Alpha Universe Story Detail
Ulasan Sony FE 600mm F4 G Master OSS | Lensa Super-telefoto Paling Ringan di Kelasnya!

Sony FE 600mm F4 GM OSS adalah lensa 600 mm dari sistem FE-Mount Sony. Saya masih ingat saat Alpha 9 diluncurkan dan Sony bertanya tentang lensa yang kami inginkan. Saat itu, yang paling saya dambakan adalah lensa super-telefoto untuk disandingkan dengan Alpha 9. Dua tahun kemudian, Sony merilis FE 400mm F2.8 GM OSS (SEL400F28GM), serta FE 600mm F4 GM OSS (SEL600F40GM) yang dibahas dalam artikel ini.

Saya menerima lensa FE 600mm F4 GM OSS untuk diuji dari Sony Taiwan. Saya menjajal lensa ini untuk Alpha 9 dan Alpha 7R III. Ternyata, Alpha 7R IV diluncurkan sehari sebelum tenggat pengiriman artikel ini. Olimpiade Tokyo 2020 sudah di depan mata, jadi mengapa tidak merilis Alpha 9 II dulu? Ini cukup menarik. Meskipun demikian, setelah dirilis dua tahun lalu, performa Alpha 9 menjadi lebih baik setelah perbaruan firmware. Kinerja pelacakan fokusnya hampir setara dengan kamera DSLR andalan merek lain.

Spesifikasi tiga lensa F4 600 mm

  Sony Canon Nikon
Struktur optik 24 elemen dalam 18 grup 17 elemen dalam 13 grup 16 elemen dalam 12 grup
Lensa khusus Lensa fluorit × 3
Lensa XA × 1
Lensa ED × 2
Lensa fluorit × 2
Lensa ED × 4
Lensa fluorit × 2
Lensa ED × 4
Panjang fokus 600 mm 600 mm 600 mm
Rentang apertur F/4~F/22 F/4~F/32 F/4~F/22
Bilah apertur 11 9 9
Apertur melingkar Ya Ya Ya
Jarak fokus minimum 4.5 m 4.2 m 4.4 m
Rasio perbesaran maksimum 0.14x 0.15x 0.14x
Filter bawaan Ya Ya Ya
Ukuran filter(mm) 40.5 52 40.5
Stabilisasi gambar optik Ya Ya Ya
Dimensi(mm) 163.6 x 449 168 x 448 166 x 432
Berat(g) 3040   3050  3810

Sony: SEL600F40GM
Canon: EF600mm F4L IS III USM
Nikon: AF-S NIKKOR 600 mm f/4E FL ED VR

Sony dan Canon meluncurkan lensa baru pada tahun 2019. AF-S NIKKOR 600 mm F4E FL ED VR rilisan tahun 2015 relatif lebih lemah, sedangkan SEL600F40GM, dengan performa berdasarkan kualitas gambar dan berat yang ditegaskan oleh FE-Mount-nya, jauh lebih superior dari sistem DSLR merek lain. Berat SEL600F40GM + Alpha 9 hanya 3.713 g, atau 4.068 g jika pegangan baterai ditambahkan, sangat ringan dan portabel.

Tampilan SEL600F40GM

Seperti SEL400F28GM, SEL600F40GM hadir dalam kotak penyimpanan eksklusif Sony. Jika kotak penyimpanan dilengkapi roda, pasti lebih nyaman! Saya kira tidak banyak orang yang mampu membawa kotak ini ke mana-mana. Biasanya, saya hanya membawa lensa saja, tanpa kotaknya, saat keluar dari mobil. Tambahan roda pada kotak penyimpanan akan sangat membantu. Kotak ini juga dilengkapi mekanisme pengunci dan kuncinya pun sudah disediakan.

Kotak penyimpanan memberikan perlindungan sangat baik karena terbuat dari busa polistirena. Ingat bahwa SEL600F40GM diproduksi berdasarkan pesanan! Hal ini sangat wajar karena lensanya memang mahal sehingga menyimpan inventaris menjadi tidak ekonomis.

Tas kulit disediakan untuk perlindungan karena apertur lensa sangat lebar. Lensa juga dapat dilindungi dengan tudung lensa saat mengambil gambar. Seperti halnya tas kulit, kotak penyimpanan juga digunakan setelah lensa dikeluarkan dari kemasan.

SEL600F40GM hadir dengan bodi aloi magnesium kuat sehingga hanya memiliki berat 3.040g. Lensanya terkonsentrasi di tengah dan bagian belakang bodi untuk menyeimbangkan berat lensa serta menghindari terlalu berat di bagian depan.

Kita semua tahu bahwa tahan debu dan lembap adalah fitur dasar dari SEL600F40GM. Lensa semacam ini banyak digunakan untuk fotografi kegiatan olahraga dan hewan sehingga harus tangguh di lingkungan yang keras. Saat menggunakan kamera andalan ini beserta lensanya untuk mengambil gambar pesawat, tiba-tiba hujan turun. Saya yakin fitur tahan lembap lensanya membuat saya tidak harus repot segera berkemas! Berikut adalah cuplikan video adegan tersebut.

Sebagaimana terlihat dalam video, hujan cukup deras. Fotografer lain segera mengemas perlengkapan atau menggunakan jas hujan atau payung untuk melindungi kamera dan lensa mereka. Fitur tahan cuaca Alpha 9 + SEL600F40GM membuat Anda tetap tenang manakala hujan deras mendadak turun.

Model tudung lensanya adalah ALC-SH158. Agar lebih ringan, tudung SEL600F40GM terbuat dari serat karbon (seperti tudung SEL400F28GM), dan tepian di dalamnya berbantalan lembut. Setelah dipasang, panjang keseluruhan bodi lensa lebih mengesankan lagi. Karena melepas tudung agak merepotkan, saya seringkali membiarkan tudung tetap terpasang untuk melindungi lensa depan dan memblokir cahaya berlebihan.

SEL600F40GM mengandalkan struktur optiknya, dengan 24 elemen dalam 18 grup, termasuk sejumlah lensa khusus. Mari kita bahas beberapa lensa tersebut.

  • Tiga (3) lensa fluorit ringan untuk mengurangi aberasi kromatik
  • Satu (1) lensa XA (extreme aspherical) untuk mengatasi masalah bokeh onion-ring. Ini merupakan lensa XA terbesar setelah lensa FE 24-70mm F2.8 GM (SEL2470GM) dan FE 16-35mm GM (SEL1635GM) dan menunjukkan keahlian optik Sony!
  • Dua (2) lensa dispersi rendah ED juga digunakan untuk mengatasi dispersi kromatis
  • Lapisan AR Nano untuk menghilangkan efek silau dan ghosting
●Lensa fluorit     ●Lensa XA    ●Lensa dispersi rendah ED

Gambar di atas menunjukkan bahwa rangkaian lensa terkonsentrasi di bagian tengah dan belakang dari SEL600F40GM untuk kemudahan membawanya dan mencegah bodi terlalu berat di bagian depan. Karena SEL600F40GM berbobot 3.040 g, membawanya dalam waktu lama tidaklah mudah, terutama jika menggunakan tangan kiri. Kami merekomendasikan penggunaan tripod atau monopod saat mengambil gambar dalam waktu lama. Terakhir, perlu juga ditambahkan bahwa lensa depan SEL600F40GM mempunyai lapisan fluorin agar tahan titik air dan minyak sehingga mudah dibersihkan.

Agar mampu mengambil gambar ekstrem, SEL600F40GM dilengkapi dua motor linier XD seperti konfigurasi FE 135mm F1.8 GM (SEL135F18GM). Dari jarak fokus minimal sampai tak terhingga, SEL600F40GM cukup sensitif terhadap pergantian kecepatan dan respons pengguna. Dari pengalaman saya, Sony Alpha 9 mampu memanfaatkan pelacakan fokus SEL600F40GM dengan lebih baik daripada Alpha 7R III.

SEL600F40GM hadir dengan 4 "tombol pengunci fokus", yang mudah digunakan dalam semua posisi pengambilan gambar. Keempat tombol ini mirip tombol fungsi (tombol Fn). biasanya, tombol fungsi yang dapat disesuaikan ini disetel dalam mode APS-CAPS-C. Dengan cara ini, Anda dapat langsung berganti panjang fokus ekuivalen dari 600 mm hingga 900 mm dengan menekan satu tombol, meskipun nilai piksel gambar yang dihasilkan mungkin berbeda.

"Ring multi-fungsi" tengah (ring fokus, dan yang paling besar ditampilkan pada gambar) kompatibel dengan tombol Setel untuk menyimpan jarak fokus preset. Dalam mode PRESET, Anda bisa memutar ring multi-fungsi untuk segera memulihkan titik fokus preset. Fitur ini sangat membantu dalam pengambilan gambar peristiwa olahraga. Misalnya dalam pertandingan sepak bola, titik fokus mungkin disetel pada gerbang terdekat, untuk mengurangi eror selama pergantian dari mode tak terhingga ke jarak dekat. Ring fokus juga kompatibel dengan fungsi "pemfokusan manual sepenuhnya."

Lensa super-telefoto biasanya digunakan untuk pengambilan gambar dalam kondisi ekstrem atau di lingkungan yang tidak terduga. Agar lensa dapat dikendalikan dengan lebih baik, Sony menyediakan banyak fungsi yang dapat disesuaikan.

  • DMF Sepenuhnya: Direct Manual Focus Sepenuhnya dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai kebutuhan tanpa harus masuk ke menu pengaturan. Fitur pemfokusan manual linier digunakan untuk menentukan jarak fokus sesuai jumlah gaya putar yang Anda berikan.
  • Geser pembatas rentang fokus untuk memilih rentang fokus yang tersedia: Penuh (dari jarak pemfokusan minimum ke tak terhingga), 15 m-4,5 m, dan 15 m sampai tak hingga. Untuk mengurangi eror, Anda dapat menyetel rentang fokus yang sesuai dengan jarak target.
  • "Preset/Function/Off": "ring multi-fungsi" yang disebutkan di atas digunakan bersamaan dengan "Preset/Function/Off". Dalam mode Function, ring multi-fungsi digunakan sebagai "pemfokusan daya". Kecepatannya rendah tetapi konsisten; cocok untuk merekam video.
  • Mode Optical SteadyShot™ "1/2/3": Tombol untuk mengompensasi getaran kamera. Ketiga mode ini sifatnya opsional. Yang menarik, Sony tidak menyebutkan tingkat stabilisasi gambar OSS. Mode 1, paling banyak digunakan, mengatasi getaran kamera normal. Mode 2 mengatasi guncangan kamera saat melakukan panning benda bergerak. Mode 3 mengatasi getaran kamera untuk meminimalkan tertangkapnya gangguan dan memastikan komposisi gambar yang tepat.

Tombol lepas terutama digunakan untuk mengubah sudut komposisi gambar dari horizontal ke vertikal dengan cepat. Jika lensa berhasil diputar 90 derajat, akan terdengar suara klik dan peringatan posisi. Lensa juga dapat dinonaktifkan, tergantung pada kebiasaan personal.

Pada kedua sisi lensa juga terdapat lubang tali agar lensa besar mudah dibawa menggunakan tali yang sudah disediakan. Saya sendiri tidak banyak menggunakan tali lensa sehingga tidak memasangnya karena lebih efisien jika membawa lensa dengan monopod.

Bagian bawah ring tripod SEL600F40GM sangat konvensional. Bagian ini harus digunakan dengan pelat lepas cepat tetapi saya suka dengan desainnya karena saya mencoba menggunakan pelat lepas cepat Sigma yang mendukung sistem ARCA. Desain sangat efisien saat digunakan dengan pemegang dan membantu mencegah pergeseran atau kendur karena benturan.

Ring tripod mempunyai dua lubang tripod 1/4" di bagian bawah dan lubang tripod 3/8" di bagian tengah. Semoga ring tripod ini dapat mendukung sistem ARCA ke depannya.

Karena berat SEL600F40GM saja sudah 3.040 g, Sony menggunakan 7 baut di ujung lensa untuk memastikan ketahanan sambungan, sedangkan lensa lain biasanya hanya menggunakan 4 baut.

Karena apertur lensa depan dari lensa super-telefoto seperti SEL600F40GM sangat lebar, opsi filter menjadi terbatas. Bahkan jika ada pun, harganya mahal. SEL600F40GM mendukung filter slot-in dan hadir dengan filter transparan 40,5 mm. Anda dapat membeli filter polarisasi CPL atau filter ND secara terpisah, jika perlu.

Saat ini, saya tengah menguji lensa bersama dengan telekonverter 1,4x dan telekonverter 2,0x yang saya pinjam dari pihak pabrikan. Setelah telekonverter 1,4x terpasang, panjang fokus ekuivalen menjadi 840 mm pada F5.6. Setelah telekonverter 2,0x terpasang, panjang fokus ekuivalen menjadi 1200 mm pada F8. Bahkan, saat panjang fokus mencapai 600 mm, hasil jepretan mungkin akan terpengaruh oleh kualitas udara dan aliran panas. Oleh karena itu, panjang fokus tidak menjamin kualitas gambar. Apertur telekonverter 2,0x sangat kecil dan fokus menjadi sulit. Inilah alasan semua sampel diambil dengan panjang fokus 600 mm untuk uji coba ini.

Gambar di atas menunjukkan perbedaan ukuran antara FE 200-600mm F5.6-6.3 G OSS (SEL200600G) SEL600F40GM yang baru saja diluncurkan. SEL600F40GM tidak mudah dibawa ke mana-mana sehingga performanya belum sepenuhnya ditunjukkan karena terbatasnya lokasi dalam periode singkat. Ya, Anda harus bisa menerimanya. Sayang sekali saya belum dapat menguji lensa ini di lebih banyak lokasi.

Selain Itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Cheng Seng Trading atas dukungannya. Mereka menyediakan tripod serat karbon Manfrotto dan monopod serat karbon agar saya dapat menguji kombinasi Sony Alpha 9 + SEL600F40GM. Fasilitas ini memungkinkan saya bergantian menggunakan tripod dan monopod untuk sejumlah lokasi berbeda.

Menguji resolusi setiap apertur dengan Alpha 7R III

Salah satu bagian penting dari uji coba lensa adalah menentukan resolusi setiap setelan apertur. Saat menguji lensa Sony Alpha 7R III, cacah piksel efektif tercatat hingga 42,40 megapiksel. Jika lensa dikombinasikan dengan Alpha 7R IV dan dialihkan ke mode APS-C, panjang fokus ekuivalen hingga 900 mm pada F4, dan jumlah piksel 26,20 megapiksel tetap dapat dipertahankan. Kabar bagus bagi fotografer burung! Mari kita analisis performa pada apertur lain: F4 adalah apertur standarnya; lensa menunjukkan performa tinggi pada F4-F8; gambar yang diambil pada F11 cenderung halus. Bahkan, lensa semacam ini digunakan untuk mengambil gambar pada apertur terbuka sehingga tidak perlu mempertimbangkan performa pada lebih dari F8.

Gambar di atas menunjukkan perbedaan ukuran antara FE 200-600mm F5.6-6.3 G OSS (SEL200600G) SEL600F40GM yang baru saja diluncurkan. SEL600F40GM tidak mudah dibawa ke mana-mana sehingga performanya belum sepenuhnya ditunjukkan karena terbatasnya lokasi dalam periode singkat. Ya, Anda harus bisa menerimanya. Sayang sekali saya belum dapat menguji lensa ini di lebih banyak lokasi.

Uji coba penekanan dispersi apertur dengan Alpha 7R III

Tidaklah mudah menemukan lingkungan kontras tinggi yang cocok untuk mengambil gambar pada panjang fokus 600 mm. Dulu, metode paling umum adalah mengambil gambar subjek dengan backlit. Untuk menguji penekanan dispersi pada panjang fokus 600 mm, saya menggunakan rel logam. Mungkin karena penggunaan beberapa lensa khusus atau karena apertur F4 tidak begitu besar, tidak terjadi dispersi kromatis. Hasilnya dapat Anda lihat di bawah sebagai referensi.

Uji coba kecepatan fokus AF-S dengan Sony Alpha 9

Jarak fokus minimum SEL600F40GM adalah 4,5 meter. Selama uji coba, saya menyetel pembatas rentang fokus ke "FULL". Dalam video, Anda dapat melihat performa pemfokusan dari jarak fokus minimal sampai tak terhingga. Kesimpulan performa: Cepat, kuat, dan akurat.

Sony Alpha 9 + SEL600F40GM vs Liga Taiwan

Pada bulan April, Sony merilis firmware baru (Versi 5.00) untuk Alpha 9 dan menambahkan fungsi "Real-time Eye AF" sehingga kamera ini lebih mampu melacak mata manusia. Saat hendak memutakhirkan kamera Alpha 9, saya mengetahui adanya Versi 5.01, yang sepertinya memperbaiki sedikit bug tetapi mirip Versi 5.00.

Kombinasi "Sony Alpha 9 + SEL600F40GM" menawarkan 693 poin deteksi fase dan 425 poin AF kontras. Saya menggunakan "Lock-on AF: Flexible Spot M" untuk mengunci subjek yang ingin saya lacak, lalu memilih "AF-C + 20fps" untuk mengambil gambar. Alpha 9 menawarkan cakupan bingkai 93%. Ini berarti bahwa selama subjek masuk dalam frame, subjek dapat dikunci dan difoto. Hal ini menaikkan tingkat keberhasilan pengambilan gambar dan memungkinkan lebih banyak fotografer mengambil gambar subjek semacam ini. Pemilihan foto adalah pekerjaan merepotkan. Alpha 9 membantu Anda dalam pengambilan gambar kontinu hingga 20 fps.

▲Dalam gambar dinamis di atas Anda dapat melihat bahwa setelah subjek saya kunci, kamera terus melacak subjek, bahkan saat dia berlari melewati beberapa orang. Manfaat Real-time Tracking begitu terasa. Kamera DSLR andalan merek lain tidak mampu mengambil gambar adegan kompleks seperti ini. Unduh gambar asli

▲Gambar di atas adalah contoh gambar ekstrem. Bahkan saat pandangan separuh bagian bawah subjek terhalangi penjaga gawang, kamera tetap melacak dan menangkap momen terakhir ketika subjek menendang bola. Unduh gambar asli

▲Karena Alpha 9 menawarkan 93% cakupan bingkai, saat subjek di dekat tepi bingkai menendang bola, bingkai AF tetap dapat menguncinya. Salah satu keunggulan pengambilan gambar kontinu 20 fps adalah kemampuan kamera menangkap momen dinamis, misalnya saat subjek menendang bola dan membuat sebagian tanah terlempar. Unduh gambar asli

▲Dibandingkan gambar ekstrem lain, yang ini jauh lebih mudah. Kecepatan rana rata-rata adalah 1/1250 dtk atau lebih. Kondisi ini memudahkan pemfokusan sehingga gambar yang jelas mudah didapatkan. Unduh gambar asli

Gambar berikut adalah dua pemain yang sedang berebut bola. Dengan Real-time Tracking dan kecepatan rana 1/1600 dtk, kamera dapat menangkap momen itu dengan mudah. Jika gambar asli diperbesar, rambut dan tetesan keringat pemain dapat terlihat dengan detail jelas. Sayang sekali langit saat itu mendung dan hujan sudah akan turun. Alhasil, pencahayaan adegan tersebut kurang bagus.


Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1600 dtk | F4 | ISO 500

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/2000 dtk | F4 | ISO 6400

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1250 dtk | F4 | ISO 1000

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1000 dtk | F4 | ISO 1000

Alpha 9/Alpha 7R III + SEL600F40GM vs fotografi burung

Akhir-akhir ini saya menggunakan Alpha 9 dan Alpha 7R III. Dengan resolusi 42,4 megapiksel, Sony Alpha 7R III menghasilkan gambar nilai referensi. Oleh karena itu saya akan menggunakan Alpha 7R III untuk mengambil gambar subjek yang tidak bergerak dengan kecepatan tinggi. Gambar burung berekor biru pemakan lebah berikut diambil di taman hutan hujan tropis Muzha Zoo. Dulu, burung berekor biru pemakan lebah jarang terlihat di Taiwan. Sebagian dapat ditemukan di Kinmen. Sangat mengejutkan juga saat dapat melihat seekor burung berekor biru pemakan lebah di kebun binatang tersebut. Burung yang dikembangbiakkan dan dipelihara oleh kebun binatang tersebut sepertinya tidak takut manusia, bahkan saat menghadapi sejumlah kamera. Para fotografer menikmati kesempatan mengambil gambar burung tersebut!

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 200

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 600mm | 1/400 dtk | F4 | ISO 2500

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 1000

Alpha 9 + SEL600F40GM vs pesawat

Lensa 600 mm ini cocok untuk mengambil gambar pesawat tempur. Di Bandara Songshan, saya tidak mampu mendemonstrasikan kemampuannya secara penuh. Mungkin memang saya yang tidak bisa atau karena saya tidak tahu posisi mengambil gambar terbaik di bandara tersebut. Ternyata, kecepatan terbang pesawat pribadi, pesawat penumpang, dan helikopter kurang mampu mewakili kemampuan fokus SEL600F40GM. Itulah penjelasan yang menurut saya paling masuk akal. Pangkalan angkatan udara belum akan dibuka hingga tanggal 10 Agustus. Sayang sekali, saya tidak punya waktu untuk menunggu selama itu.

Untuk mengambil gambar pesawat, saya menggunakan SEL600F40GM dengan Alpha 9 dan Alpha 7R III. Keseluruhan badan pesawat tidak dapat terlihat saat hendak mendarat. Alpha 7R III tidak selalu dapat menangkap momen terbaik, mungkin karena: (I) Sistem fokusnya kurang memadai; atau (II) jumlah piksel terlalu tinggi dan terdeteksi adanya sedikit guncangan pada bidikan 100%. Lagi pula, pesawat dan kamera bergerak secara bersamaan. Namun, hal berbeda ditemui saat menggunakan Alpha 9. Tingkat keberhasilan pengambilan gambar hampir 100% sehingga Anda mungkin akan kesulitan menentukan pilihan di antara banyak gambar yang bagus.

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1600 dtk | F4 | ISO 1250

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1600 dtk | F4 | ISO 5000

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/2500 dtk | F5.6 | ISO 250

Kesimpulan

Sudah lama saya tidak menjajal lensa super-telefoto fokus tetap Sony. Lensa super-telefoto Sony terakhir yang saya coba adalah F4 G SSM 500 mm pada tahun 2012. Lensa ini saya kombinasikan dengan kamera Alpha 77 APS-C. Saat itu, lensa super-telefoto masih barang baru bagi saya dan saya menerima banyak tip dari netizen yang masih saya ingat sampai sekarang.

Menguji SEL600F40GM—lensa super-telefoto yang mengintegrasikan pengalaman dan keahlian optik Sony selama bertahun-tahun adalah sebuah pengalaman yang sama sekali baru.

Kombinasi lensa super-telefoto dan kamera Alpha 9 yang kuat memungkinkan Anda mengambil banyak gambar ekstrem dan mendapatkan kualitas optik luar biasa dengan mudah. Dengan apertur terbuka, kombinasi ini dapat menghasilkan gambar resolusi super tinggi, baik di tengah atau pun tepi gambar. Jika Anda seorang fotografer olahraga atau fotografer untuk National Geographic Channel, SEL600F40GM wajib Anda miliki karena memiliki semua spesifikasi baru sesuai dengan harganya.

Dilengkapi dua motor linier XD, SEL600F40GM memungkinkan fotografer menangani berbagai objek dengan mudah. Saya cukup puas dengan performa pemfokusan tunggal dan kontinu. Daya dorongnya sangat kuat dan meyakinkan. Andaikan sebuah mobil sport turbo, lensa GM SEL600F40GM adalah sebuah mobil Tesla! Antarmuka kontrol di sebelah kiri memungkinkan fotografer profesional menyesuaikan berbagai fungsi sesuai kebutuhan. Ring kontrol sangat efisien dan mengesankan saat mengambil gambar pertandingan sepak bola.

Dengan SEL600F40GM, dan SEL400F28GM yang dirilis tahun lalu, jika Sony dapat meluncurkan Alpha 9 II sebelum akhir tahun ini, merek mainstream Olimpiade Tokyo 2020 bukan lagi Canon atau Nikon, tetapi Sony yang sedang naik daun. Belum jelas kapan Alpha 9 II akan dirilis. Semoga kamera ini nantinya memiliki 5,76 juta titik EVF dan 36 MP untuk pengambilan gambar kontinu dengan kecepatan 10fps.

Pengaturan gaya gambar untuk uji coba ini: "standar: ±0, +2, +2". Semua gambar adalah file JPG asli yang dihasilkan lensa dalam format file EXIF (exchangeable image file).

Galeri

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1000 dtk | F4 | ISO 5000

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 400

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 1250

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1600 dtk | F4 | ISO 500

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 125

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/400 dtk | F4 | ISO 1250

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/2000 dtk | F4 | ISO 6400

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/3200 dtk | F4 | ISO 160

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 250

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1250 dtk | F4 | ISO 100

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 1250

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1600 dtk | F4 | ISO 640

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/800 dtk | F4 | ISO 200

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F6.3 | ISO 320

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/2500 dtk | F5.6 | ISO 320

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1000 dtk | F4 | ISO 3200

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F7.1 | ISO 125

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/320 dtk | F4 | ISO 160

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1600 dtk | F4 | ISO 1000

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 2500

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 2000

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/5 dtk | F4 | ISO 250

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/320 dtk | F4 | ISO 320

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1600 dtk | F4 | ISO 800

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 160

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/320 dtk | F4 | ISO 1250

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/640 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 640

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1250 dtk | F5.6 | ISO 2000

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/2000 dtk | F4 | ISO 6400

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/640 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 250

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/2500 dtk | F5.6 | ISO 250

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 640

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 1600

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1250 dtk | F4 | ISO 800

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/640 dtk | F5 | ISO 100

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/200 dtk | F4 | ISO 1000

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 125

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 1000

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 200

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1250 dtk | F4 | ISO 320

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 1000

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1000 dtk | F4 | ISO 5000

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 5000

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/320 dtk | F4 | ISO 100

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1250 dtk | F6.3 | ISO200

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/1000 dtk | F4 | ISO 4000

Alpha 9 | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 1000

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F5.6 | ISO 200

Alpha 7R III | FE 600mm F4 GM OSS | 1/500 dtk | F4 | ISO 1600

Ucapan terima kasih spesial

  • Asosiasi Sepak Bola Republik Rakyat Tiongkok
  • Para fotografer di lapangan sepak bola yang tidak bersedia disebutkan namanya
  • Zhengcheng Trading
  • Bantalan tulang belakang saya

Artikel asli dipublikasikan di https://www.mobile01.com/