Kamera dengan Lensa yang Dapat Ditukar
Kamera dengan Lensa yang Dapat Ditukar
Blackout jendela bidik tidak akan terjadi pada α1 ketika menangkap eksposur sehingga pengambilan gambar berjalan lancar bebas gangguan, sekalipun selama pengambilan gambar secara kontinu. Kecepatan pembacaan tinggi dari sensor gambar baru memungkinkan kecepatan refresh 2400 kali per detik pada tampilan langsung EVF saat pengambilan gambar burst kontinu. Masalah sinkronisasi tampilan yang biasanya berkaitan dengan EVF pun tidak ada lagi.
(A) Pengambilan Gambar Bebas Blackout (B) Pengambilan gambar dengan blackout
Kecepatan pembacaan sensor α1 yang tingg memungkinkan kalkulasi AF/AE hingga 120 kali per detik0 pada bidang fokus, bahkan saat pengambilan gambar kontinu hingga 30 fps1. Gerakan objek yang kompleks dan silih berganti dilacak dengan presisi tinggi yang tak tertandingi. Eksposurnya pun dapat otomatis disesuaikan meskipun tingkat kecerahan berubah tiba-tiba. Latensi respons AF rendah 0,033 detik2 untuk akurasi eksposur yang konsisten.
(1) 120 kali/detik Kalkulasi AE/AF (2) 30 fps (3) Frame
Berkat pembacaan kecepatan tinggi dari sensor gambar yang baru, Pengambilan Gambar Bebas Kedipan untuk pertama kalinya dapat dilakukan dengan rana elektronik 0. Selain memberikan pengambilan gambar bebas blackout, fitur ini memungkinkan kalkulasi pelacakan AF/AE hingga 120 kali per detik, pengambilan gambar kontinu hingga 30 fps1, serta pengoperasian tanpa suara. Rana elektroniknya yang bebas kedipan juga bermanfaat saat mengambil gambar di bawah lampu fluoresen, LED, atau lampu lain yang memicu kedipan. Anti-kedipan
Anti-flicker [1] AKTIF [2] NONAKTIF
Unit stabilisasi presisi tinggi dan sensor gyro, plus algoritme stabilisasi gambar yang dioptimalkan, menghasilkan keunggulan kecepatan rana 5,5 step demi memaksimalkan kualitas gambar resolusi tinggi dari sensor kamera sebesar 50,1 megapiksel. α1 juga dilengkapi Mode Aktif untuk stabilisasi luar biasa saat merekam film dengan memegang kamera langsung.
[1] Yaw [2] Pitch [3] Roll
Format Full frame dan Super 35 dapat dipilih untuk rekaman film 4K. Dengan pembacaan piksel penuh dalam mode Super 35 (sekitar APS-C 16:9), tanpa pixel binning, jumlah data yang diperlukan untuk film 4K jadi 2,3 kali lebih padat. Artinya, video yang dihasilkan pun tak sekadar beresolusi tinggi, tetapi juga bebas moiré dan jaggies. Bitrate tinggi yang mencapai 600 Mbps dapat digunakan untuk rekaman 4K dalam format XAVC HS, XAVC S, dab XAVC S-I.
(A) 2,3 kali lebih banyak informasi
Gambar ukuran M dan S memiliki jumlah piksel yang sama dalam mode full-frame dan APS-C0. Anda pun dapat langsung beralih mode antara full-frame [M:M21] dan APS-C [M:M21], misalnya, dalam satu adegan. Berkat 759 titik deteksi fase dalam mode APS-C dan mode full-frame, performa AF pasti akan selalu mulus.
[1] Full Frame [2] APS-C