7S III memiliki rentang dinamis lebar 15 stop yang mencegah kerusakan warna. Meskipun ada sedikit clipping, kamera ini mampu menangkap seluruh elemen video, termasuk highlight. Hasilnya, pengguna bisa dengan mudah menurunkan grade demi mendapatkan hasil gambar yang lebih memuaskan.   

Rekam video 4K dengan resolusi120 p, atau video HD dan resolusi hingga 240 p untuk membuat rekaman gerakan lambat yang menawan.

Kamera ini mampu mengambil gambar dengan kualitas 4K dengan resolusi 120 p, atau dengan kualitas HD dengan resolusi hingga 240 p agar bisa menciptakan efek gerakan lambat yang memukau untuk menonjolkan keindahan suatu momen. Sensor 12,1 MP dari Alpha 7S III juga memberikan piksel besar untuk memastikan bahwa setiap gambar yang diambil jelas dan bebas pikselasi sehingga setiap adegan tampak sejernih kristal, bahkan dalam kondisi low-light.  

Sensor 12,1 MP Alpha 7S III memberikan piksel besar sehingga setiap gambar yang diambil terlihat jernih dan kaya akan detail.

Adegan di atas memiliki cahaya latar dan banyak detail kecil, seperti tekstur halus layaknya kertas tisu pada pohon paperbark di sungai. Untuk menangkap seluruh detail dan mendapatkan gambar yang diinginkan, Den mendorong kamera pada slider dengan sangat perlahan pada 120 frame per detik saat model berjalan melintasi sungai. Adegan diambil pada 600 megabit dan all intra-frame, yang memudahkan grading karena ia dapat menarik komposisi warna dari dedaunan hijau lalu menyesuaikan warna dan shade. Ini adalah contoh dari potensi penuh kamera ini. 

Dapatkan gambar jernih dan tajam hanya dengan menggunakan ISO 500 dalam S-Log 3.

Den juga menantang dirinya sendiri dan Alpha 7S III untuk mengambil gambar dalam situasi yang tidak ideal, misalnya pada kondisi low-light. Untuk memastikan gambar tetap sebersih mungkin, ia menggunakan pengaturan ISO terendah yang bisa digunakan. Dengan Alpha 7S III dan Lensa G Master Sony yang andal, ia dapat mengambil gambar yang jernih dan tajam hanya menggunakan ISO 500 dalam S-Log 3. 

Ia menjelaskan, “Saya tidak pernah melakukan white balancing. Saya menggunakan tungsten dalam ruangan atau cahaya alami saat merekam di alam terbuka. Saya senang melakukannya karena ingin setiap rekaman film punya resolusi 5.600K. Saya ingin punya dasar yang baik saat harus melakukan grading.”  

Alpha 7S III merekam sampai dengan 10 bit 4:2:2 internal. Jadi, kamera ini merekam gambar yang lebih bersih karena warna di tepian lebih tajam dan dapat dengan mudah merekam berbagai macam adegan dengan kondisi pencahayaan yang berbeda-beda. Alpha 7S III memproduksi rekaman dengan kualitas sangat tinggi sehingga menjadikannya pilihan sempurna untuk green screening. 

Alur kerja tanpa gangguan menggunakan camcorder profesional

Alpha 7S III dirancang menggunakan sistem “One Mount” Sony sehingga mampu menawarkan fleksibilitas yang tinggi dan dapat dipasangkan dengan satu dari 57 lensa E-mount bawaan Sony. Beragam produk camcorder Sony kini didukung dengan kemudahan upgrade, penggantian, dan penggunaan bersama lensa yang mudah dan murah.

Alpha 7S III juga memiliki sains warna yang lebih baik, yang dapat dipadukan dengan sensor di dalamnya untuk mereproduksi warna secara akurat, khususnya warna kulit. Kamera ini dirancang dengan S-Gamut3/S-Gamut3 cine sehingga dapat menjadi pasangan serasi untuk camcorder profesional. Selain itu, berkat dukungan output RAW 16bit menggunakan HDMI, proses produksi dan pasca-produksi menjadi lebih mudah dan tidak terlalu membebani.

Gambar ini diambil Den dalam H.265, 10bit 422 sehingga alur kerja pengeditan menjadi lebih sederhana. Den menyoroti bahwa, sebagai pembuat film non-teknis, kamera ini menghemat banyak tenaga di belakang layar. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memilih setelan yang dirasa sesuai dan biarkan kamera Anda yang mengurus sisanya.  

Alpha 7S III memungkinkan pemasangan sederhana oleh satu orang
Mengoptimalkan ukuran kru dan biaya produksi

“Kru cukup satu atau dua orang....Dengan sedikit perlengkapan, saya lebih bebas”. 

   Alpha 7S III membuat video berkualitas dalam sistem ringkas. Pemasangannya cukup dilakukan satu orang, tanpa perlu sambungan atau aksesori eksternal yang berlebihan. Alpha 7S III menawarkan sistem autofokus terdepan, yang akan membantu manajemen real-time tracking atau touch tracking sehingga mampu mengurangi kebutuhan akan kru penjaga fokus.

   Dalam lingkungan yang pencahayaannya sulit diatur, “Anda tentunya menginginkan kamera yang andal,” ulas Den. Dengan sensitivitas tinggi, performa low-light yang disempurnakan, dan kontrol noise yang lebih baik pada ISO sampai dengan 409.600, Alpha 7S III mudah digunakan pada kondisi low-light atau bahkan tanpa kru pencahayaan, terlepas dari tempat, kondisi, maupun waktu pengambilan gambar.  

Pendinginan pada Alpha 7S III lima kali lebih baik dan tidak memiliki batas waktu perekaman.
Performa meyakinkan 

“Kami mengambil gambar selama satu setengah jam pada hari pertama. Kamera terus menyala, dengan layar LCD tertutup dan tersambung pada monitor eksternal atau menggunakan EVF. Kamera tidak terasa panas, tak ada masalah sama sekali.“

  Dengan sistem pengelolaan panas baru, pendinginan Alpha 7S III lima kali lebih baik dan tidak memiliki batas waktu perekaman. Bahkan saat mengambil gambar dalam ruangan yang berpotensi mengalami akumulasi panas, kamera bekerja dengan sangat baik.

    Kamera ini mengggunakan baterai kapasitas besar Sony NP-FZ100 yang mampu merekam gambar 4K 60 p secara kontinu selama satu jam. Ia mampu mengelola 2 kartu CF-Express untuk mendukung file besar dan pengambilan gambar 4K 120 p. Anda dapat mengambil gambar dengan mudah dan mulus di sepanjang produksi.  

Lensa-Lensa Favorit Den 

“Saya selalu ingin mendapatkan kualitas maksimal dengan hasil terbaik yang bisa didapatkan tanpa harus melakukan banyak penyesuaian dalam proses pasca-pengeditan. Saya tidak mau berkompromi dengan hasil gambar yang saya ambil.”

Untuk urusan memilih lensa, lensa dengan apertur maksimal dan resolusi tertinggi menjadi favorit Den. Selain menawarkan fleksibilitas kreatif yang tinggi dan kemampuan untuk menangkap detail terkecil dengan mudah, Den mengatakan bahwa lensa G Master (GM) dari Sony adalah pelengkap yang pas untuk Alpha 7S III, bahkan saat merekam adegan yang paling menantang sekalipun. 

Lensa G Master (GM) Sony adalah pelengkap yang sempurna untuk Alpha 7S III.

Untuk pengambilan gambar ini, Den melakukannya dalam ruang sempit dengan pencahayaan sangat terbatas. Agar bisa menangkap sebanyak mungkin cahaya dan tekstur ke dalam frame, ia memilih FE 12–24 mm F2.8 GM (SEL1224GM) dari Sony, karena dengan apertur F2.8, ada banyak cahaya yang bisa ditangkap oleh sensor dan ketajaman gambar bisa merata dengan distorsi yang minim.  

SEL1224GM menangkap banyak cahaya dengan sensornya, sambil tetap memastikan bahwa ketajaman tetap merata dengan distorsi yang minim.

Menurutnya, sulit untuk mengambil gambar dengan cahaya matahari langsung karena lensa sering mengalami flare yang tidak diinginkan. Sejak adanya Lapisan Nano AR pada SEL1224GM yang menghilangkan flare dan ghosting, lensa tersebut bekerja dengan sempurna saat dipasangkan dengan rentang dinamis 15 stop dari Alpha 7S III untuk menghasilkan gambar yang diinginkan.

SEL1635GM adalah lensa serbaguna bersudut lebar yang memberikan efek bokeh yang luar biasa.

Lensa favorit Den lainnya adalah FE 16–35 mm F2.8 GM (SEL1635GM). Lensa serbaguna bersudut lebar, yang juga dapat digunakan untuk mengambil gambar close-up dengan efek bokeh yang menawan.Ia juga menyukai FE 70–200 mm F2.8 GM OSS (SEL70200GM), yang kerap digunakannya untuk mengambil gambar close-up dan sinematik.

SEL70200GM menangkap gambar dengan efek bokeh yang mulus, sementara kaca Super ED-nya menghasilkan warna yang natural dan menawan,

Den menyoroti bahwa apertur 11-blade menciptakan bokeh yang mulus, sementara kaca Super ED menghasilkan warna yang natural dan menawan. Hasilnya, lensa ini menjadi pilihan sempurna untuk mengambil rekaman film sinematik. Ia juga mengandalkan kamera ini dalam melakukan tracking autofocus dan terkesan dengan motor RDSSM tanpa suara.

SEL70200GM memberikan kompresi yang cukup sehingga bisa menghasilkan efek visual yang menawan.

Menggunakan lensa ini, Den menunjuk ujung 200 mm, yang memberinya kompresi yang cukup untuk menciptakan efek visual memukau, seperti adegan peselancar membelakangi matahari.

Penafian: Opini yang disampaikan dalam publikasi ini adalah pendapat Den, dan tidak mencerminkan opini atau pandangan Sony Singapore.

Perlengkapan Den
ILCE-7SM3
Alpha 7S III

ILCE-7SM3

SEL1224GM
FE 12-24 mm F2.8 GM

SEL1224GM

SEL1635GM
FE 16-35mm F2.8 GM

SEL1635GM

SEL70200GM
FE 70-200mm F2.8 GM OSS

SEL70200GM

Simak pengalaman Den Lennie menggunakan Alpha 7S III.

Tentang Den

Rekaman video & konten diambil oleh Den Lennie, seorang produser video, business coach, dan marketing strategist dengan pengalaman industri lebih dari 25 tahun. Ia telah menulis tiga buku mengenai bisnis video, menjadi host dari sebuah podcast mingguan, dan menjadi pembicara untuk topik video pada berbagai acara di seluruh dunia.


Produksi Ringkas

Kualitas video terbaik dalam Alpha full frame 

Diambil oleh Brandon Li, seorang pembuat film, menggunakan Alpha 7S III , klip ini mempersembahkan keindahan dan drama alam dalam tampilan yang jelas dan sejernih kristal.

Alpha 7S III memiliki sensor 12,1 MP, rentang dinamis lebar 15 stop, dan perekaman all-intra pada 10 bit 4:2:2, yang memungkinkan Anda menangkap detail terkecil pada kondisi pencahayaan yang sangat minim. 

Brandon menjelaskan, “Untuk pengambilan gambar di bawah cahaya bulan, saya hanya mengandalkan bulan itu sendiri. Saya memaksimalkan performa kamera... tetapi ternyata potensi yang dimilikinya jauh lebih besar!”  

Dengan sains warna yang canggih, kamera ini mampu mereproduksi gradasi warna terhalus dan terlembut yang dapat diambil saat malam hari atau saat pengambilan adegan menggunakan pencahayaan natural dari langit badai dengan sedikit noise.   

Diciptakan untuk ekspresi kreatif

Kamera ini juga menawarkan performa rolling shutter yang disempurnakan, yang membuatnya mendekati tiga kali lebih baik dibandingkan pendahulunya. Ini artinya, gambar panning dapat diambil dengan lebih mulus dan tidak sering terguncang saat kamera dipindahkan. Selain itu, berkat dukungan kemampuan Alpha 7S III untuk merekam gambar dengan kualitas 4K 120 p dan full HD 240 p, siapa pun dapat dengan mudah membuat momen gerakan-lambat dan gerakan-lambat ekstrem untuk memberikan sentuhan dramatis.  

Brandon juga mengatakan, “ ISO-nya akan berbeda ketika mengambil gambar dalam log dibandingkan dengan pengambilan non-log. Jika Anda mengambil gambar dalam log, ISO akan jauh lebih tinggi, tetapi performa kamera akan tetap bagus dari segi autofokus dan yang lainnya.”  

Ideal untuk dioperasikan oleh satu orang

“Saya biasanya berkeringat, berlari, dan menggunakan gimbal.”   

Alpha 7S III adalah sistem full frame ringkas yang ideal untuk produksi tanpa kru yang tidak mengorbankan kualitas dan keberagaman fungsi. Ini adalah perangkat profesional yang bisa dengan mudah dibawa menggunakan ransel. Layar 360° membantu Anda membingkai gambar dari sudut mana pun, sementara ukurannya yang kecil membuatnya mudah digunakan dalam ruangan sempit dari sudut tinggi atau rendah. Kamera ini menantang Anda melakukan pengambilan gambar dengan tingkat kesulitan paling tinggi. 

Kamera ini juga menawarkan fitur tracking real time dan eye-AF yang cocok digunakan dengan gimbal untuk mendapatkan gambar kreatif tanpa perlu mencemaskan penjagaan fokus atau penambahan anggota kru. Selain itu, performa low-light yang baik mengurangi kebutuhan akan asisten pencahayaan.   

Karena dirancang dengan sistem autofokus terkemuka, Alpha 7S III memiliki 759 titik AF. Kamera ini dapat dengan mudah menjaga fokus pada subjek yang bergerak demi menciptakan adegan aksi yang mulus. Ini tentunya sangat penting saat merekam gerakan-gerakan rumit menggunakan gimbal.  

“Inspirasi saya selalu mengalir. Maka, kamera saya harus bisa mengikuti aliran itu.” 

Menurut Brandon, pengambilan gambar dengan intra-recording 10 bit 4:2:2 menciptakan sebuah proses, mulai dari perekaman sampai pengeditan, yang lancar. Kreator dapat mulai mengedit adegan segera setelah mengambil gambar karena ia hanya perlu menyambungkan kamera, lalu membuka file pada perangkat pengeditan.  

“Saya bukan juru warna... Saya hanya melakukan sedikit penyesuaian terhadap warna karena menurut saya kamera harus menangkap warna kulit dengan tepat.” 

Proses pasca-produksi juga dibuat lebih sederhana dengan sains warna yang lebih baik. Kamera ini dapat menangkap dan mereproduksi warna dengan sempurna, bahkan dalam kondisi low-light.  

SEL24F14GM ideal untuk mengambil potret dalam kondisi low-light, dengan isolasi yang baik dan fokus yang tajam.

Keandalan saat bepergian

“Yang jelas, saya akan lebih dulu panas ketimbang kameranya.” Saya tak pernah mengalami masalah kepanasan meskipun kamera terpapar cahaya matahari langsung di tengah musim panas, ketika harus dipakai di tengah padang pasir selama hingga tiga jam, atau tidak merekam selama tiga jam tanpa jeda. Kamera ini bahkan tidak kepanasan ketika digunakan dengan digenggam pada 120 p.”

Alpha 7SIII memiliki sistem manajemen panas baru yang lima kali lebih dingin dan tidak memiliki batas waktu perekaman. Kamera ini menggunakan baterai kapasitas besar Sony NP-FZ100 yang mampu bertahan walau Anda merekam video 4k 60 p tanpa jeda selama satu jam.

Kamera ini juga merupakan sahabat yang andal, bahkan pada medan yang paling menantang sekalipun, berkat adanya fitur kedap cuaca yang melindunginya dari hujan deras dan lingkungan yang lembap.

Lensa-Lensa Favorit Brandon

“Sebagai juru kamera yang harus terus bergerak, sering kali saya tidak memiliki kru. Oleh karena itu, perlengkapan yang ringan dan mudah dibawa adalah pilihan yang paling tepat.” 

Untuk urusan lensa, Brandon memprioritaskan lensa ringan dengan kemampuan fokus yang cepat karena ia paling sering mengambil gambar menggunakan gimbal dan monopod. Salah satu lensa favoritnya adalah FE 24 mm F1.4GM (SEL24F14GM) .

Brandon mengandalkan SEL24F14GM sebagai salah satu lensa favoritnya.

SEL24F14GM adalah lensa sudut lebar dengan apertur besar yang memungkinkan Brandon mengambil gambar sudut lebar dengan kedalaman bidang dangkal. Motor XD Linear yang dipasangkan dengan deteksi fase dan sistem autofokus dari Alpha 7S III sangat berguna saat ia harus melakukan gerakan gimbal dengan fokus pada model sambil tetap menampilkan latar belakang.

SEL24F14GM adalah lensa bersudut lebar dengan apertur besar untuk melakukan pengambilan gambar bersudut lebar dengan kedalaman bidang yang dangkal.

Dengan bobot hanya 445 gram, lensa ini ringan dan mudah digunakan dalam pengambilan gambar dinamis, bahkan saat terpasang pada kamera dan gimbal sekalipun. Lensa ini juga menghasilkan warna yang menarik, dan gambar tampak jernih dengan ketajaman yang merata.

Saat terpasang pada kamera dan gimbal sekalipun, lensa masih tergolong ringan dan mudah digunakan untuk pengambilan gambar dinamis.

Brandon menegaskan bahwa Apertur F1.4 dari SEL24F14GM membuatnya mampu memaksimalkan kinerja Alpha 7S III. Meskipun adegan cahaya bulan ini direkam tanpa menggunakan cahaya tambahan, ia masih bisa menangkap gambar yang jernih berkat sensitivitas dan kontrol noise kamera yang efektif. 

Lensa lain yang menurut Brandon wajib dimiliki adalah FE 135 mm F1.8GM (SEL135F18GM).

Apertur F1.4 pada SEL24F14GM makin menyempurnakan performa Alpha 7S III

Walaupun sedikit lebih berat, lensa SEL135F18GM masih bisa dipasangkan dengan mudah pada perangkat gimbal untuk mengambil gambar close-up dengan sedikit kompresi terhadap subjek.

SEL24F14GM ideal untuk mengambil potret dalam kondisi low-light, dengan isolasi yang baik dan fokus yang tajam.

Lensa ini ideal dalam mengambil potret low-light dengan isolasi dan fokus yang tajam terhadap model. Apertur 11-blade dan elemen lensa XA menjadikan lensa ini pilihan ideal untuk pemotretan low-light dengan isolasi yang baik dan fokus tajam terhadap model, dengan latar belakang yang diberi efek bokeh yang menawan.

Untuk urusan pembuatan film, Brandon kerap menggunakan lensa Zeiss dari SEL50F14Z.

Selain itu, ia juga menggunakan FE 50 mm F1.4 ZA (SEL50F14Z). Meskipun bukan G Master Prime, Brandon kerap menggunakan lensa Zeiss untuk mengambil gambar close-up. Ini adalah panjang fokus favoritnya saat membuat film.

Penafian: Opini yang ada diungkapkan dalam publikasi ini adalah milik Brandon, dan tidak mencerminkan opini atau pandangan milik Sony Singapore.

Perlengkapan Brandon
ILCE-7SM3
Alpha 7S III

ILCE-7SM3

SEL24F14GM
FE 24mm F1.4 GM

SEL24F14GM

SEL135F18GM
FE 135mm F1.8 GM

SEL135F18GM

SEL50F14Z
Planar T* FE 50mm F1.4 ZA

SEL50F14Z

Simak pengalaman Brandon Li menggunakan Alpha 7S III.

Tentang Brandon Li

Rekaman Video & konten diambil oleh Brandon Li . Ia telah berkeliling dunia sebagai seorang nomad selama 7 tahun, yang dilakukannya sambil membuat film tentang masyarakat dan budaya yang dijumpainya di sepanjang perjalanan. Pendekatannya yang minimalis dalam membuat film membuatnya mampu mendapatkan rekaman yang jujur dengan gaya visual yang dinamis. Videonya telah memenangi Best of the Year dari Vimeo, Penghargaan Webby, dan Travel Video Awards. Ia pernah hadir di National Geographic, BBC, TIME, TEDx, dan Smithsonian Institute.

Ikuti Panel Diskusi Alpha 7S III bersama Den Lennie & Brandon Li

Garis Sinematik

Rangkaian produk yang akan menghadirkan tampilan hebat Sony dalam perpaduan dengan efisiensi dan keandalan untuk memenuhi kebutuhan unik setiap kreator. Cinema Line lebih dari sekadar faktor pembentuk kamera sinema standar dan camcoder profesional.

Cinema Line membuat para kreator di seluruh dunia mampu menangkap emosi dari setiap frame dan mengungkap kekuatan sesungguhnya dari narasi visual dengan teknologi bersama dari serangkaian kamera. Hal ini memungkinkan mereka untuk fokus pada sisi kreativitas.

Produk yang sudah ada dalam jajaran Sony dan merupakan bagian dari Cinema Line termasuk VENICE dan FX9. Berikutnya adalah model baru yang menarik bagi kreator visual dari berbagai kalangan. Sony akan merilis dan mengirimkan produk tambahan untuk jajaran ini, kamera FX6, pada akhir 2020.

Cinema Line FX6

Rekam Ekspresi Sinematik Full-Frame


FX6 adalah produk terbaru untuk Cinema Line kami.

FX6 memiliki sensor full-frame bersensitivitas tinggi baru serta fitur profesional, seperti Eye AF Real-time, AF Deteksi Wajah, dan sains warna S-Cinetone, yang dipadukan menjadi satu perangkat berbodi ringan dan ringkas. Kombinasi ini memudahkan kreator untuk terus mencoba hal baru.

Temukan kemungkinan tanpa batas dengan 57 lensa E-mount kami yang dirancang tidak hanya untuk mengambil gambar diam, tetapi juga untuk produksi sinema digital, yang sangat kompatibel dengan FX6 yang juga menggunakan sistem E-mount.

Lihat bagaimana Benjamin, seorang pembuat film asal Thailand, membagikan pendapatnya mengenai kamera FX6 baru dalam video ulasan produk berikut, dan bagaimana mobilitas "genggam dan rekam", serta fitur-fitur penting lainnya, seperti sensor gambar full-frame, perekaman dengan tingkat kecepatan per frame yang tinggi, dan performa AF menakjubkan, telah membantunya dalam memproduksi video dengan ekspresi sinematik yang memesona.

Benjamin
Alpha Universe

Benjamin

Thailand

Benjamin adalah Supervisor VFX dan Sutradara (Pembuat Film) yang berbasis di Thailand. Ia sudah menghasilkan banyak karya, baik di industri film lokal maupun internasional. Sebagai pendiri Benjamin Filmmaker dan studio Basugaa (Rumah produksi Film dan VFX di Bangkok), ia sudah memiliki 15 tahun pengalaman dalam dunia animasi 3D, efek visual 2D, dan pembuatan film. Sepanjang kariernya, Benjamin telah menyutradarai dan memproduksi VFX untuk sejumlah iklan televisi, video online, dan film. Ia juga pernah menjadi supervisor proyek VFX untuk beberapa merek mancanegara.

Fitur-Fitur Favorit Benjamin
Exmore R
Piksel besar hadirkan sensitivitas tinggi dan noise rendah

Sensor CMOS Exmor R™1 full-frame, bercahaya belakang 10,2 megapiksel memungkinkan sensitivitas tinggi dengan noise rendah di sepanjang rentang sensitivitas kamera lewat optimasi sinyal output sensor. Dapatkan gambar berkualitas baik dalam kondisi hampir gelap dengan rentang ISO diperluas mencapai 409.6002. Rentang dinamisnya memiliki luas yang mencapai 15+ stop3, yang memungkinkan dihasilkannya gambar yang nyata tanpa highlight berlebihan. Sensitivitas kamera yang tinggi dan rentang dinamis yang luas memberi Anda kebebasan berkreasi yang lebih luas.

[1]Perkiraan piksel efektif.
[2]Dalam mode Kustom.
[3]Dengan pemotongan gambar 10%.

S-Cinetone
Keahlian warna sinematik dengan S-Cinetone™

Warna S-Cinetone, dikembangkan untuk FX9 Sony yang terkenal, adalah tampilan default FX6. Disetel sempurna untuk memenuhi kebutuhan kreator konten masa kini dengan rona kulit natural dan warna yang kaya, menghasilkan gambar yang cerah dan jelas tanpa grading, dan tetap mempertahankan kebebasan selama pascaproduksi.

4:2:2
Perekaman film dengan kedalaman 10-bit dan sampling warna 4:2:2

FX6 dapat melakukan perekaman internal 4K berkedalaman 10-bit dan sampling warna 4:2:2 dengan kompresi Long-GOP atau All-intra. Ini memungkinkan Anda memaksimalkan grading, dan menyempurnakan video untuk mewujudkan realisme HDR dengan tetap menjaga gradasi natural demi kebebasan saat mengedit.

AF Hibrida
Fast Hybrid AF untuk akurasi dan konsistensi

AF area lebar menggunakan tracking cerdas dan deteksi fase pada sensor untuk melakukan tracking subjek yang akurat pada hampir semua frame (AF deteksi fase bidang fokus 6274 titik mencakup sekitar 89% area gambar). Sistem AF hibrida memberikan fokus yang akurat, bahkan saat mengambil gambar pada kedalaman bidang dangkal dan kualitas 4K (QFHD) 120 p5.

[4]Titik AF dan area cakupan maksimal. Berubah tergantung mode rekam.
[5]Ketika menggunakan frekuensi sistem 59,94 Hz; 29,97 Hz; atau 23,98 Hz, AF tersedia pada 30, 60, 120, dan 240 fps. Ketika menggunakan frekuensi sistem 50 Hz atau 25 Hz, AF tersedia pada 25, 50, 100, and 200 fps. AF tidak tersedia ketika menggunakan frekuensi sistem 24 Hz.

Eye AF
Mendukung Real-time Eye AF dan Deteksi Wajah

Real-time Eye AF dan Deteksi Wajah menjamin fokus yang akurat dan stabil untuk wawancara, acara, dan di mana pun yang memerlukan fokus presisi. Pemrosesan real-time canggih mewujudkan ketepatan fokus mata bahkan saat subjek sangat menunduk atau mendongak, memungkinkan operator berkonsentrasi penuh untuk mengatur komposisi bidikan terbaik.

High Frame 4K*
Merekam video 4K* pada kecepatan 120 fps

Perekaman Full-frame 4K (QFHD) mencapai 120 fps6 dengan autofokus bisa dilakukan berkat tingginya kecepatan pembacaan sensor gambar dan prosesor BIONZ XR yang andal. Pada kecepatan per frame yang tinggi, gambar 4K (QFHD) diambil menggunakan pembacaan full-pixel tanpa binning untuk mendapatkan gerakan lambat yang jelas pada proses pasca-produksi (sampai 5x lebih lambat dari real time7 8). AF dengan presisi tinggi memungkinkan efek bokeh full-frame yang menawan saat mengambil gambar gerakan lambat demi hasil yang memuaskan.

[6]Dengan pemotongan gambar 10%.
[7]Pengeditan pasca produksi dan S&Q mode perekaman diperlukan (perekaman suara tidak tersedia).
[8]Ketika menggunakan frekuensi sistem 59,94 Hz; 29,97 Hz; atau 23,98 Hz, AF tersedia pada 30, 60, 120, dan 240 fps. Ketika menggunakan frekuensi sistem 50 Hz atau 25 Hz, AF tersedia pada 25, 50, 100, and 200 fps. AF tidak tersedia pada frekuensi sistem 24 Hz.

HLG 10-bit
Profil gambar HLG 10-bit

Profil gambar HLG (Hybrid Log-Gamma) HDR, lengkap dengan ruang warna BT.2020 bergamut luas, dapat digunakan untuk pemutaran HDR (HLG) langsung pada TV yang kompatibel. Video yang dihasilkan begitu nyata, bahkan mendekati apa yang tertangkap mata manusia, dengan bayangan dan highlight yang mendetail, lebih sedikit blackout dan whiteout, dan tidak memerlukan grading warna. Secara khusus, rekaman 10-bit mereproduksi gradasi dan detail yang halus demi hasil yang terlihat sangat nyata9 10.

[9]Penyempurnakan gambar yang fleksibel (memerlukan grading warna).
[10]Gambar instan berkualitas tinggi (memerlukan grading warna)

ND Filter
Variable ND Filter, filter bawaan canggih Sony

Variable ND Filter elektronik yang revolusioner mengontrol keburaman filter netral dengan sangat baik dari 1/4 hingga 1/128ND untuk mendapatkan kontrol kreatif tak tertandingi dan kelancaran operasi. Filter khas Sony ini dapat menyesuaikan pencahayaan secara manual dan otomatis tanpa mempengaruhi kedalaman bidang atau sudut rana, sehingga Anda mendapatkan pencahayaan sempurna bahkan ketika berpindah antara lingkungan yang berbeda, misalnya dari dalam ke luar ruang.

Penghilangan Panas
Arsitektur yang mencegah mati akibat suhu tinggi

Sistem ventilasi dan rancangan sasis khusus membantu mencegah perangkat mati akibat kepanasan saat mengambil gambar11 pada tingkat kecepatan per frame yang tinggi dan resolusi 4K (QFHD). Jumlah penyerap panas, bentuk pipa pengambilan dan pembuangan udara, penempatan kipas rendah bising12, dan saluran udara telah dikalkulasi secara presisi demi mewujudkan ventilasi udara yang optimal.

[11]Pengambilan gambar dapat dilakukan dalam batasan suhu yang ditentukan (0-40C) selama baterai dan media penyimpanan belum habis.
[12]Level bunyi dari kipas tergantung pada mode rekam dan lingkungan pengoperasian.

Jajaran Model

VENICE

Sistem kamera film bioskop generasi berikutnya dengan sensor full-frame masa depan, warna fenomenal, dan operasi ramah pengguna.

FX9

Sinematografi full-frame, optimal untuk alur kerja cepat

Lensa (satu dudukan)
Satu Dudukan. Kemungkinan Tanpa Batas

 Aksesori

Aksesori Video
Aksesori Video
Aksesori Siaran & Produksi
Aksesori Siaran & Produksi