Alpha Universe Story Detail
Ulasan Sony Alpha 7C + SEL2860 | Betapa Ringkasnya Kamera Full-Frame Ini!

Di sini, saya akan memberikan ulasan lengkap kamera Sony Alpha 7C dengan lensa tunggal SEL2860 beserta hasil uji optik yang saya lakukan. Jika Anda tertarik dengan kamera tersebut, jangan lewatkan postingan ini!

Posisi pasar dan keunggulan Sony Alpha 7C

Alpha 7C adalah kamera mirrorless ringkas pertama dengan lensa yang dapat ditukar, dilengkapi dengan jendela bidik elektronik, stabilisasi gambar untuk pemotretan genggam, tirai rana mekanis, dan layar flip buka-samping.

Alpha 7C | 85 mm | 1/3200 dtk | F1.8 | ISO 100

Sony Alpha 7C adalah kamera Sony FE-mount untuk pemula. Meski didesain untuk pemula, Sony tidak lantas menurunkan spesifikasi model ini. Ini adalah versi murah dari Alpha 7 III. Ukuran Alpha 7C mirip dengan Alpha 6400, tetapi dilengkapi dengan sensor gambar full-frame. Saya suka membawa kamera ini saat pergi bersama anak-anak saya selama liburan. Bayangkan jika ransel Anda penuh dengan peralatan makan anak, popok, tisu basah, botol air, dan sebagainya, saya pikir pasti Anda tidak ingin menambah beban dengan kamera berlensa yang dapat ditukar meski Anda sangat menyukai fotografi.

Alpha 7C | 85 mm | 1/400 dtk | F1.8 | ISO 100

Namun, Sony Alpha 7C full-frame ini dirancang untuk memberi performa gambar berkualitas tinggi, dan penggunanya tidak akan keberatan membawa kit seberat 700-800 g (satu kamera dengan satu lensa) saja. Lagi pula, lensa apertur lebar telefoto ukuran medium (SEL85F18) dengan kedalaman bidangnya yang dangkal jauh lebih baik daripada kamera smartphone karena ada celah fisik di antara lensa terakhir dan modul kamera smartphone. Tidak dapat dipungkiri, Alpha 7C memungkinkan saya menemukan keseimbangan terbaik antara berat dan kualitas gambar. Lagi pula, “kamera yang bagus adalah yang nyaman untuk dibawa”, bukan?

Sekilas tentang penampilan dan fitur Sony Alpha 7C

Sony Alpha 7C menampilkan struktur "pelat atas" bergaya retro. Bagian paling tebal dari kamera, termasuk pegangannya, setebal 59,7 mm, mirip dengan Alpha 6400. Dengan flip screen yang dibuka dari samping dan unit stabilisasi gambar, ketebalan Alpha 7C mirip dengan Alpha 7 III. Dimensi Sony Alpha 7C adalah 124 mm × 71,1 × 59,7 mm dan beratnya 424 g (bodi saja) atau 509 g (bodi dan baterai). Alpha 7C menggunakan sensor CMOS backside-illuminated (BSI) 24,2 MP, dan di sinilah nilai kamera yang sesungguhnya.

Hal ini memungkinkan Sony Alpha 7C memberikan performa gambar yang setara dengan Alpha 7 III. Di antara para pesaing di kelasnya, tidak ada kamera full-frame dengan lensa yang dapat ditukar dengan sensor BSI CMOS

Sony Alpha 7C menghadirkan unit stabilisasi gambar bawaan, model 5 stop 5 sumbu terbaru yang lebih ringkas. Namun, banyak pengguna merasa performa stabilisasi gambar kamera Sony masih perlu ditingkatkan. Berikut ini perbandingan kasar saya tentang perbedaan sebelum dan sesudah stabilisasi gambar diaktifkan. Efeknya sedikit sekali – tetapi mudah-mudahan ini dapat menghilangkan rasa penasaran Anda! Selain itu, elemen rana kecil yang dikembangkan baru-baru ini oleh Sony Alpha 7C memiliki hingga 200.000 siklus.

Alpha 7C adalah model kedua kamera E-mount Sony (model pertama adalah Alpha 7S III) yang dilengkapi dengan flip screen buka samping. Namun, resolusi layar 3 inci ini hanya 921.000 dot, dan tidak dilengkapi dengan menu kontrol sentuh seperti Alpha 7 III. Layarnya hanya dapat digunakan untuk memilih titik fokus atau memperbesar foto dengan mengetuk layar dua kali. Alpha 7C memiliki jendela bidik elektronik XGA OLED Tru-Finder 2,36 juta titik, memberikan resolusi yang sama dengan Alpha 7 III, tetapi perbesaran di jendela bidik Alpha 7C hanyalah 0,59x. Jendela bidiknya memiliki cakupan 100%, tetapi jika mata diarahkan ke jendela bidik, sekitar 1/3 bagian tidak akan terlihat. Alasan lain yang menjelaskan ini adalah ukuran eyepiece terlalu kecil sehingga tidak mampu menandingi jangkauan visual mata telanjang.

Tombol "AF-ON" terpisah yang ditambahkan di bagian belakang Alpha 7C memungkinkan pengguna untuk memulai Real-Time Tracking kapan pun cukup dengan menekan tombol "AF-ON" dalam mode "AF". Pengoperasiannya sangat mudah dan tidak perlu pengaturan yang rumit, dan fungsi kunci AF sebanding dengan Alpha 7 III. Sistem AF Hibrida Sony Alpha 7C sepenuhnya hasil warisan dari Alpha 7 III, dengan 693 titik AF deteksi fase/425 titik AF deteksi kontras. Karena pemosisian produk yang berbeda dan ruang terbatas di bagian belakang kamera, Sony Alpha 7C tidak memiliki joystick fokus terpisah. Sebagai gantinya, disediakan tombol lima arah. Posisi bingkai fokus dapat diubah dengan menekan tombol OK bersamaan dengan tombol panah.

Port transfer dan slot kartu memori Sony Alpha 7C semuanya ditempatkan di sisi kiri bodi. Kedua slot kartu mendukung kartu SDXC UHS-II. Kamera ini dilengkapi dengan jack untuk headphone 3,5 mm jack mikrofon. Hanya perlu menggunakan kabel USB Type-C™ untuk mengisi daya. Kamera ini juga dilengkapi port micro-HDMI. Tanpa multi-slot, Sony Alpha 7C tidak dapat melakukan teknik long exposure menggunakan kabel rana. Cara termudah yang saya tahu untuk melakukannya adalah dengan menggunakan aplikasi seluler dan mengoperasikannya dalam mode Wi-Fi. Baterai litium NP-FZ100 memberikan Sony Alpha 7C daya yang cukup untuk mengambil sekitar 680 gambar dengan jendela bidik atau 740 gambar dengan monitor LCD. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan A7III (sekitar 610 gambar dengan jendela bidik atau 710 gambar dengan monitor LCD).

Kali ini, saya menguji Sony Alpha 7C dengan empat lensa di atas, termasuk lensa kit SEL2860, lensa travel SEL24105G, dan lensa tetap dengan apertur lebar: SEL20F18G dan SEL85F18. Di antara keempatnya, SEL2860 memberikan keseimbangan terbaik antara ukuran dan panjang fokus. Meski apertur SEL2860 tidak sebesar SEL20F18G, panjang fokus 28–60 mm terasa cukup praktis. Dengan SEL2860, Sony Alpha 7C sama ringkasnya dengan APS-C.

SEL20F18G berguna pada suatu hari saat saya memotret foto di malam hari karena lensa sudut ultra lebar berapertur besar ini dapat bekerja dengan performa maksimal dalam kondisi pencahayaan minim. Terakhir, SEL85F18 adalah pilihan utama saya selama tes pemotretan ini. Dengan panjang fokus sedang dan panjang ditambah apertur besar, lensa ini dapat dengan mudah menghasilkan kedalaman bidang yang dangkal yang cocok untuk memotret orang atau pemandangan.

▣ Menguji stabilisasi gambar 5-axis

▣ Performa pada sensitivitas yang berbeda

Tingkat sensitivitas Alpha 7C berkisar dari ISO 50 hingga ISO 204800. Gambar yang diambil dengan sensitivitas ISO 1600 masih sangat bersih. Rentang sensitivitas kerja yang dapat saya terima adalah sekitar ISO 1600 hingga 3200, dan sensitivitas praktis sekitar ISO 6400 hingga 12800. Saat foto diambil dengan ISO 25600 atau lebih tinggi, terdapat lebih banyak noise. Secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan harga dan posisi pasar kamera, performa ini sangat bagus. Apalagi jika mengingat kamera ini menggunakan imaging core yang sama dengan Alpha 7 III.

▣ Perbandingan rentang dinamis (±2 EV)

Sampai hari sebelum artikel ini dikirimkan, aplikasi Lightroom CC masih belum mendukung file RAW dari Sony Alpha 7C. Saya telah menaruh harapan saya kepada aplikasi Imaging Edge dari Sony, tetapi perangkat lunaknya hanya dapat mengatur kecerahan sebesar ±2 EV, jadi dasar referensinya relatif kecil. Pertama, periksa area dengan kecerahan yang tidak memadai. Pada -2 EV, gradasi warna cukup alami setelah kecerahan ditingkatkan, dan, tentu saja, belum lagi -1 EV. Kedua, Anda memeriksa area yang terlalu terbuka. Dengan +1 EV, detail dinding batu dengan "warna tengah" masih dapat terlihat dan di +2 EV, dinding batu tidak menampilkan gradasi alami dan memiliki diskontinuitas yang jelas dalam variasi warna.

▣ Performa Real-Time Eye AF (dengan SEL85F18)

Sony Alpha 7C dapat mendeteksi wajah manusia tanpa perlu menekan setengah tombol rana, menampilkan bingkai abu-abu di sekitar wajah yang terdeteksi. Jika rana ditekan setengah, kamera akan menampilkan bingkai hijau kecil di sekitar mata mana pun yang dilacaknya. Selama perekaman video, saat model berbalik dengan cepat, rentang fokus masih terkunci di bagian belakang kepala model. Setelah model berbalik, bingkai hijau kecil langsung mengunci mata. Anda juga dapat menekan tombol “AF-ON” di bagian belakang kamera untuk mengaktifkan pelacakan waktu nyata. Subjek tidak terbatas pada orang atau hewan – selama subjek “terkunci” di layar LCD, kamera akan melacak subjek secara otomatis.

Video ini memperlihatkan proses pengambilan gambar kontinu dengan 10 fps. Berikut adalah 30 gambar yang diambil melalui pengambilan gambar kontinu tersebut. Karena kecepatan rana hanya 1/400 dtk, gambar ini tidak dapat menunjukkan semua gerakan yang diperagakan model. Cenderung ada penundaan dalam tampilan EVF dan LCD. Sebenarnya, subjek berada dalam fokus, tetapi tampilannya tidak dapat mengikuti. Jika Anda melakukan pengambilan gambar kontinu dengan 8 fps, fenomena ini dapat dihindari. Perlu juga disebutkan bahwa Sony Alpha 7C juga mendukung Eye AF untuk hewan. Dengan "AF-C + pengambilan gambar kontinu", tingkat keberhasilan jauh lebih tinggi. Anda juga dapat menentukan warna bingkai yang menunjukkan area fokus. Jika bingkai sulit dilihat, Anda dapat membuatnya lebih terlihat dengan mengubah warnanya (menjadi merah atau putih).

▣ Mendukung perekaman 4K/“mode Slow and Quick” (S&Q)

Mirip dengan Alpha 7 III dalam keunggulan perekaman video, Alpha 7C dapat merekam video berkualitas tinggi (3840x2160 24 p 100 Mbps). Pembacaan piksel penuh tanpa pixel binning memungkinkan oversampling yang setara dengan perekaman 6K. Kamera juga dapat menangkap video definisi tinggi 1920x1080 120 fps, dengan perekaman suara dan AF yang didukung sepenuhnya, dan efek gerakan lambat dan cepat dapat diatur sesuai kebutuhan. Dalam mode S&Q, perekaman 120 fps juga didukung. Perekaman suara tidak didukung dalam mode ini, tetapi perekaman untuk gerakan lambat 4x atau 5x dapat diatur terlebih dahulu. Dengan kamera ini, Anda juga dapat mengambil video time-lapse dengan tingkat kecepatan per frame 1 fps.

Alpha 7C tidak memiliki batasan perekaman 29 menit seperti Alpha 7 III. Selama masa pakai baterai dan kapasitas kartu memori mencukupi, Sony Alpha 7C dapat dengan mudah merekam video 4K lebih dengan durasi lebih dari satu jam. Di ruangan ber-AC dengan suhu dipertahankan di 26°C, saya berhasil merekam video 4K lebih dari 40 menit dengan 24 fps. Tidak ada tanda-tanda overheating dan bodi kamera tidak panas sama sekali. Ini cukup berguna bagi para pembuat film.

▣ Perbandingan performa telefoto dan sudut lebar SEL2860

Saya rasa semua pasti penasaran dengan performa lensa kit ini, jadi saya menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengujinya. Saya melakukan berbagai tes optik khususnya dengan SEL2860. Pertama-tama, mari kita lihat ujung sudut lebar. Karena SEL2860 bukan lensa apertur lebar, apertur lebar biasanya merupakan apertur yang digunakan. Kualitas gambar di bagian tengah dengan apertur F4–F8 tidak buruk, dengan F11 kualitas gambar mulai menurun, kualitas gambar masih dapat diterima dengan apertur F16, tetapi tidak disarankan dengan apertur F22. Kualitas tepi gambar yang diambil dengan 28 mm tidak sebaik yang saya harapkan. Selanjutnya, mari kita tinjau performa lensa dengan 60 mm.

Untuk gambar yang diambil dengan 60 mm, F4–F8 adalah kisaran apertur yang berfungsi yang memastikan kualitas gambar baik di bagian tengah. Dengan apertur F22, kualitas gambarnya kurang tajam. Kualitas di tepi gambar ujung telefoto 60 mm lebih baik daripada ujung 28 mm. Apertur lebar hingga F16 juga bisa diterapkan. Demikian juga dengan F22, kualitas gambar mulai menurun dan, dengan F32, kualitas gambar paling buruk. [Klik untuk mengunduh].

▣ Dispersi kromatik SEL2860 dengan apertur yang berbeda

SEL2860 bukanlah lensa apertur lebar, dan apertur maksimumnya hanya F4. Dalam struktur optiknya dengan delapan elemen dalam tujuh kelompok, hanya ada tiga elemen lensa asperis dan tidak ada elemen lensa dispersi rendah atau lapisan khusus lainnya. Seperti yang ditunjukkan dalam contoh gambar berikut, tidak ada aberasi kromatik di tengah gambar yang diambil dengan F4. Penyimpangan kromatik lateral di tepi gambar juga sangat kecil dan dapat diabaikan. [Klik untuk mengunduh]

▣ Performa anti silau lensa SEL2860 dengan apertur yang berbeda

SEL2860 tidak dilengkapi dengan performa anti-silau yang baik, mungkin karena kurangnya lapisan khusus. Dengan apertur F4, ada sedikit titik silau yang terlihat. Saat apertur dikurangi menjadi F22, jumlah titik silau cukup banyak. Ini dapat juga disebabkan oleh tidak adanya tudung lensa untuk model ini.

▣ Efek starburst di lensa SEL2860 dengan apertur yang berbeda

SEL2860 memiliki tujuh bilah apertur. Saat apertur F4, hanya sedikit efek starburst yang tampak. Pada F5.6, efek starburst menjadi lebih jelas, dan ketika apertur F16, efek starburst menghasilkan penampakan seperti bulu babi. Untuk lensa kit ini, performa starburst cukup bagus.

Kesimpulan
▶ Sangat ringan, kecil, dan bergaya

Dengan tren pasar saat ini yang beralih ke mirrorless, bagaimana cara menilai pro dan kontra mengenai suatu kamera? Saya pikir hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah seberapa sering Anda bersedia membawa kamera setelah membeli? Ukuran dan berat Sony Alpha 7C mungkin paling cocok karena ringan dan cukup kecil. Sony Alpha 7C memiliki berbagai keunggulan, termasuk kualitas gambar full-frame dan kedalaman bidang yang dangkal dari lensanya yang berapertur lebar. Ponsel tidak memiliki kelebihan ini. Khususnya, apabila perlu pascaproduksi, Alpha 7C dengan resolusi tinggi dan performa dinamis dapat dengan mudah mengalahkan kamera smartphone masa kini. Alpha 7C terlihat seperti kamera pengintai klasik, dan kombinasi warna perak dan hitam benar-benar pilihan terbaik.

▶ Kemampuan pengambilan gambar yang beragam

Saya sering mengatakan Sony Alpha 7C itu versi mini Alpha 7 III yang menggunakan imaging core dan teknologi yang sama, termasuk performa sensitivitas tinggi murni, pelacakan waktu nyata, eye AF untuk manusia dan hewan, pengambilan gambar kontinu hingga 10 frame per detik dan unit stabilisasi gambar (5-stop 5-axis dalam iklan) yang sebenarnya dapat memberikan sekitar empat stop kompensasi rana, serta sensitivitas –4 EV AF-nya. Saya yakin fitur ini cukup untuk kamera pemula.

▶ Kemampuan merekam yang lebih komprehensif

Sony Alpha 7C kecil tetapi memiliki fitur yang lengkap. Fitur-fiturnya termasuk headphone 3,5 mm dan jack mikrofon di dalam bodi dan mendukung perekaman 4k dengan 24-30 fps dan perekaman 1080p pada 120 fps, serta mode HLG, S-LOG2 dan S-LOG3. Pembacaan piksel penuh tanpa pixel binning memungkinkan untuk menghemat sekitar 2,4 kali jumlah data yang diperlukan untuk 4K. Durasi perekaman video hanya dibatasi oleh masa pakai baterai kamera dan kapasitas kartu memori. Jika ingin merekam video yang panjang, Sony Alpha 7C adalah pilihan yang lebih baik daripada Alpha 7 III.

Fitur-fitur mengagumkan:

  • Beratnya kurang dari 509 g (bodi dengan baterai dan kartu memori)
  • Memiliki struktur aloi magnesium "satu bagian" yang memberikan keseimbangan antara ringan dan kuat
  • Stabilisasi gambar dalam bodi 5-stop 5-axis (sebenarnya kurang dari atau hanya empat stop)
  • Memiliki 200.000 siklus pelepas rana dan mendukung pengambilan gambar senyap
  • Mendukung pelacakan waktu nyata, termasuk eye AF untuk manusia dan hewan
  • Mendukung pengambilan gambar kontinu 10 fps sesuai dengan auto fokus terus menerus dan pengukuran otomatis terus menerus
  • Memiliki sensor gambar BIS kuat yang mampu menghasilkan gambar yang bersih bahkan dengan ISO 1600
  • Memiliki flip screen buka samping
  • Mendukung perekaman 4k dengan 30/24 fps dan perekaman 1080p dengan 120 fps
  • Memiliki pembacaan piksel penuh tanpa pixel binning, memungkinkan oversampling setara dengan perekaman 6K
  • Durasi perekaman video hanya dibatasi oleh masa pakai baterai dan kapasitas kartu memori
  • Mendukung antarmuka audio digital seperti A7R IV dan A7S III
  • Baterai litium NP-FZ100 memungkinkan mengambil hingga 740 gambar diam

Yang dapat ditingkatkan

  • Perbesaran jendela bidik elektronik terlalu rendah, dan cakupan eyepiece tidak cukup lebar
  • Fungsi layar sentuh terbatas dan hanya mampu mengubah posisi bingkai fokus dan memperbesar dengan mengetuk dua kali
  • Resolusi layar di bagian belakang kamera hanya 921.000 titik dan agak kurang bagus
  • Kabel pelepas rana konvensional tidak dapat digunakan tanpa beberapa jack
  • Rana mekanis hanya mendukung hingga 1/4000 dtk
  • Rentang dinamis tidak memuaskan
  • Kecepatan sinkronisasi flash hanya mencapai 1/160 dtk
Gambar JPG asli dari Sony Alpha 7C

Alpha 7C | 105 mm | 1/1000 dtk | F4 | ISO 100

Alpha 7C | 85 mm | 1/4000 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 35 mm | 1/800 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 20 mm | 1/30 dtk | F1.8 | ISO 800

Alpha 7C | 28 mm | 1/250 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7C | 85 mm | 1/100 dtk | F1.8 | ISO 320

Alpha 7C | 50 mm | 1/160 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 60 mm | 1/640 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7C | 59 mm | 1/60 dtk | F5.6 | ISO 2500

Alpha 7C | 28 mm | 1/200 dtk | F7.1 | ISO 100

Alpha 7C | 85 mm | 1/100 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 35 mm | 1/40 dtk | F1.8 | ISO 5000

Alpha 7C | 47 mm | 1/320 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7C | 35 mm | 1/60 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 50 mm | 1/250 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 28 mm | 1/160 dtk | F8 | ISO 100

Alpha 7C | 28 mm | 1/25 dtk | F8 | ISO 12800

Alpha 7C | 60 mm | 1/320 dtk | F8 | ISO 100

Alpha 7C | 60 mm | 1/60 dtk | F5.6 | ISO 200

Alpha 7C | 85 mm | 1/400 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 32 mm | 1/60 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7C | 60 mm | 1/60 dtk | F5.6 | ISO 1000

Alpha 7C | 60 mm | 1/160 dtk | F8 | ISO 100

Alpha 7C | 35 mm | 1/160 dtk | F8 | ISO 100

Alpha 7C | 50 mm | 1/200 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 35 mm | 1/640 dtk | F6.3 | ISO 100

Alpha 7C | 105 mm | 1/125 dtk | F7.1 | ISO 1600

Alpha 7C | 60 mm | 1/320 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7C | 85 mm | 1/100 dtk | F1.8 | ISO 12800

Alpha 7C | 85 mm | 1/125 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 60 mm | 1/320 dtk | F8 | ISO 100

Alpha 7C | 28 mm | 1/500 dtk | F8 | ISO 100

Alpha 7C | 60 mm | 1/125 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7C | 28 mm | 1/30 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7C | 50 mm | 1/1600 dtk | F1.8 | ISO 100

Alpha 7C | 20 mm | 1/30 dtk | F1.8 | ISO 3200

Alpha 7C | 28 mm | 1/80 dtk | F8 | ISO 100

Alpha 7C | 85 mm | 1/100 dtk | F1.8 | ISO 1000

Alpha 7C | 85 mm | 1/80 dtk | F1.8 | ISO 12800

Alpha 7C | 35 mm | 1/100 dtk | F2.2 | ISO 100

Alpha 7C | 20 mm | 1/30 dtk | F1.8 | ISO 6400

Alpha 7C | 20 mm | 1/30 dtk | F1.8 | ISO 800

Alpha 7C | 102 mm | 1/125 dtk | F7.1 | ISO 1600

Alpha 7C | 40 mm | 1/320 dtk | F8 | ISO 100

Alpha 7C | 60 mm | 1/60 dtk | F5.6 | ISO 100

Alpha 7C | 28 mm | 1/60 dtk | F8 | ISO 100

Alpha 7C | 85 mm | 1/100 dtk | F1.8 | ISO 100

Artikel asli dipublikasikan di https://www.mobile01.com/